
bab 27
.
.
.
" apa yang mau kau tanyakan ??!! seperti wanita saja !!! " gerutu Abigal sambil duduk didepan kolam renang diikuti Revandra.
" apa dia bekerja di bar milikmu ?? masih muda sekali.." tanya Revandra penuh rasa penasaran.
" dia bukan wanita seperti itu !! jaga bicaramu !! " jawab Abigal
" tapi bagaimana bisa ?? kau kan selama ini tidak pernah menjalin hubungan serius ??!! tidur sana sini dengan banyak wanita !! lagian siapa juga yang mau dengan pria lajang yang sudah tidak perjaka sepertimu !! cih.. " ucap Revandra sambil.melipat kedua tangannya.
Abigal terdiam sesaat. " benar apa yang dibilang Vandra, q begitu marah pada Samantha ketika ia dan Rans tidur bersama, padahal q sendiri bajingan busuk.."batin Abigal.
Revandra menatap sahabatnya yang masih terdiam melamun.
" hey !! q bertanya jawablah ?!!! jangan permainkan perasaan wanita ??!! " tegur Revandra dengan suara meninggi.
" q tau !! q tidak main-main.. q dan samantha memang sudah menikah, itu kenyataannya !!! " balas Abigal penuh frustasi.
Revandra hendak membalas ucapan Abigal namun sebuah panggilan yang ditujukan untuknya mengurungkan niatnya.
" sayang.. ayo masuk.. acara sudah mau mulai.." panggil Nada
" oh.. baiklah sayang, tunggu sebentar q datang !!! " jawab Revandra
" q masih menunggu alasanmu ??!! " ucap Revandra kepada Abigal sambil meninggalkan Abigal begitu saja.
__ADS_1
Abigal hanya bisa melihat punggung sahabatnya itu. ia mengusap kasar wajahnya, rasa bersalah mulai menyelimuti hatinya ketika mengingat ucapan demi ucapan yang disampaikan Revandra barusan.
Samantha yang duduk sendiri sambil memangku DIRYA putra kembar Revandra yang tadi dititipkan padanya, sesekali bermain dan bercanda bersama DIRYA.
" maaf sudah merepotkan." ucap Nada yang datang bersama Revandra.
" tidak masalah nyonya, Dirya juga sangat penurut." balas Samantha dengan ramah.
Nada mengambil Dirya dari pangkuan Samantha, " ayo kesana. acara sudah mau mulai." ajak Nada.
" saya menunggu mas Abi nyonya. nanti saya menyusul." balas Samantha lagi.
" oh.. baiklah, saya kesana dulu ya.." ucap Nada yang kemudian meninggalkan Samantha sendiri.
matanya mengedar mencari keberadaan Abigal, "Tuan Revandra sudah masuk kenapa mas Abi belum masuk ya ?? " gumam samantha.
" boleh saya duduk ?? " sebuah suara mengejutkan samantha.
Samantha menjawab dengan anggukan kepalanya. " silahkan.."
" tidak saya bersama.." ucapan Samantha terhenti, ia ragu harus memperkenalkan diri seperti apa. " q harus jawab apa ?? mas Abi tidak ada, jika q salah bicara q takut mas Abi akan marah.." batin Samantha
samantha hanya bisa menggigit bibir bawahnya.
Kemudian pria itu mengulurkan tangannya.
" perkenalkan, Saya Morga."
samantha hanya menatap tangan Morgan yang terulur kearahnya.
ragu-ragu samantha menerima uluran tangan Morga.
__ADS_1
" saya.. saya.. Samantha." balas Samantha dengan senyum keterpaksaan.
" nama yang indah. oh ya, apa kau sahabat atau teman nyonya Nada ??? "tanya morga dengan akrab.
" i..iya," jawab Samantha sambil menerbitkan senyumnya, sesekali ia mengedarkan lagi matanya mencari dimana Abigal berada.
" emm.. Mas Morgan saya permisi dulu ya," pamit Samantha yang berinisiatif mencari Abigal.
" oh ya. silahkan sepertinya kau sangat gelisah." balas morgan dengan senyum ramahnya.
Samantha membalas dengan anggukan disertai senyuman.
Samantha hendak berjalan pergi, namun entah karna tidak lihat atau kenapa Samantha tidak.menyadari pelayan berjalan kearahnya dengan membawa nampan berisi minuman.
bruukk..
Smanatha hendak menghindar namun karna sepatunya terlalu tinggi membuatnya kehilangan keseimbangan dan akan jatuh, beberapa tamu yang melihat histeris dan tanpa terdug Sebuah tangan menangkap tubuh Samantha yang condong kebelakang.
mata samantha membulat sempurna ketika melihat wajah morgan yang begitu dekat dengannya.
Sebuah tangan terkepal kuat ketika melihat kejadian itu, segera Abigal menghampiri samantha dan langsung menarik samantha kedalam pelukannya.
dengan tajam Abigal menatap Morgan yang berani menyentuh istrinya.
" kau tidak apa-apa ?? " tanya Abigal pada samantha
Samantha yang masih dengan sisa keterkejutannya menggeleng pelan.
tanpa berkata apapun Abigal membuka jas dan memakaikannya kepada Samantha dan membawanya keluar dari pesta itu.
sedangkan morgan hanya dapat memandang kepergian wanita yang baru saja ia temui.
__ADS_1
.
.