
bab 215
.
.
.
Dengan dibantu MUA dan juga Nada Zakia dirrias dan berganti baju menggunakan kebaya elegan nan mewah Yang Zakia yakini adalah buatan sang mama.
Rasa tak percaya masih nampak diwajah zakia. hari itu ia akan menikah. semua sudah direncanakan keluarganya dan keluarga Rans.
ia masih mematung dalam diam, ia bahkan tak habis fikir dengan cara sang papa dalam membawaanya.
sentuhan lembut dipundak zakia membuyarkan lamunannya. seulas senyum penuh kasih sayang dilayangkan Nada pada putri kesayangannya.
" apa kau sudah siap ??" tanya Nada.
"ma, benar aku akan menikah hari ini ??" jawab Zakia kembali. bahkan pertanyaan itu terus dilontarkan Zakia beberapa kali sejak Rans dibawa keruangan lain untuk bertukar pakaian dan dirias.
Nada hanya terkekeh dengan pertanyaan sang putri. belaian lembut diwajah Zakia Dapat dirasakan oleh Zakia.
" kau sangat cantik sayang.. maafkan mama dan papa yang merencanakan semua ini..mama tidak mau kalian selalu salah faham. setelah kau menikah, belajarlah bersikap lebih dewasa, marah dan tidak mau bicara bukan solusi sebuah permasalahan. masalah akan semakin keruh jika seperti itu." nasehat Nada.
Zakia memeluk perut Mamanya, sedih bercampur bahagia seakan tak bisa dijabarkan oleh apapun. "maafkan Zakia ma.. Zakia akan berusaha untuk lebih dewasa menyikapi apapun.."
" jangan minta maaf. mama tau perasaanmu. sekarang jangan sedih-sedih lagi. hari ini adalah hari yang begitu kalian tunggu kan ?? perjuangan kalian akan membuahkan hasil hari ini..semua tamu sudah datang, mama Rasa Rans juga sudah dibawah. ayo kita turun.." ajak Nada dengan mengangkat wajah zakia dan mengusap air mata yang hendak jatuh.
__ADS_1
Zakia mengangguk pelan. dan menerbitkan senyum. Nada segera membantu Zakia berdiri dari duduknya.
Rans juga telah siap dengan setelan senada dengan kebaya Zakia. ketampanannya semakin mempesona karna baju itu seolah menyatu pada dirinya. Rans bahkan masih tidak percaya dirinya akan menikah hari itu. pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan Rans pada mama wina serta Samantha yang berada disisinya.
" aku tidak menyangka kalian menyiapkan semua sampai seperti ini.." ucap Rans ketika mulai menuruni tangga dimana ruangan itu sudah berhiaskan dekor-dekor mewah na elegan.
" tentu saja. mama mau yang terbaik untukmu. apa kau sudah siap ??" balas Mama wina sembari mengalungkan tangannya dilengan Rans.
" tentu saja aku siap... penantianku selama ini berbuah manis juga.." timpal Rans.
" kau yang terbaik Rans.." tambah Samantha. mereka bersama menuju altar tempat dimana penghulu sudah menunggu. Revandra dan Abigal juga telah siap disana.
.
.
tak lama setelah Rans, Zakia turun bersama Nada dan beberapa pelayan. semua mata tertuju pada pengantin wanita yang begitu cantik paripurna. kebaya yang melekat ditubuhnya seolah menambah kesan seksi dan elegan. Rans bahkan sampai tidak berkedip sedikitpun terpukau betapa cantik calon istrinya itu.
" jangan terus memandang !! hafalkan saja kalimat ijab kabulnya !!" celoteh Abigal.
Rans hanya memutar bola.matanya dengan malas.
Nada mendudukkan Zakia disisi Rans. Setelah itu Nada dan mama wina mengeluarkan cincin pernikahan dan meletakkannya diatas meja.
" apa semua sudah siap ??" tanya penghulu.
" siap pak, silahkan dimulai.." balas Mama wina.
__ADS_1
" tunggu !!" Zakia mencegah penghulu menjabat tangan Rans.
Semua nampak kebingungan begitupun dengan Rans. Zakis beranjak dari duduknya dan menuju tempat dimana papanya duduk sebagai saksi.
bersujud dikaki Revandra hingga membuat Revandra terkejut.
" pa.. Zakia tau zakia bukan anak kandung papa. tapi zakia selalu menganggap papa sebagai papa kandungku, kasih sayang yang mama dan papa berikan seakan tidak pernah bisa aku balas. bisakah papa yang menikahkanku hari ini ??" tanya Zakia dengan mata berbinar.
Revandra berusaha menahan air mata, meski didadanya terasa sesak karna terlalu lama menahannya. Dengan senyum Revandra mengangguk dan mengangkat Zakia agar segera berdiri.
" baiklah.. papa akan menikahkanmu.."
Revandra mendudukkan kembali putrinya disisi Rans. dan duduk disisi Penghulu. atas arahan sang peghulu, Revandra mulai menjabat tangan Rans.
gemuruh jantung berdetak tak hanya dirasakan Revandra sendiri. melainkan Rans juga merasakannya. padahal Rans sudah sangat biasa dekat dengan Revandra, namun kali ini setelah menjabat tangan calon mertuanya itu, Rans bisa merasakan sesuatu yang berbeda.
" Ranssyah Arsenio. saya nikahkan dan saya kawinkan kau dengan putriku yang bernama Zakia Nirmala Ambara Binti alm.Aditya Rudi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 10 juta rupiah dibayar tunai." Revandra mengucapkannya dengan sungguh-sungguh.
" saya terima nikah dan kawinnya Zakia Nirmala Amabara Binti alm.Aditya Rudi dengan mas kawin seperangkat alat sholat dan uang sebesar 10juta rupiah dibayar tunai." balas Rans tanpa salah sedikitpun
" bagaimana para saksi ??" tanya penghulu
" saahhh..."
para saksi dan tamu mengucapkan tanda jika pernikahan rans dan zakia sudah sah. penghulu segera membacakan doa dan semua menunduk mengamini dengan kidmat.
.
__ADS_1
.
.