
bab 146
.
.
.
Abigal masih belum percaya jika istri lugunya bisa merencanakan sebuah kejutan yang membuatnya spot jantung. dengan belaian lembut abigal mengusap kepala Samantha, bahkan beberapa kali Abigal menghujani wajah Samantha dengan ciuman mesra dan penuh kehangatan. samantha yang terlelap, hanya mengeliat dan masih setia dalam tidurnya setelah melayani Abigal. Abigal membenarkan selimut untuk menutupi tubuh Samantha yang polos.
Ponsel Abigal berdering, nampak Nama Revandra tertera disana. mata Abigal beralih kejam dinding dikamarnya, tepat tengah malam dimana Revandra akan melakukan rencana terakhir mereka.
Ciuman Mendarat dikening Samantha, "maafkan aku sayang..aku pergi dulu.."
Abigal bangkit dari tempat tidur dan segera membersihkan diri untuk menuju markas Revandra. ia tidak akan puas jika belum melayangkan salah satu pistol miliknya untuk pengganggu keluarganya.
Dengan kecepatan tinggi Abigal mengendarai mobilnya membelah kesunyian malam. Abigal sengaja tidak mengabari Rans. karna bagi Abigal Rans tidak boleh terlibat dalam hal-hal kotor seperti ini.
setelah cukup lama berkendara, Abigal sudah sampai. tanpa menoleh, tanpa berkata, Abigal langsung menuju ruang penyekapan.
Kayra dan Maudy sudah terlihat babak.belur dengan banyak luka ditubuhnya. bahkan kayra sudah muntah darah beberapa kali. wajah cantik dan tubuh seksi kayra seakan tidak menjadi penghalang untuk anak buah bahkan untuk Revandra sendiri.
Abigal yang melihat memicingkan matanya, dan membuang nafasnya dengan kasar.Temannya itu memang terkenal tidak memiliki belas kasih apalagi ketika mengetahui keluarganya diganggu.
" apa aku terlambat ??" ucap Abigal yang baru masuk.
" aku baru memulainya.." balas Revandra.
Kayra mengangkat wajahnya yang penuh darah ia meludah kearah Abigal.
__ADS_1
" dasar pria pengecut !!" umpat Kayra yang nafasnya terengah-engah.
sedangkan Maudy hanya menangis dan menangis tanpa berani berkata apapun..ia hanya bisa menahan sakit disekujur tubuhnya.
" aku tidak peduli yang kau katakan !!" balas Abigal sambil mengisi peluru dalam.pistolnya.
" hey !! hey !! Abigal.. apa kau tidak mau berolah raga dulu !! lagian aku baru saja berolah raga" tegur Revandra.
" aku tidak mau membuang energi dan tenagaku hanya untuk wanita gila seperti mereka." balas Abigal yang dengan segera mengarahkan pistol kearah kayra.
" pria brengsek !!! kau tidak akan berani menembakku !!" teriak Kayra dengan geram.
Abigal tidak menjawab, ia fokus pada target didepannya.
" ha..ha..ha.. bahkan kau tidak akan sanggup menarik pelatuk itu Abigal !!!" Kayra kembali berteriak.
dorr..
dorr..
dorr..
bayangan rekaman CCTV ketika mobil Samantha berbalik beberapa kali ketika Kecelakaan membuat Abigal mengepalkan tangan.
dorr..
dorr..
dua tembakan lagi dilayangkan Abigal tepat dikepala kayra.
__ADS_1
" tidak !!! kakak !!! kalian.pembunuh !!! kalian pembunuh !!!" teriak maudy.
Kayra mati seketika dengan banyaknya luka tembak ditubuhnya bahkan dikepalanya.
prokk..
prokk..
prokk..
Revandra bertepuk tangan dengan kuatnya. "kau benar-benar hebat !!"
" bersihkan semua. jangan sampai tersisa." pinta Abigal yang melangkah keluar dari ruangan itu. Revandra segera berlari mengikuti langkah Abigal.
lengan Abigal ditahan oleh Revandra.
" apa.kau baik-baik saja ??" tanya Revandra.
" aku baik. hanya saja kemarahanku kepada mayra tidak.bisa turun jika.melihat wajahnya dan adiknya itu.." jawab abigal.
Revandra menepuk pundak Abigal beberapa kali. "semua sudah berakhir, aku yang akan membereskannya.."
" terima kasih..aku kembali dulu.." pamit Abigal.
"jangan kembali. minumlah dulu..jangan sampai Samantha tau semua perbuatanmu.." ajak Revandra.
sesaat Abigal berfikir benar ucapan temannya itu. ia mengangguk pelan dan mengikuti Revandra dibar mini Didalam markas itu.
.
__ADS_1
.
.