
bab 221
.
.
.
Sinar mentari sudah meninggi dengan cerahnya. kedua anak manusia yang saling berpelukan masih setia dalam balutan selimut dengan tubuh polos mereka. entah berapa kali Rans mengulang adegan ranjang bersama Zakia, hingga keduanya kelelahan.
Dering ponsel Rans terdengar ditelinga Zakia. perlahan zakia membuka matanya, mengusap mata dan wajahnya, hampir saja Zakia memekik kala mendapati Rans yang melingkarkan tanganya diperut Zakia. hampir zakia lupa jika kini dirinya sudah menikah, dan, Wajah Zakia bersemu merah ketika teringat apa yang mereka lakukan semalam, terasa memalukan jika diingat.
Dering ponsel terus terdengar hingga Zakia berusaha bangkit. namun Tangan Rans malah semakin erat memeluknya.
" paman sudah bangun ya ??" tanya Zakia sembari.menatap Rans yang masih memejamkan mata.
" biarkan saja.. jangan diangkat. aku tau itu dari kak abi.." balas Rans yang masih setia dengan mata terpejam.
" dari mana paman tau ??" tanya Zakia.
" tentu saja aku tau. dia akan bertanya apakah aku sukses dalam ritual malam pertama atau gagal.." jawab Rans sembari membuka mata dan langsung melayangkan ciuman dibibir Zakia.
wajah zakia kembali.bersemu merah saat Rans secara frontal mengatakan semua itu.
" kenapa ?? sudahlah jangan malu, aku suamimu..bahkan aku sudah merasakannya.." goda Rans.
Zakia tersenyum malu-malu sembari menepuk dada Rans dengan pelan.
Rans hanya tertawa lepas saat melihat ekspresi wajah Zakia yang sangat menggemaskan baginya. Rans menarik zakia kedalam pelukannya. kini ia amat bahagia bisa memiliki Zakia seutuhnya.
" terima kasih. kau sudah memberikan kehormatan yang tak ternilai kepadaku.." ucap Rans sembari mencium kepala Zakia.
" itu memang hakmu, milikmu, maaf sebelumnya aku merasa ragu.."balas Zakia.
"tapi bagaimana perfomaku semalam ?? memuaskan ??" pertanyaan frontal Rans yang sembari memainkan kedua alisnya membuat Zakia mendorong Rans agar pelukannya terlepas.
" dasar pria mesum !!" umpat Zakia yang menarik selimut untuk menutup dirinya yang tidak menggunakan sehelai benang pun. Rans hanya menyeringai dengan tawa kecil begitu saja.
__ADS_1
saat hendak berdiri Zakia merasakan sakit yang luar biasa pada area sensitifnya.
"aakkhhh !!"
Rans terperajak dan segera mendekati Zakia. ia panik seketika Saat mendengar rintihan Zakia.
" ada apa sayang ?? kau terluka ??"
Zakia menggeleng pelan dengan menahan rasa sakit itu.
" tidak..emm..ssttt..."
" tapi kau terlihat kesakitan ?? mananya yang sakit ??" tanya Rans masih dalam ekspresi panik. seraya meneliti setiap tubuh istrinya, tak ada luka yang ia dapati, hanya beberapa tanda merah disekitar leher yang ia yakini adalah ulahnya semalam.
" apa tanda merah ini yang sakit ??" Rans mencoba menerka.
Zakia kembali menggeleng. ingin rasanya ia katakan, namun rasa malu masih terus melanda hatinya.
" sayang.. bicaralah.. apa kita kedokter saja ??" ajak Rans memberikan solusi.
" tidak.. tidak perlu.. aku tidak perlu dokter.. ini wajar terjadi.. kita kan baru pertama kali melakukannya, dan kau mengulang beberapa kali tanpa memikirkan aku !!!" balas Zakia dengan suara meninggi karna kesal. suaminya bahkan tidak tau sakit yang ia rasakan..
" bukan menyakiti. tapi ini wajar terjadi saat kita baru pertama melakukannya, nanti rasa sakitnya akan berangsur hilang seiring waktu."terang Zakia.
" benarkah ?? kau tidak membohongiku kan ??" Rans belum merasa percaya.
"untuk apa membohongimu !!! paman tau kan aku ini calon dokter Obgyn, aku tau semuanya !!" balas Zakia dengan kesal. ia berusaha berdiri meski masih terasa Sakit.
Rans yang merasa bersalah segera memapah Zakia membantu agar Zakia bisa sampai dikamar mandi dengan aman.
Rans hendak masuk kedalam kamar mandi namun Zakia segera menahannya.
" mau apa ??"
" tentu saja menemanimu !!" balas Rans.
" paman diluar saja. aku mau berendam air hangat." timpal Zakia.
__ADS_1
"aku juga mau berendam. bagaimana jika.kita bersama berendamnya ??" tawar Rans.
Zakia menerbitkan senyum terpaksa lalu redup seketika "jangan aneh-aneh.. ini saja masih sakit.." segera Zakia mendorong Rans agar keluar dan menutup rapat pintu kamar mandi.
" jika sudah panggil aku ya !!??" teriak Rans dari luar.
Rasa penasaran muncul dibenak Rans. ia segera mengambil ponselnya membuka beberapa pesan dari sang kakak.
"*bagaimana ?? berhasil tidak ??"
'hey pria brengsek !!'
'huh..jika sudah berhasil kau langsung melupakanku ya* ??!!'
Rans segera membalas pesan Abigal.
' kak, aku berhasil membobol pertahanan Gawang Zakia.. tapi Zakia jadi kesakitan karna aku memaksa membobolnya ??!! apa dulu samantha juga seperti itu ??'
balas Rans.
Rans mondar mandir menunggu jawaban pesan sang kakak.
tak lama notif pesan muncul.
'*itu wajar terjadi. nanti kalau sudah sering kau masuki tidak akan sakit, tapi nikmat 🤣🤣 dulu samantha juga begitu.. berikan perhatian lebih saat Zakia merasakan sakitnya..'
' aku jadi takut mau kak !!'
' jika takut kau tidak akan memiliki anak dasar bodoh !!! itu tidak apa-apa !! lanjutkan saja. !!"
' lanjut apanya ??!!'
' memasuki gawang pertahanan Zakia bodoohhh* !!!'
Rans mendegus kesal kala sang kakak menekan kata bodoh.
" aku kan memang belum.berpengalaman dasar kakak tidak bijak !!!" gerutu Rans begitu saja.
__ADS_1
.
..