
bab 156
.
.
.
sepanjang jalan Rans hanya diam tanpa berkata apapun. kekesalannya semakin menjadi ketika Zakia memaksa Revia agar duduk didepan disisi Rans. wajah masam dan muram yang kini menghiasi Rans.
Revia sadar betul jika Rans begitu tidak menyukai keadaan itu, namun Zakia selalu berhasil memaksanya. melihat ekpresi wajah Rans saja Revia faham Rans tidak sama sekali menginginkan dirinya berada dibangku depan.
Sedangkan zakia yang mungkin memang kelelahan tertidur dibelakang dengan nyenyak. Rans yang bisa melihat zakia dari spion depannya mendegus kesal. "bisa-bisanya dia tidur setelah membuatku kesal !! anak nakal, awas saja jika nanti kau sudah jadi kekasihku !!" batin rans
Revia menoleh kebelakang, senyum tipis terlihat diwajahnya ketika melihat Zakia yang begitu tenang ketika tidur.
" apa kau sudah mengatakannya ??"tanya Revia lirih.
" mengatakan apa ??" tanya Rans balik.
" tentu saja perasaanmu. apa lagi.." balas Revia.
" tadi sudah mau ku katakan, gara-gara Zakia mau menolongmu semua gagal !!" gerutu Rans.
Revia tersenyum getir mendengar jawaban Rana barusan.
" maafkan aku Rans..aku tidak bermaksud mengganggumu.." ucap Revia lirih.
" kau tidak bersalah. semua karna keadaan saja !! mungkin memang tadi bukan waktu yang tepat." balas Rans dengan tegas.
Revia kembali terdiam, sesak rasanya didada. namun itulah kenyataan pria yang ia kagumi dan sukai tidak sama sekali menyukainya, ia harus kembali menelan pil pahit dengan keadaan yang menyiksa.
.
__ADS_1
.
Mobil Rans berhenti tepat didepan rumah Revia. Beberapa kali Revia mengatur nafas serta menelan ludah dengan kasar. Rans masih sama, tetap acuh terhadapnya.
" terima kasih. aku turun dulu.. lain kali aku akan berusaha untuk tidak menyusahkan kalian berdua." ucap Revia yang kemudian turun.
" jangan bicara begitu. mintalah tolong jika kau memang membutuhkan." balas Rans yang mulai bisa menerima keadaan.
" pulanglah, Zakia terlihat kelelahan."lanjut Revia lagi.
Rans mengangguk pasti dan segera menyalakan kembali mesin mobilnya. meninggalkan rumah Revia.
"kau begitu menyukainya Rans..seharusnya aku bisa faham sejak lama..semoga setelah ini kita jangan bertemu lagi.." gumam Revia yang kemudian memasuki rumahnya.
.
.
.
panggilan Dari Rans membuat zakia perlahan membuka matanya.
" ya ampun.. aku ketiduran ya ??" ucap Zakia dengan suara parau khas bangun tidur.
" kau lelah ??" tanya Rans dengan lembut.
Zakia meregangkan otot-otot tangan dan tubuhnya, " aahh...tidak, hanya mengantuk saja..he..he.."
" kak Revia mana ??" tanya Zakia setelah sadar didepan sudah kosong.
" sudah dirumahnya." jawab Rans dengan santai.
" benarkah ?? kenapa tidak membangunkanku..!!" protes Zakia.
__ADS_1
" dia tidak mau mengganggu tidurmu." balas Rans.
Zakia segera berpindah kebangku depan. Senyuman Rans terbit ketika melihat Zakia yang menggembungkan pipinya.
" baiklah. ayo kita pulang. aku sudah mengantuk.." ucap zakia.
Rans mengangguk dan segera menyalakan mesin mobilnya kembai.
mobil Rans membelah keramaian kota dimalam hari, Zakia terus fokus pada ponselnya berkirim pesan dengan Revia.
" paman, apa paman tidak menyukai kak Revia ??" pertanyaan Zakia membuat Rans menge rem mobil mendadak.
" ada apa ??!!" tanya Zakia yang terkejut.
Rans menatap Zakia dengan mata tajam dan penuh serius.
" kenapa kau bertanya hal itu ??" tanya Rans balik.
Zakia mengerjapkan matanya beberapa kali. tatapan Rans seakan memasuki mata terdalamnya.
" em..hanya bert..tanya..maksudku kak Revia terlihat menyukai paman "
" dia berhak menyukaiku, tapi aku juga berhak menentukan hati. iya kan ??"
" jika aku katakan aku sudah menyukai wanita lain bagaimana ??" tanya Rans dengan serius.
"siapa ??" Zakia begitu antusias ingin tau.
Rans tak melepas pandangannya dimata Zakia. tata pannya terus tanpa berkedip.
" kau.." jawab Rans dengan tenang dan pasti..
Zakia membulatkan matanya, matanya berkedip beberapa kali, ia seolah tidak percaya dengan apa yang didengar. namun tatapan Rans yang berarah kepadanya seolah menandakan jika yang dikatakan Rans sungguh-sungguh serius.
__ADS_1
.
.