LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 82


.


.


.


Dengan mengerutu maudy menaiki lift dengan kesalnya. kayra kakaknya menyuruhnya mengambil paket entah apa isinya maudy sendiri tidak tau dan meminta maudy mengirimkannya keapartemen dimana kayra tinggal.


seperti biasa Maudy yang sudah sering berkunjung langsung masuk keapartemen kakaknya. namun tak disangka pemandangan tak senonoh yang dilihat maudy.


Kayra tengah bergumul dengan pria hidung belang yang termasuk tamunya bahkan tanpa mengunci pintu.


" kakak !!" tegur Maudy sambil memalingkan wajahnya.


kayra menghentikan sesaat aktivitas ranjangnya. dan melihat maudy.


" tunggu diluar sebentar. 1 jam " perintah Kayra.


" cih.. menjijikkan !!" umpat Maudy yang membanting pintu dengan kerasnya.


benar adanya setelah satu jam, tamu Kayra sudah keluar dari apartemen kayra. saat berpapasan dengan maudy tatapan pria itu liar pada tubuh maudy.


buru-buru maudy berlari masuk dan mengunci pintunya.

__ADS_1


" kak !! jika kakak sedang seperti itu bisa tidak dikunci pintunya !!" protes maudy sambil meletakkan Sekotak kecil paket pesanan kayra.


kayra yang hanya menggunakan linggery tipis mendekati kotak yang dibawa maudy. dan mulai.membukanya tanpa menanggapi ucapan Maudy.


senyu mengembang diwajah Kayra ketika melihat isi kotak yang ia terima.


" terima kasih ya sudah mau membantu kakak ." ucap kayra


" kak, apa kau tidak lelah jadi wanita panggilan begitu ??!! apa tidak sebaiknya kakak ikut q mengurus perusahaan papa ??!!" tanya Maudy yang sejak tadi kesal.


" maudy, kakak ini wanita bebas. lihatlah ini " kayra menunjukan cek yang tertulis sejumblah uang hasilnya bekerja dalam satu jam tadi.


" hanya dalam satu jam, kakak bisa mendapatkan sebanyak ini, buat apa kakak susah-susah bekerja seharian tapi pria tua bangka itu tidak mau memberikan salah satu perusahaannya kepadaku.." terang kayra.


" papa pasti memberikannya jika kakak.bisa berubah.. mau sampai kapan kakak seperti ini.." timpal maudy.


" tapi apa paket kakak ??!! sekecil itu tapi harganya fantastis..??" maudy yang sejak tadi penasaran.


kayra menatap Maudy dengan senyumnya. lalu menunjukkan barang haram yang selama ini dikonsumsi Kayra.


" kakak !!! itu sabu kan ??!! kenapa.kau memakai barang seperti itu ???!! astaga.. jika mama tau jantungnya pasti akan kambuh !!!" ucap maudy dengan keterkejutannya.


" kau jangan histeris begitu dong.. kedua orangtuamu itu, memang mengusirku karna barang ini.. sudahlah, bagaimana jika.kita makan malam ??" tawar kayra dengan santainya.


" tidak !! q tidak mau !! lebih baik q menemui Rans saja !!!" maudy berdiri dari duduknya karna jengah dengan tingkah sang kakak.

__ADS_1


" kau masih mau mengejarnya ??!" tanya kayra.


" tentu saja !! tapi q akan mengejarnya dengan cara sehat, q tidak mau mengikuti rencana kakak lagi.." ucap maudy yang kemudian melangkah pergi dari apartemen Kayra.


" dasar anak.kecil.. cinta.. hah.. yang q butuhkan uang.. q harus segera membuat rencana mendapatkan Abigal lagi.. uang yang q dapat setiap malam tidak ada apa-apanya dengan yang diberikan Abigal kepadaku dulu.." gumam Kayra sambil mulai.menghisap barang haram dengan kenyamanananya. tanpa kayra sadari ia telah menghancurkan dirinya sendiri secara perlahan.


.


.


Rans sudah tiba dirumahnya, kelegaan sudah ia rasakan dengan maaf yang diberikan kakak dan kakak iparnya. ia tengah menikmati duduk didepan kolam renang dengan senyum bahagianya. ponsel Rans berbunyi membuat Rans segera meraihnya. alisnya bertaut ketika tertera nama maudy.


" halo.. ada apa ??" jawab rans.


" Rans bisa kau keluar ?? q butuh teman curhat.." ucap maudy dengan suara parau.


Rans diam sesaat. " baiklah, kau dimana ??"


" didepan gerbang." jawab maudy singkat.


" tunggu saja disitu. q keluar sekarang." balas Rans yang langsung menutup panggilannya.


" q harus mulai menyelidiki semua, jika memang Maudy sengaja memberiku obat bius dengan dosis tinggi q akan memberinya pelajaran" gumam Rans yang berlari keluar menemui Maudy.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2