
bab 103
.
.
.
Lelah tapi penuh bahagia itulah yang dirasakan abigal dan samantha. keduanya kini memilih untuk kembali kehotel dan beristirahat.
yogi tetap setia menemani dan mengantar hingga sampai dihotel.
" terima kasih banyak kak Yogi, tempat-tempat yang kakak pilih semua sangat sangat indah." ucap Samantha yang sudah diluar mobil.bersama Abigal.
" sama-sama nona," balas Yogi penuh keramahan.
sementara Abigal segera meraih secarik cek dari dalam sakunya yang memang sudah disiapkan sejak tadi.
" Yogi. ambillah ini. " ucap Abigal sambil menyerahkan secarik cek kepada Yogi.
" tuan ini..-"
" anggap saja tips dari saya. benar kata Deri kau mampu membuat kami terpesona dengan destinasi pilihanmu." timpal Abigal ketika Yogi hendak berkata.
" terima saja kak. anggap saja ini rezeki dari Tuhan untuk kakak.." balas Samantha
" terima kasih Tuan Abi. terima kasih nona. apa besok masih mau jalan-jalan.lagi ??" tanya Yogi penuh semangat.
Samantha menatap Abigal seolah memohon untuk memberikannya waktu sehari lagi.
" baiklah. besok kita jalan-jalan lagi.." ucap Abigal yang mengerti maksud istrinya.
senyum.bahagia mengembang diwajah Samantha sambil.mengeratkan pelukan dilengan abigal.
__ADS_1
" kalau begitu saya permisi, jangan sungkan menghubungi saya jika anda butuh bantuan tuan dan Nona." pamit yogi dengan berpamitan.
Abigal dan samantha mengangguk secara bersamaan.
yogi segera mengendarai mobilnya meninggalkan pasangan suami istri itu.
Samantha dan Abigal segera kembali kekamar mereka untuk beristirahat.
.
.
.
Pagi yang cerah menyapa, aktivitas biasa Rans dikantor yang disibukkan dengan bebagai agenda pertemuan.
pagi itu Rans datang lebih awal, ia segera memasuki kantor dan menuju ruangannya mmelalui lift khusus.
" aahh.. terima kasih.. " ucap maudy yang mengikuti langkah rans memasuki Lift. dengan terengah-engah setelah berlari kecil mengejar Rans.
Rans diam tanpa merespon. Maudy sejak tadi curi-curi pandang dengan terus memperhatikanRans.
" apa kau sudah siap ?? pukul 9 nanti kita akan bertemu klien." ucap Rans
" tentu Rans. aku sudah mempersiapkan semuanya." jawab maudy penuh antusias, mendengar Rans bertanya kepadanya sungguh suatu kebahagiaan baginya.
segera maudy mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. bersamaan dengan pintu lift yang terbuka.
Rans segera melangkah tanpa.memperdulikan Maudy.
" Rans tunggu sebentar !!" cegah Maudy sambil.berlari kecil menghampiri Rans.
Rans menoleh dengan malas.
__ADS_1
" maudy, bisa tidak kau profesional.ketika bekerja ?? apa sopan kau memanggil atasanmu seperti itu ?!!" tegur Rans dengan tegas.
Maudy terperajak dan gelagapan dibuatnya " oh.. maaf, maaf sebelumnya pak. ini saya bawakan sarapan untuk anda."
Rans menatap kotak makanan yang diulurkan kepadanya.
" maaf saya tidak bisa menerima. saya tidak.mau staf lain berfikir yang bukan-bukan nanti. simpanlah untuk kau saja " jawab Rans singkat.
" tapi ini kan hanya sarapan saja, apa respon mereka akan berlebihan seperti itu ??!" protes Maudy.
Rans membuang nafasnya dengan kasar. "jika aku terima, besok pasti kau akan membawanya lagi. dan jika.itu sampai terjadi, akan menjadi pusat perhatian staf yang lain. saya tidak mau itu terjadi. fokuslah pada pekerjaanmu saja." setelah berkata demikian Rans langsung masuk keruangannya.
maudy terlihat kesal dibuatnya hingga ia membanting kotak makanan bawaannya.
prakkk..
nafasnya memburu karna kesal yang berlebihan. tangannya terkepal kuat, ia merasa ditolak secara halus oleh Rans.
tanpa sengaja ada karyawan yang melihat Maudy membanting kotak makan itu dan menegurnya.
" Nona, kenapa dibanting ?? sayang dong makanannya ??" tanya salah satu karyawan
Maudy.menatap kedua karyawan dengan tatapan tidak sukanya.
" kalian mengejekku !!! hah ??!! berani kalian !!!?" betak Maudy.
kadua karyawan itu terlihat ketakutan dan segera meninggalkan maudy yang tatapan matanya tajam menahan amarah.
.
.
.
__ADS_1