
bab 144
.
.
.
" kakak !! bagun !! kak kay !! bangun !!!" panggil maudy.
Kayra mengerjapkan matanya, kepalanya terasa pusing sekali hingga ia belum bisa membuka mata dengan benar. namun suara maudy yang memanggilnya terus membuat Kayra berusaha menajamkan penglihatannya.
terlihatlah maudy yang diikat dikursi kayu. " maudy !!"
" kakak.tolong aku kak !! mereka mau membunuh kita !!" pinta maudy dengan tangisannya.
kayra kembali mengerjapkan matanya beberapa kali. Rasa pusing masih terasa dikepalanya" diamlah !!! semua juga karna kesalahanmu !!" bentak kayra.
" kenapa jadi salahku ??!! semua juga rencana kakak kan ??!! aku tidak terlibat disini.. aku sama sekali tidak terlibat..!!" protes Maudy.
" dasar gadis bodoh !! jika saja kau mendengarkan kakak untuk tidak terlalu mendekati adiknya Abigal, kita tidak akan tertangkap !!! berapa kali kakak.katakan, lawan kita anggota mafia !! kau malah berulah meminta kakak membunuh anak mafia itu !!! ini akibatnya !!" teriak kayra kembali. ia geram bukan main. karna ia sadar kini ia berada disebuah ruangan penyekapan.
" mana aku tau wanita yang dekat dengan Rans anaknya mafia !! jika kakak tau seharusnya kan kakak katakan !!" balas Maudy tidak mau kalah.
" aahhhh !!! bisa diam tidak !!! kepalaku jadi tambah pusing karna ocehanmu itu !!!" bentak Kayra dengan kasar. Maudy tertunduk dibuatnya.
bentakan kayra benar-benar menggelegar hingga maudy tidak.berani melawan lagi.
" aku mau pulang.. aku takut dengan mereka.." rintih maudy dengan tangisannya.
__ADS_1
Kayra hanya mendegus kesal, ia kini juga bingung harus bagaimana, ia meyakini jika.kini ia berada dimarkasnya Revandra ketua mafia, akan sangat mustahil baginya bisa keluar dari tempat itu.
.
.
Sementara Revandra yang geram memukul meja kala mendengar memang betul kayra dan maudylah yang hendak membunuh Zakia waktu itu. ya, Revandra, Rans dan Abigal memantau kayra dan maudy lewat kamera CCtv.
brakk..
" sabarlah kak.. aku sudah mengira hal ini sejak lama.." ucap Rans.
" apa rencana kita selanjutnya Abi ??!! mau sampai kapan kau menunggu waktu ??!! aku tidak sabar menghabisi dua ular siluman itu !!" ucap Revandra dengan Nada tinggi dan penuh penekanan.
" tidak, nanti malam, lakukanlah nanti malam.." terang Abigal.
" kak. apa tidak sebaiknya kita serahkan kepada polisi saja.." tanya Rans.
"baiklah, aku lakukan nanti malam. apa kau tidak.mau mengeluarkan satu peluru untuknya ??" tanya Revandra.
" aku akan fikirkan. aku kembali dulu bersama Rans.. terima kasih sudah membantuku.." balas Abigal.
" jika saja dua ular itu tidak mengganggu anakku, aku juga tidak mau membunuh mereka.. itu semua kesalahan mereka sendiri !!" timpal Revandra.
Abigal mengangguk dan menepuk pundak Revandra.
ia kemudian berdiri dari duduknya dan membawa Rans keluar dari ruangan pribadi Revandra itu.
"kabari aku jika sudah mau mulai.." ucap abigal didepan pintu.
__ADS_1
" pasti. hati-hati.." balas Revandra.
Rans hanya bisa menuruti sang kakak, ia juga terus mengekor Abigal memasuki mobil dan melesat meninggalkan Markas Revandra.
" kak, memang mau mulai apa ?? kau dengan kak Vandra ??" tanya Rans dijalan.
" pesta.. pesta dimarkas tadi." jawab Abigal dengan santai.
" pesta ?? kakak.mau mengadakan pesta ?? kakakipar pasti tidak akan suka.." protes Rans.
Abigal.menghentikan laju mobilnya dengan mendadak.
criiitt...
meski terkejut Rans hanya memandang sang kakak.yang menatapnya serius.
" dengarkan kakak, jangan katakan apapun kepada siapapun itu jika.kita membawa kayra dan maudy kemarkas Revandra. termasuk juga dengan Zakia. apa kau.mengerti ??" terang abigal.
" aku.mengerti, tapi kenapa kak ??" tanya Rans.
" orangtua maudy termasuk orang yang berpengaruh, itu salah satunya. dan juga keluarga Revandra tidak akan suka jika.papa mereka masih menghidupkan anggota mafia itu, termasuk juga Zakia.. intinya, kita simpan ini sendiri-sendiri. anggap saja tidak pernah terjadi," lanjut Abigal.
Rans mengangguk pelan. pertanda mengerti. Abigal kembali melajukan mobilnya agar segera sampai dirumah mereka.
kelegaan sedikit terasa sebab, para pengganggu sudah berhasil disisihkan. kini Abigal hanya memikirkan cara untuk membuat istrinya kembali ingat semua kenangan bahagia mereka.
.
.
__ADS_1
.