LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 186


.


.


.


Beberapa kali bahkan puluhan kali Zakia mencoba menghubungi Rans. namun entah mengapa tetap tidak ada jawaban. Zakia geram, kesal dan kawatir, semua rasa bercampur menjadi satu.


Zakia mengatur nafasnya dan mencoba berusaha berfikir jernih. dimana ia harus mencari kabar tentang Rans.


" apa aku kerumahnya saja ?? tapi apa boleh sama papa ??" Zakia bertanya pada dirinya sendiri.


Kembali zakia menekan ponselnya mencoba menghubungi Rans kembali, namun tetap saja tidak ada jawaban.


" benarkah paman Rans marah karna aku meninggalkan dia diBandara ?? kenapa tidak minta penjelasan dulu !!!" gerutu zakia seorang diri. sesekali ia mendegus kesal jika mengingat dugaannya benar.


.


.


.


Sementara dirumah mama wina dilanda kepanikan kala mendapati tubuh Rans menggigil kedinginan dengan suhu panas pada tubuhnya meninggi, serta wajah pucat yang begitu memprihatinkan.


" ya Allah sayang.. badanmu panas sekali.." gumam mama wina dalam kekawatiran.


Sesekali mama wina mengganti kain yang menempel dikening Rans pada air hangat yang digunakan untuk mengompres Rans.


Tak lama dokter keluarga mereka sudah tiba. dengan segera dokter langsung memeriksa Rans dengan intens.

__ADS_1


" bagaimana dengan putraku dok ?? apa ada yang serius" tanya mama wina.


" saya beri beberapa obat nyonya, nanti jika panasnya tetap tidak turun tolong langsung bawa kerumah sakit saja ya..dari gejalanya saya berfikir jika tuan Rans terkena typus. tapi semoga saja setelah minum obat ini panas ditubuhn tuan Rans bisa menurun." terang sang dokter.


" bagaimana jika langsung kita bawa saja kerumah sakit..?? saya benar-benar kawatir dok.." pinta mama wina.


" semua terserah pada nyonya saja. disana malah lebih akurat sebab tuan akan melakukan tes lab nanti dirumah sakit." balas sang dokter.


" baiklah. kita kerumah sakit saja sayang.." mama wina mengusap wajah Rans yang berkeringat namun tetap menggigil.


Dengan segera sopir menyiapkan mobil dan beberapa penjaga rumah membantu mama wina menggendong Rans untuk dibawa kerumah sakit.


dering ponsel milik Abigal menbuyarkan acara mittingnya sore itu. Alisnya bertaut ketika melihat nama. sang mama tertera disana.


buru-buru Abigal mengangkatnya.


" halo ma, ada apa ??" tanya Abigal.


" Rans sakit ?? baiklah. aku segera kesana." balas Abigal dengan wajah kawatir.


panggilan segera terputus.


Abigal dengan segera menyelesaikan mittingnya sore itu. tanpa mendapat persetujuan dari pihak-pihak yang lain Abigal langsung meninggalkan ruanh rapat begitu saja. alhasil Derilah yang harus menengahi kembali.


dirumah sakit Rans langsung ditangani oleh dokter ahli dan langsung menjalani tes lab secara berkala guna melihat Rans yang sakit apa.


mama wina dengan setia terus menunggu dan menemani Rans. Rans tetap terlihat belum sadar meski beberapa kali dokter telah mengambil sampel darahnya.


" sayang.. bangunlah.. buka matamu.." gumam mama wina dengan penuh kelembutan mengusap kepala Rans dengan penuh kasih sayang.


.

__ADS_1


.


Zakia yang kesal karna Rans tetap tidak.menjawab panggilannya segera berjalan menuju kamar tanpa berkata apapun kepada mama dan papanya yang tengah berkumpul bersama paman dan bibinya.


ekspresi masam diwajah Zakia membuat semua bisa menebak jika gadis kecil itu sedang tidak baik-baik saja.


" apa pria itu menyakitinya ??" tanya darren yang langsung mengarahkan tuduhannya pada Rans.


" jangan sembarangan !! aku mengenal Rans dengan baik !!" balas Revandra.


" hanya mengenal memang kau bisa melihat hatinya ??!!" terka Darren yang kekeh dengan tuduhannya.


" jika aku dokter mungkin aku bisa melihat hatinya !! termasuk juga hatimu yang berlebihan itu !!" timpal Revandra dengan suara kesal sembari membuang tatapannya kearah lain.


"sudah.. sudah.. kenapa jadi kalian yang bertengkar !!" lerai Nada. yang beralih menatap mayra. "may, apa kau tidak mau berbincang dengan Zakia ??" tawar nada yang ingin membiarkan mayra melepas rindu dengan putrinya.


" tidak Nad. selama ini yang dia tau aku hanya adik angkat papanya saja. dan itu kenyataan yang harus ia tau.. aku tidak apa, asal ada kau disisinya aku tidak perlu kawatir aku percaya padamu," balas Mayra dengan penuh ketulusan.


Nada membalas dengan senyum penuh kekaguman melihat Mayra bisa setegar itu. Sedangkan darren merangkul pundak Mayra berusaha memberi kekuatan.


" baiklah. aku akan bicara pada Zakia. ada apa sebenarnya dengannya.." ucap Nada sembari berdiri.


" cepat laporkan padaku jika benar pria itu menyakitinya !!" kata Darren.


" kakak tenang saja. aku yakin masalahnya bukan itu.." balas Nada yang mulai melangkah menuju kamar putrinya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2