
bab 78
.
.
.
plakk..
plakk..
plakk..
Maudy memegang kedua pipinya yang ditampar beberapa kali oleh kakak tirinya.
" kakak, kenapa malah menamparku !!" protes Maudy.
" kenapa ?? kau gagal Maudy..semua tidak sesuai keinginanku !!!".balas Kayra dengan kesalnya.
selama ini tidak ada yang tau jika maudy memiliki seorang kakak, karna kayra memilih menjalani hidupnya dengan caranya sendiri hingga kedua orangtuanya mengusirnya dari rumah. kayra adalah kakak kandung maudy yang memilih jalan yang salah dalam hidupnya, bahkan kedua orangtuanya sudah mencoretnya dalam kartu keluarga dan ahli waris akibat tingkah lakunya yang membuat malu keluarganya.
" itu bukan salahku !! semua kan ide kakak !! jika mereka bisa mengontrol emosi masing-masing apa juga termasuk kesalahanku !!" timpal Maudy dengan kesal sambil duduk dikursi dengan wajah masam.
Kayra mengusap kasar wajahnya. "pulanglah !! papa dan mama pasti mencarimu !!"
" tapi bagaimana dengan rans ?? q ingin lebih dekat dengannya ??!! bukannya kakak juga menyukai kakaknya Rans ??!!" protes Maudy.
" kau bisa diam tidak !!! kalau kau punya cara sendiri lakukan saja !! cih.." bentak kayra.
maudy menghentakkan kakinya menahan kesal. dan keluar dari kamar apartemen milik Kayra.
__ADS_1
" aaakkhhhh !!!" teriak Kayra sambil.menjambak rambutnya.
" q butuh uangnya, q harus mendapatkan Abigal lagi.. q bisa gila jika tidak membeli obat itu !!! aakkhhh !!!" Kayra memejamkan matanya dengan geram.
.
.
Samantha berdiri didepan jendela kamarnya. dirumah orangtua samantha kamar mereka tidak sebesar dirumah Abigal, namun nuansa nyaman dirasakan oleh Samantha sendiri.
Abigal juga tidak mempermasalahkan bahkan ia juga tidak pernah menanyakan kepada Samantha kapan mereka akan kembali kerumah besar keluarga Arsenio.
sudah hampir satu bulan Samantha dan Abigal tinggal dirumah orangtua samantha. sesekali mama wina juga berkunjung kesana untuk mengobati rasa rindu pada putra dan menantu kesayangannya.
Abigal juga telah kembali pada aktivitasnya memimpin perusahaan utama milik keluarga.
Dirumah mama wina mendekati Rans yang juga selama sebulan telah menghukum dirinya dengan mengurung diri dirumah tanpa mau kemana-mana.
mama wina mengetuk pintu kamar Rans.
" Rans.. boleh mama masuk.." ucap mama wina
tak lama Rans membukakan pintu kamarnya. dan mempersilahkan mama wina masuk.
" ada apa ma ??" tanya Rans.
mama wina duduk dikursi didekat Rans yang juga duduk. mama wina menyerahkan sebuah berkas kepada Rans.
" apa ini ma ??" tanya Rans lagi.
" bacalah sayang." jawab mama wina.
__ADS_1
Rans membuka berkas itu, sesekali alisnya bertaut dan ia menggelengkan kepalanya pelan.
" ma.. q..-"
" Rans, ini janji kakakmu dulu, kau harus memimpin anak perusahaan papamu setelah kau lulus kuliah, Abigal sudah mengubah surat-suratnya sejak kau berangkat, bahkan dia telah menyerahkannya sejak kau mengirimkan nilai pertamamu." terang mama wina.
" tapi ma, apa Rans pantas menjadi pemimpin ?? Rans terlihat frustasi.
mama wina menggenggam tangan Rans. "kau pasti bisa sayang..kau harus bangkit..mama akan semakin sedih jika kau hanya mengurung diri seperti ini.."
Rans terdiam sesaat.
" ma, bisakah q bertemu kakak dan Samantha ??" pinta Rans.
" apa kau sudah siap ??" tanya mama wina.
Rans mengangguk pasti, " iya ma, sebelum q memulai hidup baruku, q ingin mendapat maaf dari mereka berdua."
mama wina menerbitkan senyumnya " mama senang mendengar ucapanmu, tapi sebelum itu, atur kata-kata agar kau tidak melukai hati saudaramu..dia tetap kakakmu, pengganti papamu selama ini, akan berdosa jika kau berkata kasar padanya.."
Rans ikut menerbitkan senyumnya sambil memeluk mama wina.
" terima kasih ma, mama selalu mendampingiku...menjadi penerang kegelapan dalam hatiku..mama.."
Mama wina mengusap punggung putra keduanya itu. " jadikan pengalaman sebagai guru untuk kau pelajari sayang.. kau putra mama.. sampai kapanpun akan seperti itu.."
.
.
.
__ADS_1