
bab 121
.
.
.
Dimeja makan sudah tertata rapi menu kesukaan seisi rumah, Rans juga sudah dimeja makan bersama Zakia dan Revandra serta sikecil Naren.
" ayo Rans.. silahkan.. jangan malu-malu ya.." ucap Nada dengan keramahannya.
" baik kak.. aku tidak akan sungkan.." balas Rans dengan baik pula.
Zakia nampak tak terlalu.perduli ia segera mengambil makanan kesukaannya, dan tanpa menunggu apapun Zakia menikmati makanan dengan santainya.
" Zakia, apa kau tidak.bisa melayani tamu ??!! tamu belum.makan kau sudah lahap duluan !!" tegur Revandra.
" tamu ?? siapa ?? paman Rans ??!! ha..ha..ha.. papa, aku tidak tau apa.yang disukai paman Rans jadi biarkan dia memilih menu kesukaannya saja..iya kan paman ??!" balas Zakia.
Rans hanya menyunggingkan senyumnya saja. semua menikmati makanan dengan candaan dari Zakia.
" oh ya, Abigal sore nanti pulang kan ??" tanya Revandra memastikan .
" iya kak, nanti sore aku mama dan kedua orangtua Samantha akan menjemput mereka" jawab Rans.
" apa kau sudah baik-baik saja ??" tanya Nada yang tau kisah percintaan Rans.
" aku baik kak, seiring berjalannya waktu aku sudah bisa menerima pernikahan mereka, tidak ada yang salah disini, " terang Rans.
" itu bagus.. pria harus kuat.. lagian kau kan tampan, pasti banyak.wanita yang menyukai atau bahkan tergila-gila padamu.." ucap Revandra.
Rans tertawa dibuatnya,
" iya pa, bahkan sekretaris paman Rans bisa nekat mau mencelakai kak Revia. dokter yang temannya paman Rans itu.." timpal Zakia.
" wah.. ternyata kau sudah banyak penggemar ya Rans.." goda Nada.
" kakak terlalu berlebihan.. mereka hanya memiliki ambisi kak, bukan cinta." balas Rans.
" sepertinya kau begitu memahami cinta ya ??" ucap Nada kembali.
__ADS_1
" paham sitidak kak, hanya saja mana ada cinta memaksa, mereka yang mendekatiku hanya punya satu tujuan, ingin bersamaku saja, tanpa berfikir aku setuju atau tidak.." terang Rans.
" ternyata benar yang Abi katakan, kau benar-benar jenius.." puji Revandra.
" aku banyak belajar darinya kak.." timpal Rans.
" jadi, apa kau sudah menemukan pengganti dia ??" tanya Nada dengan senyum
Rans terdiam sesaat. " saat ini belum kak, tapi aku rasa sebentar lagi.." entah mengapa, Mata Rans tertuju pada Zakia yang melahap makanan tanpa memperdulikan obrolan kedua orangtua serta Rans. sebuah hiburan tersendiri bagi Rans jika melihat Zakia dengan semua kepolosan dan tingkah sembrononya.
Nada dan Revandra saling pandang, dengan respon Rans yang malah menatap zakia. keduanya seolah berbicara lewat tatapan mata tersebut.
"kenapa semua menatapku ??" tanya Zakia yang sadar jika kedua orangtuanya serta Rans melihatnya dengan intens.
" anak gadis jika makan yang sopan !! kenapa kau rakus sekali !!" tegur Revandra.
" aku kan lapar, memangnya kenapa ?? papa takut Zakia gendut ya ?? bodo amat !!" balas Zakia sesukannya
" Zakia.. jangan seperti dengan papa.." timpal Nada.
" hanya bercanda ma.." balas Zakia dengan senyum manisnya.
" awas saja jika bingung olah raga lagi nanti ?!"ggerutu Revandra.
makan siang sudah berakhir, Rans berpamitan untuk kembali kekantornya.
" terima kasih sekali lagi sudah membantu suami saya menolong putri kami.." ucap Nada.
" sama-sama kak, jangan berlebihan begini..kita kan saudara.." balas Rans.
" kau benar.. oh ya, katakan pada Abigal itu nanti, jika aku minta ganti rugi padanya !!" celoteh Revandra.
" papa.." timpal Nada.
" ganti rugi apa kak ??" tanya Rans yang kurang mengerti.
" katakan saja begitu. dia akan mengerti nanti.." jawab Revandra.
" baiklah. aku akan sampaikan nanti." balas Rans.
Rans hendak masuk kedalam mobil namun terhenti dengan panggilan Zakia.
__ADS_1
" paman !! tunggu !!" Zakia berlari kecil menyusul Rans yang sudah diluar.
Nada dan Revandra memilih masuk rumah, ia tidak mau mengganggu acara anak muda seperti itu.
" ada apa ??" tanya Rans.
Zakia menyodorkan ponsel kearah Rans. " ponsel.paman tertinggal." jawab zakia.
" oh iya.. terima kasih ya.." balas Rans.
" sama-sama.. aku juga terima kasih, paman sudah bersedia membantuku.." ucap Zakia.
" santailah anak kecil " Rans mengacak pelan kepala Zakia.
Zakia menerbitkan senyum manisnya, sedangkan Rans segera masuk kemobil dan membuka kaca mobilnya.
" jika kau butuh guru bela diri, datang saja kerumahku.." goda Rans.
" paman jangan aneh-aneh..lihatlah disini.. semua isinya para ahli.." timpal Zakia sambil berkacak pinggang sambil menunjuk kesekeliling, dimana banyak penjaga, termasuk gondrong sopir sekaligus bodyguard Zakia.
Rans selalu tersenyum bahagia dan terhibur jika Zakia melakukan hal-hal konyol.
" sampai jumpa.." Mobil Rans keluar dari halaman luas rumah Revandra.
Zakia langsung memutar langkahnya memasuki rumah tanpa melihat mobil Rans yang baru keluar gerbang.
.
.
.
.
🧚♂🧚♂🧚♂
hayoo lo.. pada senyum-senyum yang dukung Rans sama Zakia nih yeee...🤭🤭😁😁😁
.
.
__ADS_1
.
.