LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 190


.


.


.


Mama wina membawa darren duduk diruang tunggu dengan bersamaan.


" maaf sebelumnya. perkenalkan nama saya darren. saya pamannya Zakia." ucap Darren dengan sopan.


" saya sudah tau. maaf kita harus bertemu di rumah sakit tuan." balas mama wina


" tidak apa nyonya. saya kesini hanya mengantar Zakia yang begitu kawatir dengan Rans." terang darren.


" mohon dimaklumi Tuan darren, mereka kan masih muda." balss Mama wina.


" saya mengerti. kalau begitu saya permisi dulu. saya titip putri saya disini nanti malam akan saya jemput." pamit Darren.


" iya tuan. saya pasti akan menjaganya dengan baik." mama wina mengangguk dengan ramahnya.


Darren segera berlalu dari hadapan Mama wina.


.


.


Dikamar rawat Rans, Zakia dengan telaten menyuapi makanan untuk Rans.


" aku sudah kenyang Zakia.." protes Rans.


" Tapi ini masih banyak.. paman harus menghabiskannya, biar cepat sembuh.." balas Zakia dengan terus menyendokkan makanan.


" itu sangat tidak enak.. orang sakit kenapa makannya selalu seperti itu.." protes Rans lagi.


" namanya orang sakit tentu mulutnya tidak akan merasakan enak.. ayolah..buka mulut paman itu !!" Zakia kembali menyodorkan sendok kemulut Rans.


Rans hanya mendegus kesal dan kembali membuka mulutnya. menerima suapan demi suapan yang diberikan zakia hingga tak tersisa.


" akhirnya habis juga.." gumam Rans.


" paman mau nambah ??" tawar zakia.

__ADS_1


"tidak..tidak.. perutku hampir meledak karna kekenyangan." timpal Rans cepat-cepat. Zakia hanya terkekeh dengan jawaban Rans barusan.


setelah meletakkan piring diatas meja kembali dan memberi Rans minum, Zakia kembali duduk disisi Rans dengan senyum tipis terhias diwajahnya.


" terima kasih.." ucap Rans dengan kata lekat menatap Zakia.


" untuk apa ??" tanya zakia.


" terima kasih atas rindu dan cinta yang kau berikan." jawab Rans dengan lembut.


Zakia tertunduk menyembunyikan wajahnya yang merah merona.


" kenapa ??" tegur Rans.


Zakia menggeleng. " tidak, aku tidak apa-apa.."


Rans meraih jemari zakia dan menggenggamnya dengan kuat. Zakia bisa merasakan hangatnya genggaman tangan Rans. perlahan zakia mengangkat wajahnya menatap lekat Rans.


" aku sangat mencintaimu.." ucap Rans lirih namun terdengar ditelingan Zakia.


Zakia menerbitkan senyumnya. "aku juga.."balas Zakia. keduanya tersenyum bersama dengan bahagia.


"emm.. bagaimana jika kita merubah panggilan..??" ide Rans berusaha mencairkan suasana.


" ya.. panggilan layaknya pasangan kekasih.. masa iya kau tetap memanggilku paman padahal aku kan kekasihmu.." terang Rans.


Zakia tertawa kecil mendengar penuturan Rans.


" memang panggilan itu yang cocok untukmu paman..ingat usia dong !! paman kan memang sudah layak dipanggil dengan sebutan pa..man" goda Zakia.


" dan apa kau tidak malu jika bertemu temanmu dan memanggil kekasihmu dengan sebutan paman ??" balas Rans tidak mau kalah.


seketika Zakia memanyunkan bibirnya hingga menimbulkan gelak tawa Rans.


" lalu aku harus memanggil paman.bagaimana ??" tanya Zakia


" kau harus memikirkan itu. panggilan apa yang cocok untukku.."jawab Rans dengan santai.


" paman menyebalkan !!tadi memintaku mengganti panggilan, tapi tidak mau memberi contoh !!" protes Zakia


Rans begitu gemas dengan ekpresi wajah Zakia ketika sedang menggerutu begitu. rasanya ia ingin terus mendekap gadis kecil itu.


" sudahlah, lebih baik paman istirahat saja..!! masalah panggilan kita fikirkan nanti kalau paman sudah sehat" ucap Zakia dengan pasti.

__ADS_1


" kemarilah.." ucap Rans


Zakia menautkan alisnya. ia bingung maksud Rans bagaimana. saat ini posisi Zakia ada disisi Rans dan tengah duduk.


" kemana ??" tanya Zakia


"temaniku aku tidur, berbaringlah disisiku.. aku ingin tidur ditemani kekasihku.."jawab Rans dengan tatapan intens kearah Zakia.


entah mengapa fikiran Zakia berubah negatif langsung. ia segera menutup dada dengan kedua tangan.


" apa maksud paman ??!!"


" memang apa yang kau fikirkan ??!! aku hanya ingin kau temani saja !!!" timpal Rans.


" temani yang bagaimana ???!! itu banyak artiannya !! masih sakit sudah aneh-aneh !!" gerutu Zakia.


Rans mendekati Zakia dengan memajukan tubuhnya lalu menepuk kening Zakia dengan pelan.


" paman !!" protes Zakia.


" makanya jangan kebanyakan nonton drakor, kau jadi terbawa sinetron kan.. fikiranmu langsung kearah negatif saja.." terang Rans.


" siapa !! aku kan hanya berjaga-jaga saja.." timpal zakia. mengalihkan wajahnya yang bersemu merah


" benarkah ??" goda Rans.


Zakia tidak menyadari jika Rans denga cekatan menariknya dan seketika Zakia jatuh kembali kepelukan Rans.


zakia yang terkejut membulatkan matanya menatap Rans, ingin marah namun seketika rasa marah itu luntur ketika melihat tatapan Rans yang intens kearahnya.


Rans mendekatkan wajahnya kewajah Zakia, hingga hanya beberapa centi saja jarak keduanya, sementara Zakia mematung dengan semua itu, bahkan jantungnya sudah tidak berdetak lagi.


Semakin dekat dan semakin dekat, hingga Zakia yang tidak sanggup melihat memejamkan mata. Rans menyunggingkan senyum tipis diwajahnya ketika Zakia dengan spontan memejamkan mata seakan menahan sesuatu.


" aku hanya minta kau menemaniku tidur,disisiku sini...bukannya kau yang memintaku beristirahat ?? bukan bermain ditempat tidur seperti yang kau fikirkan.." bisik Rans ditelinga Zakia.


seketika Zakia membulatkan matanya,


" paman !!!!" pekik Zakia yang begitu kesal mendengar bisikan Rans.


.


.

__ADS_1


__ADS_2