LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 113


.


.


.


Maudy membanting setir mobilnya dengan kasar, entah mengapa ia malah menuju apartemen sang kakak kayra. dengan wajah masam dan hati penuh amarah Maudy mengetuk pintu apartemen kayra.


tokk...


tokk..


tokk..


sebuah jawaban agar maudy masuk terdengar dari luar, segera maudy masuk begitu saja, dan lagi mata maudy harus melihat sang kakak yang tengah bergumul dengan pria hidung belang diatas ranjang.


" sial !!!" umpat maudy, ia memilih duduk dikursi membelakangi ranjang dimana kakaknya berada.


suara ******* memenuhi ruang apartemen itu, entah karna sudah penuh amarah, atau memang maudy sudah terbiasa, maudy memilih menegak minuman keras yang selalu disiapkan kayra diatas meja. tegukan demi tegukan seolah mewakili perasaan maudy yang kecewa, sakit dan penuh amarah.


.


.


.


Mobil Zakia sudah tiba didepan rumah sakit dimana Revia bekerja.


" maaf ya. sudah merepotkan.." ucap Revia.


" kakak.bicara apa, aku tidak masalah kok.." balas Zakia dengan senyum keramahannya.

__ADS_1


" kakak kagum padamu Zakia, kau begitu periang dan amat ramah pada semua orang, tapi kau bisa berubah menyeramkan jika dalam keadaan terancam." puji Revia.


" ah..kakak terlalu memuji, aku hanya berusaha melindungi diri saja. papa bilang meski aku seorang wanita, aku harus bisa menjaga diri dan melindungi diri." balas Zakia.


Revia menerbitkan senyumnya. " kakak sangat ingin bisa bela diri sepertimu"


" jangan kak, aku saja sekarang sudah dilarang papa. kata papa ini terlalu berbahaya.."timpal Zakia.


" ya.. untuk jaga-jaga saja, setidaknya jika keadaan mendesak.." ucap Revia.


Zakia.mengangguk pertanda mengerti.


" kak, aku tau siapa yang bisa mengajarimu.." kata Zakia dengan penuh semangat.


" siapa ??" tanya Revia.


Zakia tersenyum misterius, ia lalu membisikkan sesuatu pada Revia, agar pengawal setianya tidak mendengar apa yang dikatakan, hal itu membuat Revia membulatkan matanya.


" kakak tenang saja, nanti aku akan coba bicara dengannya..bagaimana ???" tawar Zakia.


" ah.. tidak..tidak. kakak tidak.mau dia berfikir yang macam-macam nanti." timpal Revia.


" tidak mungkin kak," balas Zakia.


" janganlah. lebih baik kakak tidak latihan bela diri saja.." Revia langsung turun dari mobilnya.


Zakia mengeluarkan kepalanya dari jendela kaca


" kakak bilang tertarik ??" goda Zakia.


" tidak, siapa bilang !! sudahlah pulanglah. lupakan ucapanku yang ingin latihan beladiri itu.." setelah berkata demikian Revia berjalan masuk kedalam rumah sakit. Zakia yang melihat ekspresi Revia hanya tertawa lepas hingga membuat gondrong menggelengkan kepala.


.

__ADS_1


.


Abigal baru saja menerima laporan dari Deri tentang apa yang terjadi pada Rans.


Seolah ikut kesal Abigal mengepalkan tangannya dengan kuat.


" tolong jaga Rans selama aku tidak dirumah. pastikan anak buahmu melindungi dia, aku yakin Wanita itu belum mau menyerah." perintah Abigal pada Deri.


" baik tuan, akan saya laksanakan." balas Deri.


sambungan panggilan terputus. Abigal bisa bernafas lega, setelah adiknya sudah tau siapa maudy sebenarnya.


" apa yang terjadi ??" tanya Samantha yang tiba-tiba sudah dibelakang Abigal.


Abigal berbalik dan menyambut Samantha dengan sebuah pelukan hangat.


" Rans sudah tau semua tentang maudy,dia meminta anak buahku menyelidik siapa Maudy dan semua keterlibatannya," jawab Abigal.


" mas, kita sudah tau sejak lama, kenapa waktu itu kita tidak memberitau Rans ??" ucap Samantha


" semua perlu pembuktian sayang.. kejadian dibar waktu itu sudah disabotase maudy, aku yakin ada orang lain dibaliknya. makanya aku sengaja tidak ikut campur agar seseorang dibelakangnya tetap mengira kita tidak tau apapun tentang kejadian itu." terang Abigal.


" aku juga sempat berfikir seperti itu. tapi kira-kira siapa ya mas ??" tanya Samantha.


" sudahlah biarkan aku yang mengurusnya. nikmati liburanmu saja," jawab Abigal.


Samantha tersenyum dan mengangguk pasti. ia sangat percaya suaminya pasti bisa menyelesaikan misteri itu.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2