
bab 185
.
.
.
Rans sudah tiba dirumahnya. dengan dibantu penjaga rumah Rans membawa barang bawaannya.
," tuan, kenapa tidak mengabari jika pulang.. saya kan bisa jemput.." ucap penjaga rumah yang sekaligus sopir dirumah itu.
" tidak masalah. banyak taksi disana. mama dirumah kan ??" tanya Rans.
" ada Tuan. tapi tuan Abi dan Nona samantha sudah kembali kerumah mereka." jawab penjaga yang membukakan pintu rumah untuk Rans. Rans mengangguk pertanda mengerti.
" terima kasih. saya bisa bawa sendiri.. " ucap Rans yang mengambil alih kopernya. ia segera melangkah memasuki rumah menuju kamarnya. rasa lelah menghinggapi dirinya, harapan ingin berlama-lama dengan Zakia juga harus pupus karna keberadaan seseorang yang masih terlihat asing bagi Rans. ketika berkenalan saja pria itu tidak mau membalas perkenalan Rans.
Terlalu dalam memikirkannya. membuat Rans tidak mendengar panggilan sang mama yang mengikuti langkah Rans.
hingga tepukan dipundak Rans membuyarkan fikiran Rans yang melayang.
"Rans.. huh.. mama sampai capek.mengikutimu.. kau tidak dengar mama panggil ??" tanya mama wina sambil.menatap wajah putranya yang terlihat lelah.
" maaf ma. Rans tidak dengar tadi.." balas Rans dengan.pelan.
" kau pasti sangat lelah ya ?? istirahatlah sayang.." ucap mama wina.
__ADS_1
" iya ma. itu terlihat baik.. Rans kekamar dulu ya.." pamit Rans yang dijawab anggukan dari mamanya.
.
.
.
Dirumah Revandra Sedang berlangsung makan-makan bersama. canda tawa serta rengekan para anak-anak menjadi keramaian tersendiri dirumah itu.
Zakia memilih tempat sendiri didekat taman dengan ponsel.yang ia ketuk-ketuk karna merasa kesal.
" kenapa.paman Rans tidak membalas pesanku ?? apa dia marah ?? harusnya kan tidak.." Zakia bicara sendiri sembari meneliti ponselnya.
" apa ponselku yang rusak ?? atau pulsaku yang habis ?? itu tidak mungkin.. rumah ini kan ada Wifi..ahh.. aku bisa gila jika begini !!!" gerutu zakia. dengan kembali membuka ponselnya mengutak-atik dengan fokus, hingga tidak menyadari pamannya sudah berada disisinya.
"kau terlihat kawatir dan kesal " ucap darren.
Hampir saja Zakia terlonjak, namun ia berusaha menahannya dengan menerbitka seulas senyum tipis.
" papa, kau mengagetkanku.." balas Zakia berdehem.beberapa kali agar ia tidak terlihat gugup atau terkejut.
Darren memilih duduk disisi keponakannnya itu.
" apa kau begitu mencintai pria tadi ?? sampai kau sangat menunggunya menghubungimu ??" tanya darren tatapannya seolah menyelidik dan dingin.
Zakia membulatkan matanya, ia masih bingung hendak menjawab apa.
__ADS_1
" katakan saja. papamu sudah menceritakan semua kepadaku.." lanjut darren.
Zakia menunduk sembari meremas jemarinya. paman darren ya itu memang sangat menyayanginya. apapun permintaannya selalu dituruti. namun kali ini berbeda, zakia menerka jika pamannya itu akan melarangnya berpacaran diusia belia.
" maafkan papa. dibandara papa langsung membawamu pulang tanpa membiarkanmu melepas rindu dengan kekasihmu..awalnya papa tidak percaya jika putri kecil papa kini sudah berajak dewasa dan sudah memiliki pria yang dicintai, papa selalu mengira kau masih gadis kecil kesayangan papa..papa terlalu kawatir padamu, hingga tidak memikirkan perasaanmu.." terang darren dengan menatap zakia intens.
Zakia mendongakkan kepalanya, menatap paman yang sudah ia anggap papa sendiri,
"papa jangan minta maaf, terkadang aku juga berfikir tidaklah mungkin aku berpacaran diusia dini begini.. tapi entah mengapa perasaanku terasa aneh..aku sendiri sulit menyikapinya..hanya dengan begini aku bisa tenang.." cerita Zakia dengan tatapan sendu.
Darren terkekeh dengan penuturan Zakia,
"papa jadi teringat ketika papa muda dulu."
" apa papa juga pernah pacaran diusia muda sepertiku ??" tanya zakia ingin tau.
" tidak.." Darren segera berdiri dan menghindari pertanyaan zakia..
" tapi tadi papa bilang...-"
" sudah sana.. pergi temui pria itu !! suruh dia kemari selagi papa disini..!!" ucap darren sembari melenggang bebas menuju Revandra serta nada berada.
Zakia tersenyum.bahagia, ia tidak menyangka pamannya kini memberinya lampu hijau dalam hubungannya.
segera Zakia menekan nomer telfon Rans guna memberi kabar gembira itu. ia mengesampingkan bahkan melupakan kekesalannya tadi.
.
__ADS_1
.
.