
bab 162
.
.
.
Rans memacu pedal gasnya dengan kecepatan tinggi. meski ia sudah siap dengan jawaban seperti itu Rans tetaplah manusia yang memiliki rasa juga.
Ia tidak mungkin menyalahkan zakia, Zakia memang masih muda, masih jauh dalam berjalan mencari jati diri dan meraih impian.
Zakia sendiri hanya terdiam didalam mobil sembari menatap keluar jendela. ia meremas jemarinya berusaha memberi kekuatan kepada dirinya sendiri, ia meyakini keputusannya adalah yang terbaik.
Gondrong yang memang mendengar percakapan dua insan itu ikut terdiam tanpa berani berkomentar apapun.
sesampainya dirumah Zakia langsung masuk kedalam tanpa menyapa para pelayan dan penjaga diluar. itu membuat para pelayan keheranan.
Sambutan hangat dari sang mama membuat Zakia memeluk Mamanya dengan erat.
" sayang.. kau sudah pulang.." sapa Nada.
Zakia semakin mengeratkan pelukannya. "mama, aku lelah sekali.. bisa tidak mama temani aku dikamar ??"pinta Zakia dengan suara lemahnya.
Nada yang sebenarnya tau putrinya sedang tidak baik-baik saja hanya menjawab dengan angggukan.
" baiklah. ayo mama antar kekamar.." Nada melepas pelukannya dan menuntun Zakia yang masih bergelayut dilengan mamanya.
Dikamar Zakia langsung merebahkan kepalanya dipaha sang mama yang begitu menyayanginya. usapan lembut dari Nada dikepala Zakia membuat Zakia perlahan memejamkan matanya.
" ma, ini nyaman sekali.." ucap Zakia lirih.
" tidurlah sayang.. jika kau lelah, lepaskan semuanya dengan tidur. maka ketika kau bangun semua akan membaik.." nasehat Nada dengan penuh kelembutan.
Zakia semakin dalam meresapi hingga nafas yang tadi tidak beraturan kini semakin lemah dan beraturan pertanda Zakia telah masuk kedalam mimpi dipangkuan Nada.
__ADS_1
"mama tau yang kau rasakan sayang.. semoga keputusanmu yang terbaik.." batin Nada yang terus mengusap kepala Zakia.
.
.
Rans juga memilih kembali pulang kerumah, wajah yang muram dengan jas ditangan bahkan Dasi yang sudah tak terpakai dengan benar mengejutkan Samantha yang memang masih disitu.
" Rans.. kau kenapa ? apa kau sakit ??" tanya Samantha penuh kawatir.
" aku baik kakak ipar.. aku kekamar dulu ya.." pamit Rans dengan menerbitkan senyum tipisnya.
" Rans.. jika kau ada masalah kau bisa bercerita denganku.. kau bilang aku kakak iparmu kan ?? bagikan bebanmu kepadaku juga.." tawar Samantha.
Rans menghentikan langkahnya. ia membuang nafas dengan kasar sembari memejamkan matanya.
" maaf, seharusnya aku tidak seperti ini..aku mau membersihkan diri dulu.." ucap Rans dengan suara lemah. ia lalu menapaki anak tangga lagi tanpa menoleh.
samantha hanya memandang adik iparrnya dengan nanar, Rans begitu kelihatan jika ada masalah, hingga ia dikejutkan dengan pelukan hangat dari belakang.
" kau menatap mantan kekasihmu ya.." bisik Abigal.
Abigal terkekeh dengan jawaban Samantha.
" memangnya kenapa dengan adik iparmu itu ??" tanya Abigal yang membalik tubuh Samantha agar menghadap dirinya.
" dia ada masalah mas, terlihat sekali..aku fikir jika ini karna wanita.." balas Samantha.
" lalu ??" kembali Abigal bertanya.
" lalu ?? kau ini kakak macam apa ?! malah bertanya !!!" protes Samantha yang geram sembari melipat kedua tangannya.
" sayang..jangan marah dulu dong. aku kan benar, lalu aku harus bagaimana ???" Abigal malah mengulang lagi. dan mendekap samantha dari belakang lagi.
" tentu saja kau harus menghiburnya !!! dia sedang sedih, kasihan !!" timpal Samantha dengan suara tinggi.
__ADS_1
Abigal mengeratkan dekapannya. " baiklah.. tapi kau jangan marah lagi ya ??"
Samantha mengangguk. " kita jangan pulang kerumah dulu sebelum Rans membaik.."
" iya..iya.. apapun itu aku lakukan untukmu.." balas Abigal.yang menghadiahi Samantha kecupan mesra.
" mas Abi. bisa tidak belikan aku mocci ??" ucap Samantha.
Alis Abigal bertaut. " mocci ?? untuk apa ??"
"tentu saja untuk dimakan !!" timpal Samantha.
" sekarang ??" tanya Abigal memastikan.
" iya, aku mau sekarang.." jawab samantha dengan mata berbinar
" aku mandi dulu ya, lagian kau kan tidak nyidam masih bisa ditahan.." balas Abigal.
" tapi aku mau sekarang !!" rengek Samantha.
Abigal menghela nafasnya, jika sudah begini Samantha tidak akan mau bersabar lagi,
" baiklah aku carikan, kau dirumah saja ya.."
" aku ikut..!! aku mau memilih rasanya.." balas Samantha.
" ok, ok, ayo.. aku antar kau memborong toko mocci dikota kita.." Abigal.menarik pinggang Samantha dan membawanya keluar dari rumah.
" jangan berlebihan.. aku hanya mau beli dua saja.." balas Samantha.
Abigal menerbitkan senyum dan segera masuk kedalam mobil mengantar sang istri mencari sesuatu yang diinginkannya.
meski sudah hampir 1 tahun setelah keguguran Samantha memang belum memiliki tanda-tanda hamil lagi, Abigal.bahkan tidak berani bertanya tentang kehamilan kepada istrinya, ia tidak mau samantha sampai sedih terlebih bisa saja teringat kenangan lamanya tentang calon buah hati mereka yang dulu gugur.
.
__ADS_1
.
.