LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 174


.


.


.


Perlahan zakia membuka ruang kerja papanya, dengan menunduk sembari mendekati papa yang sudah duduk ditempatnya.


beberapa kali Zakia mengatur nafasnya, mencoba tetap tenang dan tegar. semua memang kesalahannya, ia harus mendapat konsekuensi atau setidaknya ia harus tanggung jawab dan mengakuinya.


" duduklah."perintah Revandra. tatapan sang papa seolah menusuk tembus mendalam didalam jantung.


Zakia segera duduk dihadapan papanya,


" papa tau semua karna perasaanmu, papa tau kau tangguh, tapi kau harus mengerti setiap perbuatan salah yang kau perbuat itu menimbulkan beban untuk oranglain." Revandra mulai menasehati putrinya. ia berusaha berkata selembut mungkin dan meredam kekesalannya.


" maafkan zakia pa, Zakia tidak akan mengulanginya lagi..Zakia sadar semua memang salahnya zakia.."balas Zakia dengan pasti. ia memberanikan diri menatap wajah papanya. rasa takut perlahan dikesampingkan oleh Zakia, Revandra memang terkadang terlihat konyol, penuh humoris, dan candaan ketika bersama keluarganya, namun saat putra putrinya membuat masalah, Ia bisa menjadi tegas dan ganas. apalagi jika ada yang mengganggu kehidupan keluarganya.


" papa.membiarkanmu berpacaran dengan Rans.. bukan berarti kau bisa bebas bergaul dengannya, kau dan dia tetap ada batasannya, nilai sekolahmu tetap harus kau pertahankan, papa.tidak mau hanya karna gangguan pacaran kau sampai abai dengan pendidikan. masa depanmu masih jauh, masih harus diperjuangkan, jika kau dan Rans ada masalah selesaikan dengan baik-baik, jangan dijadikan beban, dan jika kau tidak bisa menyikapinya kau bisa mengakhirinya, yang paling utama adalah Cita-citamu, kau mengerti ???" terang revandra

__ADS_1


Zakia menerbitkan senyum manisnya dihadapan papa Revandra. "aku akan berusaha mempertahankan nilaiku pa, Cinta tidak akan mengganggu pendidikanku..jika memang mengganggu, seperti kata papa, aku akan segera mengakhirinya..aku akan selalu menjaga diri dengan sebaik-baiknya, selama aku belum menikah diriku ini hanya milik papa dan mama saja.." balas Zakia dengan sungguh-sungguh.


Revandra manggut-manggut seraya tersenyum tipis. ia berdiri dari duduknya dan mendekati Zakia.


memegang kedua pundak zakia dan membawa Zakia berdiri. mata Revandra meneliti setiap sudut wajah Zakia, sosok Zakia kini sudah menjelma menjadi gadis manis remaja yang cantik pari purna, meski bukan putri kandungnya, Revandra begitu meyayangi Zakia melebihi apapun.


" papa tidak percaya, jika papa memiliki seorang putri secantik ini yang kini sudah remaja..kau ratu dirumah ini.. sampai kapanpun itu.." ucap Revandra dengan mata berkaca-kaca.


Zakia terharu dengan tatapan sendu sang papa. segera ia berhambur kepelukan Revandra.


" aku sayang papa..maafkan Zakia ya pa.. papa jangan marah lagi ya.." Zakia berkata dengan menahan air mata agar tidak jatuh.


Revandra mengusap rambut putri cantiknya itu. "iya sayang.. papa sudah memaafkanmu sejak tadi.."


.


.


.


Abigal bersama mama wina tengah berada diperjalanan pulang. dering ponsel Abigal.membuyarkan lamunan Abigal.

__ADS_1


segera ia meraihnya " halo ada apa ??" tanya Abigal.


" tuan, nona pingsan saya sudah membawanya kerumah sakit karna nona tidak sadar-sadar dirumah.." ucap pelayan dalam sambungan telfon.


" apa ?? pingsan !!? lalu sekarang bagaimana ??! em.. dirumah sakit mana ??!!" Tanya Abigal dengan penuh rasa kawatir dan panik.


mama wina yang bisa mendengar suara dari ponsel Abigal ikut panik dan kawatir juga.


" dirumah sakit Harapan Tuan. sekarang nona sedang ditangani dokter." lanjut pelayan itu.


"baiklah. kau tunggu disitu. saya segera tiba." Abigal langsung mematikan panggilannya.


" Samantha kenapa Abi ??" tanya mama wina dengan wajah kawatirnya.


" Samantha pingsan ma, sekarang dirumah sakit kita harus kesana." jawab Abigal.yang langsung memutar arah mobilnya dan menancapkan pedal gasnya memacu kecepatan tinggi agar segera sampai dirumah sakit.


"sayang.. kau kenapa ?? bertahanlah sayang.." batin abigal.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2