
bab 200
...
Rans tidak membawa Zakia kembali, melainkan membawa Zakia kesebuah tempat bermain untuk menghibur Zakia.
" untuk apa kita kesini ??" tanya Zakia.
" berjalan-jalan. ayo turun.."ajak Rans yang langsung turun dan memutari mobil membukakan pintu mobil untuk Zakia.
Meski terlihat muram, Zakia segera turun dan menatap kesekeliling. dimana banyak wahana bermain yang juga banyak dimintai pengunjung.
" ayo.." ajak Rans sembari menggenggam jemari tangan Zakia dan menariknya memasuki taman bermain itu.
Setelah membayar karcis Rans membawa Zakia memasuki satu persatu wahana.
Rans terlihat begitu bersemangat membuat Zakia tersenyum.
Sebuah pemainan lempar gelang pada sebuah Botol dimainkan oleh Rans untuk.mendapatkan hadiah berupa boneka untuk Zakia.
" paman yakin bisa ??" tanya Zakia.
" tentu saja. kita lihat " Rans mulai berkonsentrasi mengarahkan gelang pada botol.
happ..
gagal. Rans gagal melakukannya dengan ekspresi Rans yang geram Zakia mulai menerbitkan senyum tipisnya.
" aku akan mencoba lagi.." ucap Rans pada penjaga Permainan itu.
Rans kembali mencoba dengan menajamkan mata mengarah kepada Botol.
dan..
__ADS_1
gagal lagi...
" aahh..." gerutu Rans.
Zakia tersenyum kembali ketika mendapati Rans gagal melakukannya. ia melipat kedua tanganya dan setia disisi Rans yang masih berusaha.
hingga satu jam, Rans tetap tidak.bisa melakukannya.
," berapa harga permainan ini !! aku akan membelinya !!" pinta Rans yang geram karna tidak berhasil.
pengunjung disekeliling Rans hanya menyembunyikan seringai mereka.
Zakia meraih lengan Rans. " sudah, tidak apa-apa.. ayo kita coba yang lain.." ajak Zakia sembari tersenyum.manis.
" tapi aku sudah satu jam disini sayang.. masak tidak satupun hadiah kudapatkan.." balas Rans.
" bagaimana jika kita naik.bianglala.itu saja ??" tawar Zakia sembari menunjuk bianglala yang begitu tinggi dan Besar.
Rans mengikuti jari Zakia yang menunjuk. mata Rans membulat kala melihat bianglala yang begitu tinggi itu. berputar membuat Rans menelan ludahnya dengan kasar.
"oh.. i..iiya.. ayo.." balas Rans berusaha menyembunyikan ketakutan pada dirinya.
Zakia.segera menarik Rans dan membawanya menaiki bianglala itu.
Rans merasa bergidik ketika sudah didekat Bianglala. ragu-ragu Rans menaikinya.
" paman. ayo !!" Panggil zakia yang sudah duduk ditempatnya terlebih dulu.
" kau yakin ??" tanya Rans.
" tentu saja. ini akan menyenangkan.. ayolah.." balas Zakia penuh semangat.
Rans terpaksa naik dan duduk disisi Zakia memasang sabuk pengaman. wajahnya terlihat memucat karna menahan takut. Sejak kecil Rans begitu takut pada permainan seperti itu, namun demi menghibur Zakia, Rans menahan ketakutan dalam dirinya.
__ADS_1
Bianglala mulai berputar, Rans terlihat memejamkan mata dan menahan nafasnya.
Zakia yang melihat begitu terhibur dengan ekspresi wajah Rans yang bagi Zakia amat lucu.
hingga ketika Posisi mereka ada diatas bianglala.berhenti mendadak.
" aaahhhh !!!! ada apa ini ????!!" teriak Rans begitu panik Sembari meneliti kesegala arah dimana dirinya berada diatas.
" paman takut ya ??" ejek Zakia.
" si..siapa, aku...aku hanya terkejut.."balas Rans.berusaha tenang.
" benarkah ?? kita ada diketinggian dan bianglalanya rusak."Zakia malah menakut-nakuti Rans.
" apa !!? rusak ??!! apa-apaan permainan ini kenapa rusak masih dipakai !!!" protes Rans terlihat kawatir.
Zakia tertawa kecil dengan respon Rans yang begitu berlebihan.
" ya memang sudah seperti ini, suka korslet." tambah Zakia lagi.
Wajah Rans sudah pucat pasi dengan penuh kawatir.
Zakia yang tidak tahan melihat kekawatiran pada Rans tertawa lepas.
" ha..ha..ha..ha.."
" kenapa kau malah tertawa ?? kita terjebak disini ??" tanya Rans dengan wajah seriusnya.
" wajah paman lucu sekali jika ketakutan, ha..ha..ha.." ucap Zakia masih dengan tawanya.
Rans hanya mendegus kesal. ia begitu kawatir dan ketakutan kekasihnya Malah tertawa lepas mengejeknya.
.
__ADS_1
.
.