LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 73


.


.


.


Samantha mulai membuka matanya, ia kembali meneliti setiap sudut yang ia yakini adalah rumah sakit.


suster yang tidak sengaja masih disitu segera menghampiri Samantha dan menyapanya.


" nona sudah sadar ?? bagaimana perasaan nona ??" tanya Suster dengan ramahnya.


Samantha menatap lekat sang suster. " sus, kenapa saya disini ??" Samantha bertanya balik kepada sang suster.


" nona mengalami pendarahan, dan janin nona terpaksa dikeluarkan." terang suster dengan bijaknya.


bagai tertimpa bongkahan batu besar, hati Samantha terasa tersayat dengan ucapan sang suster barusan. calon anaknya sudah tidak ada lagi, samantha menggeleng pelan dengan air mata yang berlinang sambil menutup mulutnya.


" anakku.. anakku... hiks..hiks..hiks.." tangis Samantha. memang samantha tidak sehisteris orang-orang pada umunya, namun isak tangisnya seolah menandakan betapa ia sangat kehilangan dan menyesali apa yang telah terjadi.


suster yang melihat merasa tidak tega, ia mendekati samantha dan mengusap punggung Samantha. " nona yang sabar ya, yang kuat, Allah lebih sayang dengan calon anak nona, semoga Allah segera menggantikannya kembali.. nona masih muda, masih banyak harapan untuk hamil lagi.." hibur sang suster.


Dengan memegang lengan sang suster Samantha menangis sejadi-jadinya.


" mas Abi.. maafkan q.. q gagal menjaganya.. maafkan q.. " gumam Samantha dalam isak tangisnya.


Rans yang berdiri didepan pintu mematung dengan mata dipenuhi air mata juga. ia dapat melihat betapa sedih dan kehilangannya samantha. isak tangis yang keluar dari mulut Samantha semakin menyayat hati Rans.

__ADS_1


suster yang melihat rans segera keluar,


" nona saya permisi dulu. " pamit Suster


mungkin Suster fikir Rans adalah suami dari samantha.


Samantha terus memegang dadanya yang terasa sesak sambil terus menangis, sesekali tangannya mengusap perutnya yang rata. ingin sekali ia berteriak namun apalah dayanya.


" ma..maafkan q.." ucap Rans sambil.mendekati samantha.


Samantha menghentikan tangisannya, dan menatap Rans dengan tatapannya yang tajam penuh kesedihan.


Rans menatap.mata Samantha yang dipenuhi air mata, ia bahkan menelan ludahnya beberapa kali agar tetap tenang.


" kau.. kau puas sekarang ?? apa luka dihatimu baru akan sembuh setelah membuatNYA hilang ?? apakah sekarang kesalahanku dengan kakakmu baru bisa kau maafkan ??" pertanyaan Samantha yang pelan namun menusuk membuat lidah Rans kelu tak bisa berkata.


" maafkan q samantha.. maafkan q..q benar-benar tidak tau jika..jika kau.. kau.. sedang mengandung.." pinta Rans dengan bersujud dibawah tempat Samantha dirawat.


" keluarlah dari ruanganku, " pinta Samantha sambil membuang tatapannya kearah jendela.


" tapi Saman..-"


" keluarlah sekarang Rans.. apa belum cukup semua ini ??! apa perlu q bunuh diri dihadapanmu agar kau melepaskanku !!!" ucap Samantha suaranya bergetar dan parau.


Rans menggelengkan kepalanya dan menatap Samantha yang sedang benar-benar sedih.


akhirnya Rans memilih keluar dari ruang rawat Samantha.


didepan pintu ruang rawat Rans dikejutkan dengan kedatangan Abigal dan Revandra.

__ADS_1


" ka..kakak.." gumam Rans


ia dapat melihat gurat kemarahan dimata sang kakak, tangan Abigal yang terkepal kuat menandakan jika Abigal tau keadaan Samantha didalam.


" minggir !!" ucap Abigal pelan namun penuh penekanan.


" ka..kak.. q.. q.."


" katakan nanti saja !!" Abigal mendorong Rans kesisi pintu dan segera masuk kedalam ruangan dimana Samantha dirawat.


Samantha yang menutup wajahnya dan terisak dalam kepiluannya tidak menyadari kedatangan Abigal.


melihat istri tercintanya terpuruk dalam kesedihan membuat hati Abigal seolah tersayat belati yang amat tajam. Abigal seseorang yang tidak pernah terlihat ekspresinya kini bisa menitikkan air mata ketika melihat keterpurukan istri tercintanya..


" sayang.. kau harus kuat..jangan menangis seperti ini. " ucap Abigal sambil duduk diranjang Samantha.


samantha perlahan membuka tangannya, wajah dan mata yang dipenuh air mata diraih oleh Abigal.


tanpa berkata apapun samantha berhambur kepelukan suaminya. menumpahkan segala kesedihannya.


" hiks..hiks..hiks.. maafkan q mas.. maafkan.. q" ucap samantha dalam tangisannya.


" suutt.. jangan meminta maaf. q yang lalai menjagamu.." Abigal mengeratkan pelukannya.


.


.


..

__ADS_1


__ADS_2