
bab 218
.
.
.
mobil Rans berhenti disebuah pondok yang bercahaya remang. dengan dibantu Rans, Zakia menuruni mobil.
" ini dimana ?? kenapa hanya ada pondok ini ??" tanya Zakia menatap kesekeliling, cahaya lilin menerangi jalan setapak yang mengarah kepondok.
" malam ini kita menginap disini.. ayo masuk.." ajak Rans.
meski terlihat ragu, Zakia segera menggandeng lengan Rans berjalan memasuki halaman pondok.
dipintu pondok nampak tulisan yang dihiasi lampu. tertera nama Zakia disana.
'Congratulation Zakia'
" kenapa ada namaku ??" tanya Zakia menghentikan langkahnya.
Rans menghadap Zakia dan meraih kedua tangan Zakia..
__ADS_1
" sebenarnya ini kejutan ketika kau lulus kemarin. aku ingin kita mengadakan pesta kecil-kecilan disini. namun karna aku harus menghadiri rapat tahunan aku terlambat datang dan membuatmu marah.. maafkan aku yang tidak menepati janji. mulai sekarang aku akan belajar mengutamakanmu dulu.." terang Rans dengan menatap Mata zakia.
Zakia menerbitkan senyum manisnya. "utamakan pekerjaan. aku tidak mau sampai kau bangkrut.." canda Zakia.
Rans menerbitkan senyum bahagianya. lalu memeluk Zakia dengan erat.
" terima kasih sudah setia padaku.."
" terima kasih juga sudah setia menungguku.."balas Zakia yang menikmati pelukan hangat dari rans.
" ayo masuk.. " Rans melepas pelukannya dan menarik Zakia masuk kedalam pondok itu.
suguhan sebuah hunian berbentuk pondok kecil, namun didalamnya terdapat banyak sekali perabot dan interior mewah nan elegan. Zakia terpana dibuatnya.
" bukan. ini milik keluarga kami.. sekarang menjadi milikmu juga. maaf ya, aku tidak menyiapkan dekor atau sambutan untukmu sebagai istriku, kedua pria tua itu tidak mengatakan jika akan menikahkan kita langsung, aku menyiapkan tempat ini untuk mrlamarmu waktu itu.." jawab Rans
" aku hanya butuh cinta dan kesetiaan paman saja.. buat apa sambutan dan hiasan bunga, jika paman hanya mencintaiku setengah hati." balas Zakia.
" itu tidak mungkin.. 5 tahun menunggumu apa kau masih meragukan kesetiaanku.." timpal Rans.
Zakia hanya menjawab dengan tawa kecilnya.
Rans kemudian berjongkok dihadapan Zakia. meraih jemari Zakia. "Zakia Aku bukan pria baik. aku juga tidak kaya, aku hanya seorang pria yang selalu haus akan cinta darimu, berusaha bersabar meski terkadang rasa jenuh menghampiri, Zakia.. will you marry me..??"
__ADS_1
Zakia terkekeh dengan pernyataan Rans. bagaimana bisa Rans mengajaknya menikah saat mereka sudah resmi menjadi suami istri.
" kenapa tertawa ??" tanya Rans.
" paman lucu sekali..kita sudah resmi menikah, bagaimana bisa paman mengajakku menikah.." jawab Zakia
Rans mengerucutkan bibirnya " aku menyiapkan kata-kata itu untuk melamarmu saat kau baru lulus kemarin.. memangnya kenapa jika aku melamarmu sekarang ?? aku kan memang belum melamarmu !!"
" baiklah..baiklah..Paman Ransyah.. I will." balas Zakia dengan suara lantang, Rans melebarkan senyumnya
bahagia, hanya itu yang dirasakan zakia dan Rans.
Rans langsung menggendong Zakia hingga membuat Zakia memekik karna terkejut dan seketika mengalungkan tangannya dileher Rans.
" aakkhh !! paman. !! turunkan aku !!!"
," kau akan dihukum karna masih memanggil suamimu dengan sebutan paman.." ancam Rajs tanpa mengindahkan zakia yang protes.
" menghukum ?? memang harus ??" tanya Zakia dengan menatap wajah Rans yang begitu dekat dengannya.
" tentu saja sayang.." balas Rans sembari memainkan kedua alisnya.
melihat itu Zakia hanya mendelik dan merasa bergidik, entah mengapa Zakia sendiri tidak tau. sedangkan Rans hanya menyembunyikan tawanya melihat betapa menggemaskannya wajah zakia saat terkejut.
__ADS_1
Demi menyelamatkan wajahnya yang seperti udang Rebus, Zakia menyembunyikan wajahnya diceruk leher Rans. yang entah mengapa rasanya begitu nyaman dan hangat