LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 89


.


.


.


Mama Wina dan ibu Rani sampai dirumah baru Abigal. keduanya berjalan beriringan memasuki halaman luas rumah itu.


" bu Wina, rumah ini besar sekali.." ucap ibu Rani.


" tentu saja bu Rani, semua kan untuk Samantha seorang." canda mama wina.


" kira-kira mereka sudah bangun belum ya ??" tanya Ibu Rani


" kita coba masuk saja." jawab ibu wina yang langsung membuka pintu rumah. seluruh penjaga sudah mengenali mama wina, karna sebagian penjaga dari rumah mama wina.


pelayan yang mengenal mama wina segera menyambut kedatangan nyonya mereka.


" selamat datang nyonya.." sapa pelayan.


"apa tuan rumah kalian belum turun ??" tanya mama wina.


" sudah nyonya. tuan dan nona sedang berkebun dihalaman belakang." terang pelayan.


mama wina dan ibu Rani saling tatap. " berkebun ??"mama wina mencoba menajamkan pendengarannya.


pelayan mengangguk pasti.

__ADS_1


" sejak kapan Abi mau berkebun ??" tanya mama wina pada dirinya sendiri. ia sangat tau betul betapa putra pertamanya itu sangat tidak.menyukai tanah.


" pasti dipaksa Samantha bu Wina, dari kecil Samantha suka sekali berkebun." balas Ibu Rani.


"benarkah ??!! syukurlah kalau begitu.. Anakku bisa berubah juga akhirnya.. semua berkat Samantha Bu Rani.." puji mama wina.


" jangan berlebihan bu Wina, tegurlah dia jika terlalu mengatur nak Abi." balas Ibu Rani.


mama Wina hanya membalas dengan senyuman. " baiklah, ayo kita lihat anak-anak kita dulu.." ajak mama wina.


Ibu Rani mengangguk dan mengikuti langkah mama wina kehalaman belakang.


.


.


" sayang ini hampir sore, apa kau tidak lelah ??" tanya Abigal yang sudah penuh dengan keringat.


meski peluh memenuhi wajahnya Samantha masih setia menyelesaikan acara berkebunnya.


Abigal hanya menggelengkan kepalanya dan duduj berteduk dipinggiran dimana ada tempat santai disana. meneguk air yang telah disiapkan pelayan.


" wah.. Abi.. kau ini bagaimana, istru berkebun kau malah duduk bermain ponsel sih.." tegur mama wina.


Abigal dan Samantha menoleh bersamaan,


" mama "


" ibu.."

__ADS_1


ucap Samantha dan Abigal bersamaan. keduanya segera menghampiri sosok yang melahirkan mereka yang berada dipintu.


" mama sama Ibu kenapa tidak bilang jika mau datang.. Saman kan bisa buatkan makanan.." ucap Samantha yang sudah dihadapan mama wina dan Ibu Rani.


" ya Ampun.. wajahmu sampai penuh keringat begitu sayang.." balas mama wina sambil mengusap wajah samantha dengan tissu.


" Ibu bawa kue kesukaanmu, ayo kita istirahat dulu." ajak Ibu Rani.


" Saman bersih-bersih dulu ya ma, bu, ibu sama.mama tunggu saja didalam, " balas Samantha. semua mengangguk dan mengikuti saran Samantha.


.


.


Rans meregangkan tubuhnya setelah seharian memulai pekerjaannya memeriksa setiap laporan.


ia melirik jam dimana sudah menunjukkan jika hari sudah sore. segera ia membereskan semua keperluannya dan berajak hendak pulang. ia tidak mau terlalu lelah karna bagi Rans masih ada hari esok untuk menyelesaikannya.


Rans mengendarai mobil sendiri tanpa sopir tanpa asisten. karna Deri harus mengurus kantor pusat, sebab Abigal masih belum berangkat kekantor entah sampai kapan.


tanpa sengaja saat dijalan Rans melihat seorang gadis berseragam SMA tengah berkelahi dengan 4 pria yang diyakini Rans adalah preman, jika dilihat dari pakaian dan perawakannya.


semakin dekat mata Rans membulat sempurna ketika mengenali gadis yang dikeroyok itu.


" ya ampun.. anak itu berani sekali.." gumam Rans yang langsung menepikan mobilnya dan keluar menolong gadis itu.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2