LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 184


.


.


.


Sepanjang perjalanan pulang kerumah. Zakia setia diam tanpa berkomentar apapun. hanya sesekali candaan ia layangkan kepada keponakannya yang masih sangat kecil dipangkuan bibinya.


Gertakan keras dari pamannya membuat Zakia tidak bisa berkutat lagi, hingga ia terpaksa meninggalkan Rans dibandara dan membiarkan Rans pulang sendiri. rencana indah yang disusun sejak samalam oleh Zakia harus berantakan akibat kedatangan pamannya yang bagi Zakia tidak diwaktu yang tepat.


sementara Rans hanya menyunggingkan senyum tipis kala melihat notif pesan dari Zakia yang berisikan permintaan maaf yang begitu dalam. rasa sesal ditulis zakia dalam pesan itu. Rans tidak membalasnya ia hanya diam dan terus tersenyum, entah apa yang difikirkan pria tampan itu. ia memilih menikmati perjalanannya kembali kerumah menggunakan taksi.


.


.


Setelah menempuh perjalanan lumayan lama. Zakia beserta paman dan bibinya telah tiba dirumah. Nada yang begitu senang atas kedatangan sang kakak segera berlari menyambut didepan pintu masuk bersama Naren dan sikembar yang berada didalam troli.


Naren yang memang sejak kecil sangat dekat dengan Darren langsung berlari menghambur memeluk pamannya dengan erat. melepaskan kerinduan ala anak kecil itu.


Nada sedikit heran ketika mendapati zakia juga turun dari mobil itu. namun karna bahagia Nada tidak terlalu memikirkannya ia menyambut saudara serta istri dengan pelukan hangat.


" Nada aku merindukanmu.." ucap mayra, sembari memeluk Nada.


" aku juga.. kalian lama sekali tidak mengunjungi kami.." balas Nada.


" dimana Revandra ??!" tanya Darren.

__ADS_1


" ada apa ?? kau merindukanku juga ??!!" jawaban dari orang yang dicari tiba-tiba terdengar disana. Revandra keluar dari mobilnya. ia baru tiba kembali dari kantor karna diberi kabar Nada jika saudara mereka akan tiba.


semua menatap Revandra yang berjalan kearah mereka.


" kita perlu bicara !!" balas Darren dengan wajah serius.


Revandra mengkerutkan dahinya, begitupun dengan Nada dan mayra, mereka hanya saling pandang tanpa berani bertanya. semenyara Darren segera masuk kedalam rumah dengan menuntun Naren.


" ada apa dengan kakakmu itu ??" tanya Revandra kepada Nada.


" mana aku tau ??" balas Nada yang beralih menatap mayra. "apa kak darren ada masalah may ??" tanyanya.


" sepertinya tidak ada. kami kesini kan memang hendak berlibur.. tapi..." mayra hendak.menduga, namun ia tidak mau berprasangka buruk dulu.


" hmm.. ya sudah. aku masuk dulu. sepertinya sedikit penting. wajahnya terlihat serius tadi." ucap revandra yang langsung melangkah masuk.


Nada dan mayra juga segera masuk kerumah,sedangkan zakia mematung diteras dengan meneliti ponselnya.


" em.. iya ma, ini mau masuk !!" balas Zakia yang segera berlari masuk kedalam rumah.


.


.


.


Pilihan Revandra adalah ruang kerja pribadinya yang berada dirumah, sebagai tempat untuk.membicarakan hal serius.


Darren masuk juga keruangan itu setelah membawa Naren kembali kemamanya.

__ADS_1


" ada apa ??" tanya Revandra.


" tadi dibandara aku bertemu pria yang mengenal putriku, dengan pede nya pria itu mengenalkan diri sebagai kekasihnya Zakia. apa kau tau itu ??" ucap Darren. ia begitu menyayangi Zakia layaknya putrinya sendiri sejak dulu, sampai dia tau kenyataan jika Mayra istrinya adalah ibu kandung zakia, darren bertambah posesif dengan Zakia.


Revandra hanya terkekeh mendengar penuturan kakak iparnya itu.


Alis darren saling bertaut melihat respon Revandra.


" dari responmu sepertinya kau sudah tau ya ??" terka darren.


" iya. aku tau. putri kita sudah berpacaran dengan pria dewasa. dia adik dari temanku, sekarang dia memimpin sebuah anak perusahaan keluarganya. putra kedua dari Keluarga ARSENIO. namanya Ranssyah WisnuARSENIO." terang Revandra dengan santai.


" kau tau ?? dan kau membiarkannya ???" seolah tak percaya darren meyakinkan lagi.


Revandra mengangguk membenarkan semuanya. "semua karna ada alasannya, aku juga sudah memberi arahan kepada Zakia. semoga mereka bisa saling menjaga saja.."


" kau benar- benar tidak waras ya..!! bagaimana bisa putriku kau biarkan berpacaran diusianya yang masih belia ?? dia baru mau naik kelas 2 SMA vandra !!! jika pria itu hanya main-main bagaimana ??!! " omel DARREN yang begitu kawatir pada Zakia.


" jangan menyalahkanku dulu !! semua ada alasannya !!! jika kau melihat putrimu itu tidak berselera makan setiap hari, belajar menjadi tidak fokus, hari-harinya hanya termenung memikirkan seorang pria, wajahnya muram setiap hari, apa kau akan membiarkannya ???!!" celoteh Revandra .


Darren masih terdiam.


" aku tau kau begitu menyayangi Zakia layaknya putrimu, tapi jika kita terlalu mengekang hidupnya aku tidak menjamin dia bisa bahagia darren.. usia Zakia memang sudah wajar jika mengenal percintaan, aku yakin kau pernah difase seperti itu.. asal kita selalu mendampingi dia dalam lingkup pacaran mereka, aku yakin semua akan lancar dan baik." lanjut Revandra.


Darren masih setia diam ia mulai mencerna setiap kata yang terlontar dari mulut adik iparnya itu.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2