LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 163


.


.


.


Setelah membaringkan Zakia dengan benar, Nada keluar dari kamar putrinya bersamaan dengan Revandra yang sudah kembali dari kantornya.


" sudah dari tadi pa ??" tanya Nada yang segera menghampiri Revandra.


" baru saja. kau dari mana ?? aku.mencarimu.." tanya Revandra balik. yang langsung memeluk Nada.


" Zakia pa, dia sepertinya sedang kefikiran tentang Rans.. gondrong tadi bercerita jika Zakia bertemu Rans lagi. menurut papa apa mereka saling menyukai ??" balas Nada.


" menurutmu bagaimana ??" Revandra malah terlihat biasa saja.


" aku tidak bisa menebak.." jawab Nada singkat.


" perasaan orang kita tidak pernah tau, begitupun dengan putri kita.. kita beri ia semangat saja .."nasehat Revandra.


Nada mengangguk pelan. mereka berdua melangkah menuju kamar.


Zakia yang tanpa sengaja mendengar percakapan kedua orangtuanya merasa bersalah. mamanya sampai kefikiran karna tingkah anehnya karna terlalu keras berfikir.


" kasihan mama, aku tidak boleh begini, mama akan berfikir keras terus jika aku seperti ini saja.. toh aku sudah menjawab perasaan paman Rans, semua sudah selesai.." gumam Zakia yang kembali masuk kedalam kamarnya.


.


.


Didalam mobil Samantha dengan lahap menikmati sekotak mocci pilihannya.


Abigal bahkan sampai dibuat heran dengan tingkah istrinya yang tidak biasa memakan makanan sampai seperti itu.

__ADS_1


" apa itu enak ??" tanya Abigal.


" tentu saja. mas mau ??" tawar Samantha.


" tidak, aku tidak suka..habiskanlah.. mumpung masih disini kalau kau masih mau lagi.."ucap Abigal.


"mas Abi mau membuatku gendut ??!!" gertak samantha hingga membuat Abigal terperajak.


" bukan sayang.. aku tidak bicara begitu !!" Abigal mencoba membela diri.


" lalu tadi kenapa bilang aku harus segera menghabiskan dan beli lagi ??!! mas fikir Perutku tidak begah juga !!" protes Samantha dengan suara tinggi.


Abigal menggaruk kepalanya yang tidak gatal, Samantha terlihat aneh, dan mudah sekali tersinggung beberapa hari belakang.


" baiklah.. baiklah.. jangan marah ya.. jika tidak habis buat nanti saja dirumah, .." hibur Abigal.


" aku jadi tidak mau makan lagi !!" gerutu Samantha. Abigal mendegus dengan perlahan. Jika sudah begitu Samantha pasti sudah marah lagi. ekstra bersabar hanya itu yang kini dilakukan Abigal. entah mengapa Abigal sendiri bingung dibuatnya.


.


.


Mama wina masuk dengan secangkir kopi kesukaan Rans. ketukan pintu membuyarkan konsentrasi Rans hingga senyum mama wina nampak dari pintu.


" apa mama mengganggu ??" tanya mama wina.


"mama, tentu saja tidak.. " jawab Rans dengan senyum menghias diwajahnya.


mama wina meletakkan cangkir berisi kopi dimeja Rans.


" apa kau juga harus bekerja dirumah ?? apa tidak cukup dikantor saja ??" tanya mama wina yang melihat banyaknya berkas diatas meja kerja Rans.


" ada beberapa yang harus aku selesaikan, besok harus aku bawa mitting ma," terang Rans.


" jika lelah istirahatlah sayang. mama tidak mau kau sampai sakit.." nasehat mama wina.

__ADS_1


" mama tenang saja. aku makan teratur setiap hari, minum vitamin dan kopiku juga selalu tepat waktu kan.." canda Rans. hingga menimbulkan tawa kecil sang mama.


" kau selalu bisa membuat mama tertawa.." ucap mama wina.


" tentu saja, tawa mama kebahagiaan untukku.." balas Rans yang merangkul pundak mama wina yang sedang duduk.


" fikirkan kebahagiaanmu juga sayang.." ucap mama wina lagi.


" aku selalu bahagia jika bersama mama dan kak Abi.." timpal Rans sembari menyeruput kopinya.


" kau yakin ?? apa kau tidak sedang patah hati lagi ??" pertanyaan mama wina membuat Rans menghentikan acara minum kopi dan menatap sang mama.


" itu tidak mungkin ma.." timpal Rans.


" lalu kenapa kau sedikit muram jika dirumah ??" rasa penasaran mendorong mama wina menanyakannya.


Rans menghela nafas panjanganya, mamanya tidak pernah salah menebak hati para putranya


" aku memang sedang menyukai seseorang ma, tapi sepertinya aku harus bersabar untuk mendapatkan dia.." terang Rans dengan lirih.


mama wina sedikit lega, akhirnya Rans mau bercerita dengannya.


" bersabar adalah cara Allah menguji dirimu sayang.. mama berdoa semoga kesabaranmu kali ini berbuah manis.." nasehat mama wina.


" terima kasih ma.. mama.yang terbaik.." balas Rans.


Mama wina mengusap wajah Rans dengan lembut seraya menerbitkan senyum agar putranya kembali semangat.


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2