LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 117


.


.


.


Gondrong memilih jalan yang sedikit sepi agar Tidak ada korban lain jika mereka menyerang membabi buta.


segera gondrong membanting setir mobilnya dan menghadang Laju dua mobil yang terus mengikutinya.


kedua mobil itu langsung berhenti dan dari dua mobil itu keluar beberapa pria berotot kekar dengan senjata ditangannya.


" sial.. mereka terlalu banyak !!" umpat Gondrong.


" nona, segera hubungi Romi atau Yohan. kita tidak akan sanggup mengalahkan mereka. saya akan mencoba menahan mereka sampai


bantuan datang..cepatlah. ..!!" pinta gondrong yang mengambil pistol miliknya.


" paman kita kan belum mencoba, hanya beberapa tidak sampai puluhan masa ia kita tidak bisa mengalahkan mereka !!" timpal zakia.


" nona tolong jangan terlalu percaya diri.. kemampuan nona masih terlalu dini," setelah berkata demikian gondrong segera turun.


Zakia menggembungkan pipinya. " awas saja nanti.. aku akan berlatih lagi supaya lebih kuat..!!" Zakia berkata demikian sambil menekan ponselnya menghubungi Romi asisten pribadi papanya.


Diruang mitting Ponsel Romi berdering, segera Romi melangkah keluar ruangan agar tidak mengganggu acara mitting yang tengah berlangsung.


" halo nona, ada apa ??" jawab romi.


" paman, bisa tidak membantuku. kami dihadang..eee.. bukan..bukan.. maksudnya diikuti terus sekarang diserang beberapa pria, aku sudah katakan jika aku bisa membantu paman gondrong, tapi paman gondrong malah menyuruhku menghubungi paman," celoteh Zakia.


" apa ?? diserang ?? lalu gondrong dimana ??"


tanya Romi penuh kawatir.


dorr..


dorr..


tutt..


tutt..

__ADS_1


sambungan panggilan terputus.


" halo nona !!? nona Zakia !!! nona !! haiss.. sial !!" umpat Romi yang langsung berlari masuk keruang mitting.


tanpa memperdulikan yang lain, Romi membisikan tentang yang terjadi pada Zakia kepada Revandra.


Brakkk..


semua terkejut dengan Revandra yang menggebrak meja begitu saja.


begitupun dengan Rans, ia sedikit heran dengan Ekpresi Revandra serta asistennya yang penuh keseriusan.


" kak. ada apa ??" tanya Rans.


Revandra segera berdiri dari duduknya.


" maaf sebelumnya, saya harus segera pergi. anak saya dalam bahaya, apapun keputusan mitting kali ini saya akan setuju. permisi.." tanpa.menunggu jawaban Revandra melangkah pergi diikuti Romi asistennya.


" Zakia ?? dalam bahaya ??" gumam Rans yang langsung merasa kawatir dibuatnya.


" kak deri, tolong lanjutkan mitting kali ini.. aku harus membantu kak Vandra.." ucap Rans pada Deri.


" tapi tuan...-"


namun Deri segera bisa menghandle kembali kericuhan didalam ruang mitting.


.


.


Bruukk..


" aakhhh !!" Zakia terjatuh akibat tendangan kuat dari lawan.


" nona !!" gondrong yang melihat nonanya terkena pukulan hendak menolong, namun sepertinya dirinya disibukkan dengan pria kekar yang mengeroyoknya.


Zakia meringis menahan sakit diperutnya. ia berusaha berdiri dan menatap tajam.pria yang masih setia dihadapannya.


" dasar pria jelek !! kau fikir tidak sakit apa ditendang diperut !!" teriak Zakia.


pria itu tidak menjawab, dia memilih menyerang Zakia kembali.


dagg..

__ADS_1


dagg..


dagg..


bukk..


bukk..


bukk


pukulan bertubi-tubi tanpa ampun dilayangkan pria kekar itu. Zakia hampir saja kuwalahan dibuatnya. hingga Zakia terfikir untuk menggunakan belati sang papa yang ia bawa.


Zakia menggunakan trik tipuan yang biasa ia lakukan sambil mengambil belati dalam saku celananya,


srekkk...


sreekk..


Tepat sasaran, pria kekar itu terkena sayatan dikedua lengannya.


namun seolah tidak memiliki rasa sakit,pria kekar itu tetap berdiri kokoh tanpa kesakitan sedikitpun.


" dia badak atau manusia ?? kenapa tidak kesakitan ??" ucap Zakia yang keheranan ketika melihat pria kekar yang hanya mengusap darah dilengannya yang terus mengalir.


Zakia yang mematung keheranan tidak sadar jika salah satu teman pria kekar itu membidikkan pistol kearahnya. gondrong yang tau segera berlari kearah Zakia, namun mereka berdua kalah jumblah, gondrong kembali dikepung agar tidak bisa menolong Zakia.


" Nona awas !!" teriak gondrong.


Zakia yang mendengar teriakan Gondrong segera menoleh kebelakang. dan..


dorr..


dorr..


dorr..


.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2