
bab 202
.
.
.
Sore hari Zakia tiba dirumah dengan diantar Rans. Meski orangtuanya sudah tau jika zakia tengah bersama Rans, Zakia tetap merasa takut, apa lagi ia pulang hingga sore hari.
Rans sangat tau jika Zakia begitu gelisah. ia hanya diam dan ikut masuk kedalam rumah, biar bagaimabapun dialah yang mengajak Zakia jalan-jalan hingga sore, sebagai pria dia akan bertanggung jawab jika saja Zakia dimarahi.
diteras Nampak Bibi Zakia, mayra tengah bermain dengan Naren dan putri kecilnya.
" Zakia.. baru pulang ??" sapa Mayra dengan ramah.
" iya bi, papa sudah pulang ??" tanya Zakia mencoba memprediksi.
" papa darren sudah pulang, tapi papa Revandramu belum." jawab Mayra.
" baiklah kami masuk dulu ya bik.." balas Zakia.
anggukan diiringi senyum menjadi jawaban untuk Zakia
Zakia membawa Rans masuk kedalam. nampak Diruangtamu Darren dan Nada tengah duduk bersama.
" kalian sudah pulang.." sapa Nada yang langsung berdiri.
Zakia mengangguk dan mencium tangan mamanya.
" maaf kak, aku tidak minta ijin kakak dulu sebelum membawa Zakia jalan-jalan." ucap Rans
" tidak apa, papanya Zakia tadi bilang kalian kekantornya , aku sudah menduga jika Zakia pasti bersamamu.." balas Nada dengan ramah pula.
Darren hanya memandang kedua anak manusia itu dengan bersandar santai disofa panjang.
__ADS_1
" papa belum pulang ma ??" tanya Zakia. biasanya papanya sudah dirumah.
" papamu keluar Negeri ada beberapa pekerjaan yang harus diselesaikan," jawab Nada.
" keluar Negeri ?? tapi biasanya papa mengatakan padaku jika mau pergi ??" Zakia sedikit terkejut papanya pergi mendadak.
" semua mendadak kia.. mungkin papamu tidak sempat." balas darren.
Zakia mengangguk pelan. " Zakia kekamar dulu ya ma.. pa.." pamit Zakia.
" pergilah sayang.." balas Nada.
Zakia menatap Rans yang dijawab anggukan oleh Rans.
Segera Zakia melangkah kekamarnya.
Rans juga berpamitan hendak pulang ."kak, aku juga mau pulang dulu.."
" tidak minum kopi dulu Rans ??" tawar Nada.
Nada dan Darren saling tatap dengan arti didalamnya, meski rasa kawatir menyelimuti hati Nada, ia berusaha agar tidak terlihat oleh putrinya.
.
.
Disepanjang jalan Rans merasa ada yang aneh dengan mama serta papanya Zakia tadi. ekspresi mereka terlihat sedang menyembunyikan sesuatu. Namun Rans berusaha menepis fikiran-fikiran negatif yang terlintas dikepalanya.
.
.
Dirumah Abigal, Samantha tengah menikmati rujak kesukaannya. Abigal yang menemani istrinya bergidik merasakan ngilu, sebab yang dimakan Samantha adalah mangga muda yang pasti sangat masam sekali.
" mas, kenapa tidak ikut makan ??" tanya Samantha
__ADS_1
" tidak usah. kau saja. aku mana suka dengan makanan aneh seperti itu.." jawab Abigal.
Samantha memanyunkan bibirnya. "aneh bagimu saja, bagi orang lain ini lezat..!!"
Abigal.hanya merespon dengan senyum melihat wajah imut istrinya.
kandungan Samantha sudah memasuki usia 5bulan. meski belum terlalu besar namun sudah mulai terlihat, dan Samantha tetap suka menikmati rujak mangga muda favoritenya selama hamil.
" mas. besok jadwalku kontrol kedokter." ucap Samantha.
" pukul berapa berangkatnya ??" tanya Abigal.
" mungkin sekitar jam 10 pagi. tapi masih harus antri."jawab samantha.
" aku akan hubungi dokter kandungannya agar kau didahulukan, supaya kita tidak terlalu lama menunggu.." balas Abigal.
" jangan.. kasihan nanti yang datang lebih dulu. kita menunggu antrian saja.." timpal Samantha.
" baiklah, terserah kau saja.. dan itu sudahi makan mangga mudanya, kau bahkan belum minum susu.." ucap abigal
" aku bosa susu hamil mas, rasanya tidak enak.."balas Samantha.
" tapi anak kita membutuhkannya sayang..kau jangan egois dong.." ucap abigal sembari mengusap perut Samantha dengan lembut
" iya juga.. baiklah. mas buatkan aku susu ya ??" pinta Samantha mendongakan kepalanya menatap abigal yang duduk daun kursi.
dengan lembut Abigal mengusap kepala samantha. " baiklah, tunggu disini sayang.." sebuah ciuman hangat dilayangkan Abigal dikening samantha.
Samantha membalas dengan senyum manis diwajahnya. Semenjak ia hamil Abigal.begitu berusaha bersabar dan memahami dirinya yang terkadang berubah-ubah sifatnya karna perubahan hormon dalam fase kehamilannya.
samantha begitu amat bahagia, memiliki suami yang begitu perhatian dan berusaha selalu membuatnya bahagia.
.
.
__ADS_1
.