LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 158


.


.


.


" kenapa kau menatapku seperti itu ??" tanya Abigal dengan mengerutkan alisnya saat sadar Rans menatapnya dengan penuh kecurigaan.


" kenapa kakak tidak terkejut ??" tanya Rans balik.


Abigal mendegus kesal lalu menatap Rans dengan malas. " sikapmu yang berlebihan terhadap Zakia sudah membuatku tau jika kau memang menyukainya. !! aku fikir hanya fikiran negatifku saja, ternyata semua memang benar.."


" ja..jadi, selama ini kakak sudah tau ???!" protes Rans.


" memangnya kenapa ??!!"


" jika sudah tau kenapa masih bertanya !!!" Rans begitu kesal, bercampur malu, selama ini ia tidak sadar jika kakaknya begitu memperhatikannya dalam diam.


" aku hanya memastikan saja. memangnya tidak boleh !!"balas Abigal.


" seharusnya kau memberiku ide, bukan malah bertanya sesuatu yang sebenarnya sudah kau tau !! membuang waktu saja !!" gerutu Rans sembari berdiri dan.berjalan mendekati kolam.


Abigal kembali terkekeh dengan tanggapan Rans.


"ide apa yang perlu aku berikan ?? kau sudah menyatakan perasaanmu kan ?? tunggu saja jawabannya. !!"


" aku kawatir Zakia malah menghindariku kak !!" balas Rans.


" tidak akan, dia bukan tipe.gadis seperti itu.." timpal Abigal.


Abigal.mendekati Rans dan berdiri disisi Rans mengikuti tatapan adiknya kearah kolam yang begitu tenang pada malam hari.


" kau harus ingat, Zakia adalah gadis yang masih sangat muda, dia bahkan belum pernah berpacaran ataupun dekat dengan pria manapun karna pengawalan dari papanya, Hanya denganmulah Zakia dibiarkan pergi. Gadis itu memiliki mimpi besar dalam hidupnya, jangan pernah mematahkan impiannya, kau harus lebih bersabar menunggunya.." terang Abigal dengan bijak.


Rans menatap Abigal. "kakak seperti sudah tau apa jawaban Zakia ??"


" hanya menebak, tapi semoga saja ia mau dengan pria dewasa sepertimu.."canda Abigal dengan sunggingan senyum diwajahnya.


" usiaku memang bertambah tua, tapi wajahku masih pantas bersamanya kak !!"timpal Rans yang ikut tersenyum.

__ADS_1


" iya, iya, aku tau kau tampan..paripurna sempurna, jenius " Abigal berkata sembari memutar tubuhnya hendak pergi kekamarnya.


Rans hanya bisa tertawa kecil dengan ucapan sang kakak yang menggodanya.


Kembali Rans menatap kearah kolam, tak lama ia beralih kelangit dimana.bintang bertebaran.


"aku tidak akan menyerah jika kau memang mau menolakku Zakia, aku akan menunggu kapanpun kau siap dan bisa menerimaku " gumam Rans dengan pasti.


.


.


.


.


waktu begitu cepat berganti, Pagi hari juga sudah datangkembali, Cuaca yang begitu cerah seakan tidak membuat Zakia ceria seperti biasa.


semalaman bahkan ia tidak bisa tidur karna terlalu memikirkan pernyataan cinta Rans kepadanya kemarin malam.


meski berusaha menutupi gurat kegelisahan dengan senyum manis diwajahnya, tetap saja Nada Dan Revandra sebagai orangtua mengerti betul jika putrinya tengah memikirkan sesuatu.


Dimeja makan, zakia bahkan tidak mengejek sang adik, biasanya Zakia begitu suka mengejek adiknya yang bernama Naren dan membuatnya merengek hingga suasana pagi didalam rumah mereka begitu ramai.


Revandra berdehem beberapa kali, Zakia yang cekatan segera memberikan segelas air putih kepada sang papa.


" papa, jangan buru-buru.." ucap Zakia.


" terima kasih sayang.." balas Revandra yang dijawab senyum manis putrinya itu


" apa ujianmu belum selesai ??" tanya Nada berusaha tidak kentaraa jika ia sebenarnya ingin mencari tau kenapa putrinya sedikit muram.


" hari ini terakhir ma. doakan semoga lancar ya ??" balas Zakia


" itu pasti sayang.. em..apa kau ada masalah sekolah ??" tanya Nada ragu-ragu.


Zakia menatap sang mama.yang terlihat berharap mendapat jawaban.


Zakia hanya berdehem dan mengatur tasnya kembai.


"tidak ada ma,mungkin aku hanya kelelahan sebab aku terlalu sering membaca." terang Zakia mencoba memgalihkan pembicaraan.

__ADS_1


Zakia segera meneguk susu didepannya. lalu ia berdiri dan sekalian berdiri untuk.berangkat sekolah.


" ma, pa, Zakia berangkat dulu.." pamit Zakia sembari mencium tangan Nada dan revandra.


" hati-hati dijalan.. janga berkelahi ya jika disekolah.."nasehat Nada.


" mama tennag saja.." balas Zakia yang mencium pipi mamanya.


" katakan gondrong harus melapor satu jam sekali.." ucap Revandra.


" memangnya aku dimana ??! aku hanya srkolah, untuk apa melapor !!" protes Zakia.


" jaga-jaga saja.." timpal Revandra sekenanya.


Zakia.mencebikkan bibir bawahnya dan segera melangkah keluar.


setelah Zakia tidak terlihat, Nada menahan lengan Revandra yang juga hendak bersiap kekantor.


" pa, ada apa dengan zakia ya ?? dia terlihat aneh pagi ini..??" tanya Nada.


" kau percaya putrimu kan ?? jadi anggap saja dia baik-baik saja. jangan menanyakan apapun, mungkin ia belum siap membicarakannya," jawab revandra dengan bijak.


" aku hanya kawatir padanya pa.." timpal Nada.


" aku juga kawatir, tapi dia masih sanggup menahannya sendiri, beri saja ia selalu dukungan. katakan impian dan cita-citanya adalah yang utama." terang Revandra.


Nada mendegus perlahan. "baiklah, aku akan berusaha tidak kepo.."


" istri pintar.. aku mencintaimu.."Revandra mengecup kening Nada. Naren yang melihat bertepuk ttangan dengan kuat,


" sayang Naren juga !!"pinta Naren.


Segera Nada dan Revandra mengecup kedua pipi Naren.


baik Revandra, maupun Nada tersenyum dengan bahagia. Naren pun kegirangan bukan main.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2