
bab 150
.
.
.
Selesai bertemu klien. Abigal membawa Rans dan Revandra untuk makan siang seperti biasa.
Senyum terpancar diwajah ketiga pria tampan itu dimana mereka sudah berhasil.memenangkan tender bernilai puluhan miliaar, seakan tidak sia-sia perjuangan mereka sejak beberapa hari yang lalu.
" Hey Abi !! aku tidak mau makanan biasa, kita sudah menang kau harus memesan yang spesial ?!" tegur Revandra.
Abigal.sama sekali tidak peduli ocehan Revandra. karna hal seperti itu sudah biasa terjadi sejak dulu.
Pelayan datang dengan buku menu dan menyerahkan dihadapan Revandra dan abigal. sedangkan Rans masih setia terdiam, entah apa yang difikirkannya.
"saya mau pesan menu spesial disini ya..usahakan.porsi besar. untuk 3 orang. dan juga minumnya...yang favorite disini saja." pinta Revandra. pelayan mencatat pesanan Revandra.
" baik, ada lagi Tuan ??" tanya Pelayan.
" Abi, kau bagaimana ?? mau.menambah.menu atau tidak ??" Revandra menatap Abigal.
" pesanlah sesukamu !! aku ikut saja." balas Abigal.singkat. Abigal memilih Fokus dengan ponselnya. ya, itulah Abigal tak pernah berhenti berkirim pesan dengan istri tercintanya.
Sedangkan Revandra hanya mencebikkan bibirnya. temannya memang sedang dipenuhi kasmaran,
" sudah. sana cepat buatkan !!" perintah Revandra kepada pelayan.
" Rans kau tadi hebat sekali.." puji Revandra.
" kakak.terlalu berlebihan.. semua juga atas bantuan kalian berdua..terima kasih selama sudah mendampingiku.." balas Rans.
" sama-sama.. Abigal tidak akan membiarkanmu sendiri pastinya !!" timpal Revandra.
" tentu saja !! dia adikku !!" balas Abigal dengan nada ejekan.
" cih !! seperti punya adik sendiri saja !!"gerutu Revandra.
__ADS_1
Abigal hanya tersenyum begitupun dengan Rans yang juga tertawa kecil dengan respon Revandra.
tak lama makanan Sudah tersaji diatas meja, baru saja Revandra hendak bersiap memyantap ponselnya sudah berdering.
" ada apa ??" tanya Revandra.
" Tuan, nona tadi berangkat dengan Tuan Rans. mobil saya terkena paku dijalan..sekarang saya sedang dibengkel, nanti tolong hubungi orang rumah agar menjemput Nona disekolahnya tuan. sepertinya saya akan lama dibengkel," terang Gondrong.
" kau.menyuruhku !! kenapa.tidak kau saja yang menghubungi orang rumah !!!" protes Revandra.
" maaf Tuan. ponsel saya keriset. semua nomer hilang dan hanya nomer tuan yang saya hafal." balas gondrong.
" ya ampun.. kau benar-benar ceroboh !! baiklah biar aku saja yang menjemputnya !!" tanpa.menunggu jawaban Revandra mematikan panggilannya.
Rans yang begitu tertarik ketika tanpa sengaja mendengar nama Zakia memberanikan diri bertanya kepada Revandra.
" kenapa kak ?? apa Zakia sudah mau pulang ??"
" hampir, dia kan hanya ujian. kau tadi mengantarnya ya ?? " tanya Revandra balik sembari.melahap.makanan didepannya.
" iya.. aku tidak sengaja lewat." jawab rans ragu-ragu.
gelagapan Rans dibuatnya. " oh..itu..em..aku, hanya mau membeli sesuatu saja, adanya disekitar situ.." Alasan rans sekenanya.
" pantas saja kau bisa terlambat !!" gerutu Abigal.
Rans hanya cengengesan dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Revandra hanya tersenyum dan terus melanjutkan aktivitas makannya.
Rans ingin.mengatakan jika ia saja yang menjemput Zakia, namun ia begitu takut dicecar berbagai pertanyaan dari sang kakak yang berada disitu, hingga tanpa.sadar Rans hanya melamun sejak tadi tanpa.menyentuh makanan didepannya.
Abigal yang bisa melihat wajah gundah Rans menghentikan makannya. " kau kenapa ?? ada yang kau fikirkan ??"tanya Abigal.sambil.menepuk pundak Rans.
"oh.. tidak. em..hanya..aku.belum terlalu lapar saja.." jawab Rans dengan asal.
" makanlah walau hanya sedikit. oh ya, setelah ini kau ada mitting lagi tidak ?? aku mau.minta tolong padamu, tolong jemput putriku disekolahnya, aku baru ingat jika aku memiliki...-"
" tidak paman, aku kosong. tidak ada jadwal apapun. baiklah. aku yang akan menjemput Zakia." Rans menyela kata- kata Revandra dengan penuh semangat.
__ADS_1
Revandra yang sudah faham semuanya hanya tersenyum saja.
" kau bersemangat sekali ??!! apa kau menyukai Zakia ??" terka Abigal. sambil menatap tajam Rans.
Rans membulatkan matanya, kakaknya selalu bisa menebak apapun terhadapnya.
"kakak, bicara apa !!" timpal Rans. yang dengan segera membuang tatapannya kearah lain, tatapan sang kakak sungguh penuh tuntutan jawaban.
" sudah-sudah, Ayo makan dulu.. " Revandra mencairkan suasana. sambil.mengedipkan salah satu mata kepada Rans.
"apa maksud kak Vandra ya ??" ucap rans dalam hati.ia segera melahap makanan agar kakaknya tidak kembali bertanya.
.
.
.
🧚♂🧚♂🧚♂
ok Reder, ini sudah mulai masuk ceritanya Rans sama Zakia ya.. jangan nanyain dokter Revia dimana, soalnya dia sedang terpuruk jadi belum.mau nongol 🤭🤭🤭
untuk Cerita Abigal dan samantha juga masih ada, tapi ini lebih fokus kekonfliknya Rans sama Zakia yang beda usia.
Tetap pantengin terus ya..
terima.kasih yang masih setia dengan karyaku 🙏🙏🙏
dukung terus ya, ramaikan kolom like.dan komentnya, jika berkenan kasih vote juga boleh..😁😁
tapi ngk maksa lo ya 🤭🤭🤣🤣
.
.
.
.
__ADS_1
.