LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 152


.


.


.


Malam yang ditunggu-tunggu telah tiba. Sembari bersiul Rans bertukar baju mencari baju yang cocok untuk bertemu dengan Zakia. gadis manis yang sudah menggoyahkan hatinya.


" aku harus terlihat muda dan bergaya. Zakia kan masih muda sekali.. jika aku menggunakan pakaian formal siapapun yang melihat akan mengira aku ini pengawalnya..emm.. bukan, bukan, enak saja pengawal, wajah tampanku mana cocok menjadi pengawal !!" ucap Rans sendiri. sambil meneliti lemari yang sejak tadi terbuka.


Rans memilih kemeja biasa dengan celana pendek, terlihat santai, namun tetap terlihat cool bagi Rans sendiri saat meneliti tubuhnya didepan cermin.


sambil bermain Kunci mobil Rans menuruni tangga. wajah cerah dan sesekali tersenyum membuat mama wina keheranan dimeja makan.


" sayang.. tidak makan ??" tanya mama wina ketika menyadari Rans hampir saja melewatinya.


" mama.. maaf ma, aku tidak melihat mama.." balas Rans.


"tidak melihat ?? mama biasa duduk disini sayang.." ucap mama wina masih dengan heran.


" emm..aku makan diluar malam ini ma, maaf tidak bisa menemani mama.." terang Rans


" untung aku datang !! jika tidak kasihan mama !!" Abigal yang baru masuk bersama Samantha yang digandengnya.


" Samantha.." mama Wina segera menghampiri menantu kesayangannya.


" wah kebetulan sekali kak, temani mama dulu ya, aku harus pergi .. bye semua.." Rans segera.berlari keluar, ia tidak.mau mendapat pertanyaan dari sang kakak lagi.


" ada apa dengan anak itu ??" tanya Abigal sembari melihat Rans yang sudah keluar dari rumah.

__ADS_1


" dia memang sedikit Aneh Abi, sejak pulang dia hanya terus tersenyum sendiri.." balas mama wina.


" apa dia sedang jatuh cinta ??" terka samantha.


" benarkah ??" mama wina terlihat antusias.


"jangan sembarangan, ayo kita makan. aku lapar ." Abi menarik Samantha duduk diikuti Mama wina.


.


.


.


Mobil Rans sudah terparkir didepan rumah Revandra. para penjaga dan pelayan dirumah itu sudah mengenal Rans hingga Rans sudah dibiarkan masuk.


Didalam Revandra dan keluarga tengah menikmati makan malam. Zakia yang turun dengan Rapi, membuat Nada sang mama Keheranan. Zakia memakai baju seperti hendak pergi.


" selamat malam semua.." sapa Rans yang sudah diruang makan.


Nada sedikit terkejut, namun ia berusaha biasa saja, dengan membalas senyum Rans. "malam Rans.. kenapa tidak bilang jika mau datang"


Zakia mendekati sang mama dan papanya disekitar meja.


" paman Rans dan aku mau makan malam diluar ma." terang Zakia.


Nada membulatkan matanya, netranya memutar menatap Zakia, Rans dan Revandra bergantian.


" iya kak, aku mau mengajak Zakia makan malam. ada beberapa hal yang Zakia ingin tanyakan kepadaku." terang Rans berusaha meminta ijin.


" tanyakan ?? makan malam ?? emm..maksudku.. kenapa harus makan diluar ??" tanya Nada dengan masih dihinggapi keheranan.

__ADS_1


Revandra meletakkan sendoknya, ia menatap Rans yang terlihat begitu tegang dengan pertanyaan Nada. Begitupun dengan Zakia, Ia menunduk, takut jika sampai mamanya berfikir macam-macam.


" aku cuma mau bertanya tentang. .-" ucapan Zakia terjeda dengan papapnya.


" pergilah, tapi jaga Zakia baik-baik. aku tau Zakia pasti kesulitan dalam ujiannya, makanya dia memintamu mengajarinya lagi." terka. Revandra berusaha membuat Rans dan zakia tenang


" oh.. masalah pelajaran sekolah ya.. kenapa tidak bilang Rans.." balas Nada.


" maaf ma.." timpal Zakia.


" pergilah sayang. maaf ya, mama hanya kawatir saja." balas Nada.


Rans baru bisa bernafas lega, sejak tadi Ia seakan menahan nafas ketakutan menjalar diseluruh tubuhnya.


" terima kasih kak, aku pasti menjaga zakia dengan baik." ucap Rans.


Nada dan Revandra mengangguk pelan dengan senyum keramahannya.


Zakia menerbitkan senyumnya, dan segera mencium tangan kedua orangtuanya, untuk berpamitan.


" hati-hati dijalan.. jangan mempersulit Rans ya ??" nasehat Nada.


" tidak akan ma.." Balas Zakia yang kemudian segera berjalan keluar bersama Rans.


dengan penuh perhatian Rans membukakan pintu mobil. Zakia membalas dengan senyuma manisnya. ia sama sekali tidak menyangka jika Paman Ransnya kini tengah memendam rasa kepadanya. dan tengah memanfaatkan kesempatan yang ada.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2