LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 114


.


.


.


Ponsel Rans berdering menandakan ada panggilan masuk, Rans yang baru saja selesai mandi dengan baju santainya menghampiri ponsel yang tergeletak dimeja nakas.


alis Rans bertaut ketika melihat nama.yang tertera dilayar ponsel.


" apa dia membuat masalah lagi ??" gumam Rans sambil.mengangkat panggilan itu.


" halo paman.." suara Zakia terdengar dalam sambungan.


" ada apa ?? apa kau mau berulah lagi ??" tanya Rans


" paman.. kenapa kau bicara begitu.!! memangnya aku ini pembuat ulah ya.." gerutu Zakia.


" jadi ada apa ??" tanya Rans yang memilih balkon kamarnya untuk bersantai.


" paman, kak Revia ingin belajar bela diri. paman mau kan mengajarinya ??" terang Zakia.


" apa ?? bela diri ??!! untuk apa ??" Rans masih bingung dengan permintaan Zakia.


" ya untuk berjaga-jaga saja. paman tau tidak tadi Kak Revia diserang Sekretaris paman yang arogan itu, dia seperti wanita kesetanan, untung saja kak Revia bersamaku, " terang zakia lagi.


Rans membulatkan matanya " apa ??maudy menyerang Revia ?? ta..tapi, apa maudy mengenal Revia ??" seakan tak percaya Rans kembali bertanya.


" aku tidak tau, tapi dia mencekik kak Revia dengan gilanya.." balas Zakia.

__ADS_1


Rans mengepalkan tangannya dengan kuat. "dia benar-benar sudah gila." ucap Rans dalam.hati.


" Apa Revia terluka ??" tanya Rans.


" terluka si tidak, aku menghalangi wanita itu melukai kak revia. jadi bagaimana ?? apa.paman mau mengajari kak Revia ??" balas Zakia.


" iya, katakan padanya aku akan mengajarinya. ah.. tidak.. tidak.. biar aku sendiri saja." timpal Rans.


sambungan telefon langsung terputus begitu saja. Rans langsung mencari nomer ponsel Revia untuk segera menghubunginya. Rans merasa begitu bersalah sebab karna dirinya Maudy sampai melakukan hal diluar nalar seperti itu.


Rans mondar mandir sambil menempelkan ponselnya ditelinga. beberapa kali panggilan namun entah mengapa Revia tidak mengangkatnya.


" dia dimana ?? kenapa tidak diangkat. ??" tanya Rans pada dirinya sendiri.


Rans kembali mencoba menghubunginya, hingga membuahkan hasil, Revia mengangkat panggilannya.


" halo, Rans ada apa ??" suara Revia terdengar ditelinga Rans.


" dirumah sakit, maaf ya aku baru bisa angkat. tadi sedang diruang operasi." jawab Revia dengan lembut.


" maaf ya jika aku mengganggu.." ucap Rans.


" tidak apa, aku sudah selesai ini juga mau pulang." balas Revia.


Rans terdiam sesaat. " tunggu sebentar disitu ya. jangan kemana- mana " setelah berkata demikian Rans langsung mematikan panggilannya.


" Rans.. Rans.." panggil Revia yang diherankan dengan sikap Rans.


" ada apa dengannya ??" Revia bertanya pada dirinya sendiri.


.

__ADS_1


sedangkan Rans berlari menuruni tangga setelah menyambar kunci mobilnya, mama wina yang melihat putranya seperti terburu-buru menuruni tangga dibuat keheranan.


" sayang.. kenapa lari-lari.. nanti kalau jatuh bagaimana ??" tegur mama wina.


" tidak akan ma, Rans pergi dulu ya.." ucap Rans sambil mencium tangan sang mama.


" mau kemana malam begini ??" tanya mama wina.


" menemui teman ma, ada urusan kecil. " jawab rans.


" hati-hati jangan ngebut ya.." mama wina mengingatkan sang putra yang sudah melenggang keluar rumah.


.


.


Maudy berantakan dengan wajah penuh kekecewaan. Kayra yang menemani sang adik minum sejak siang hanya diam tanpa berkomentar apapun. sesekali kayra menawarkan maudy untuk menghisap obat terlarang buatannya, namun Maudy terus menolak, ia memilih menegak terus minuman keras meski kesadarannya sudah mulai.hilang.


" mau sampai kapan kau seperti ini ?? seharusnya kau memikirkan cara untuk menaklukkan hatinya.." ucap kayra


Maudy.menggenggam kuat gelas ditangannya.


pyaarrr !!!


maudy melempar gelas begitu saja. setelah itu ia langsung meletakkan kepalanya diatas meja begitu saja. ya, Maudy sudah tidak sadar karna mabuk berat.


" hah.. kenapa kau.harus merepotkanku !!"gerutu Kayra yang kemudian berdiri dan memapah Maudy untuk.membaringkannya ditempat tidur.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2