LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 199


.


.


.


Lama menunggu akhirnya Revandra sudah kembali keruangannya, ia sedikit terkejut karna putrinya sudah diruangannya bersama Rans.


" papa.." sapa Zakia yang berlari mencium tangan sang papa.


" ada apa kemari ??" tanya Revandra yang langsung duduk disofa bersama Rans dan Yohan.


" saya permisi dulu.." pamit Yohan yang dibalas anggukan oleh Revandra.


" apa ada masalah ??" Revandra beralih menatap Rans.


" tidak kak, sebenarnya aku sendiri juga ragu mau mengatakannya." balas Rans. yang semakin membuat Revandra penasaran.


" pa, papa bisa tidak menolongku..??" tanya Zakia dengan bergelayut dilengan sang papa.


" menolong ?? kau berulah lagi ??!" terka Revandra.


" tidak !! bukan aku !!!" balas Zakia.


" lalu ??"


Zakia mengatur nafasnya dan menenangkan fikirannya untuk mengatakan masalahnya.

__ADS_1


" jadi begini pa, temanku diculik mantan tunangannya dan tidak tau dibawa kemana, bahkan kepolisian sudah hampir menyerah. dulu temanku bercerita jika mantan tunangannya itu pria kejam dan gila, temanku dulu dijual disebuah bar oleh mantan tunangannya itu, aku kasihan padanya pa, aku ingin papa membantuku menolongnya, papakan punya banyak koneksi anak buah.." terang zakia dengan wajah memohon.


Revandra beralih menatap Rans dengan tajam seolah meminta penjelasan. karna Revandra yakin Rans juga mengenal orang yang dimaksud Zakia.


" namanya Revia kak, dia seorang dokter kandungan dirumah sakit Pelita. dia temanku kuliah diAmerika dulu. dan untuk mantan tunangannya dulu Revia mengatakan jika pria itu adalah anggota dunia gelap sepertimu kak." terang Rans.


Revandra mulai memahami semua, ia juga masih terdiam.


" papa.mau kan membantunya ??" tanya Zakia penuh harap .


Revandra menyandarkan tubuhnya disofa.


" maaf sayang.. papa tidak bisa membantumu. dan papa harap kau jangan mencampuri urusan mereka, berurusan dengan anggota mafia hanya akan menimbulkan peperangan yang menimbulkan korban, papa sudah lelah untuk semua itu." Balas Revandra dengan sungguh-sungguh.


" tapi pa, kasihan kak Revia.. dia pasti ketakutan dalam belenggu pria tidak berperasaan seperti itu !!" protes Zakia.


"kepolisan pasti akan berusaha semaksimal mungkin. kita jangan sampai ikut campur. "balas Revandra.


" jangan memancing papa Zakia. anak buah papa begitu banyak semua itu tidak akan terjadi padamu !!" gertak Revandra dengan suara meninggi.


Zakia terlihat kesal dan segera berlari keluar.


" maaf kak, aku sudah katakan padanya agar tidak mencampuri urusan orang lain tapi..-"


" sudahlah, ikuti dia sajam hibur dia agar tidak bersedih. aku akan mencoba mencari keberadaan wanita yang dimaksud Zakia. tapi jangan katakan pada Zakia. aku tidak mau Zakia tau kehidupan Mafia lagi." terang Revandra menyela ucapan Rans.


Rans mengangguk pelan dan segera keluar dari ruangan Revandra.


.

__ADS_1


Dengan sedikit berlari Rans menyusul langkah Zakia yang begitu cepat karna kesal. panggilan Rans bahkan tidak dihiraukan oleh Zakia.


"Zakia !!! tunggu dulu !!!" panggil Rans berulag-ulang.


hingga dengan cekatan Rans meraih lengan Zakia saat sudah dekat.


" lepas !!" namun seketika Zakia segera menghempaskan tangan Rans yang menahan lenganNya.


," tenanglah dulu, kau jangan marah " ucap Rans berusaha selembut mungkin.


Zakia masih diam, namun ekpsresi wajahnya menandakan jika Zakia amat marah kepada Rans. Zakia memilih melanjutkan langkahnya dan segera masuk kedalam mobil.


" aku harap kau jangan marah.. keputusan papamu memang benar." terang Rans saat sudah didalam.mobil.


" apa ??benar ?? paman diam saja sejak tadi diruangan papa karna paman memang tidak mau menolong kak Revia kan ?? aku tau paman tidak menyukai kak Revia, tapi dimana hati.nurani paman !!" tuduh Zakia berapi-api.


" bukan seperti itu Kia.. berurusan dengan anggota mafia memang sangatlah berbahaya. papamu saja yang seorang pemipin mafia sudah lelah berurusan dengan mafia lain," terang Rans.


" tapi setidaknya kita kan harus berusaha menolongnya.." Mata Zakia mulai.berkaca-kaca karna merasakan kesedihan.


" aku tau kekawatiranmu, tapi apa kau mau mengorbankan banyak nyawa hanya demi menolong Revia saja ?? ingat kata papamu, hanya ada pertempuran jika ingin melawan, dan pasti bakal banyak korban nanti..apa kau tidak kasihan juga pada anggota papamu yang memiliki keluarga disini ??" Rans mencoba menjelaskan dengan selembut mungkin.


Zakia hanya menitikkan airmatanya. ia tidak bisa menyalahkan sang papa yang amat melindungi anggotanya juga. Rans yang melihat zakia menangis segera menarik Zakia dan memeluknya.


" kita pantau dari kepolisian saja.. dan membantu dengan doa.." hibur Rans.


" tapi aku sudah mengatakan akan membantu pada Rio."balas Zakia.


" aku yang akan menjelaskannya nanti.. sekarang jangan bersedih lagi ya.." Rans mengeratkan pelukannya agar zakia tidak lagi bersedih.

__ADS_1


.


.


__ADS_2