LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 92


.


.


.


Didalam kamar kedua anak manusia yang baru selesai berolahraga malam tengah saling berpelukan dengan diselimuti kebahagiaan.


" mas, apa kita tetap akan pergi bulan madu ??" tanya Samantha


" tentu saja, memangnya kenapa ??" balas Abigal


" tidak, hanya saja buat kita buang-buang uang hanya untuk jalan-jalan." ucap Samantha


" sayang.. paket bulan madu itu hadiah dari Ibu dan mama, mereka akan kecewa jika kita menerima dan mengikuti kemauan mereka." terang Abigal penuh kelembutan sambil mengusap kepala Samantha dengan perlahan.


" iya q tau..mas Abi pernah keluar negeri ??" tanya Samantha sambil mendongakkan kepalanya menatap Abigal hingga


sebuah ciuman mendarat dibibir Samantha.


" tentu saja, q kan dulu kuliah disana " balas Abigal.


" oh ya.. pasti mas sudah berkeliling dunia ya ??" ucap samantha.


" tidak juga, ada beberapa negara yang belum pernah q kunjungi." timpal Abigal


" mas pernah kejepang ?? dari kecil q sangat ingin kesana, setiap hari q hanya memandang gambarnya saja.... " balas Samantha.


" pernah waktu masih kuliah dulu. bersama Revandra dan Mike. hanya sebentar tidak sampai jalan-jalan. apa besok kita kesana dulu supaya kau bisa melihat jepang secara langsung..??" tawar Abigal.


" memang bisa mas ?? bukannya dipaket bulan madunya tujuan Swiizz. ??" tanya Samantha.

__ADS_1


Abigal menerbitkan senyumnya. " tentu saja bisa."


Samantha bahagia bukan kepalang. " eh mas, tapi bagaimana dengan persiapan kita jika besok kita berangkat ??"


" biarkan Deri dan istrinya yang menyiapkan semua." jawab Abigal dengan santai.


"mas, masa keperluan kita mereka yang siapkan.." protes Samantha.


" sayang... Deri itu asisten pribadiku, memang sudah pekerjaannya mengurus segalanya.."balas Abigal


" q tau, tapi jika kita bisa menyiapkan sendiri kenapa harus menyuruh orang ?? Jangan dibiasakan semua diurus asisten, ada kalanya kita harus bisa mandiri..!!" timpal samantha.


" baiklah, lalu q harus bagaimana sekarang.." tanya abigal yang mengalah demi.kebahagiaan istri tercintanya.


Samantha menerbitkan senyumnya dan bangkit dari tempat tidur sambil.menggulung selimut untuk.menutupi tubuh polosnya.


" tunggu sebentar q mau bersih-bersih dulu ya.." ucap Samantha yang langsung melangkah menuju kamar mandi.


.


.


Mobil rans memasuki perumahan elit yang didalamnya termasuk juga rumah kakaknya yaitu Abigal.


" kau yakin rumahnya dikomplek ini ??" tanya Rans pada Zakia


" yakin. sudahlah paman cari saja nomer yang ku katakan tadi." jawab Zakia penuh bahagia.


Tak lama Mobil Rans berhenti didepan rumah yang tertera nomer sesuai yang ditunjukkan Zakia. nampak juga keramaian disana, beberapa teman-teman Zakia yang juga mulai berdatangan.


" paman, apa kau akan turun dengan pakaian resmi begini ??" tanya Zakia sambil melihat Rans yang masih setia dengan Jas kerjanya sejak tadi


Rans membuang nafas dengan kasar, ia melepas jas kerjanya dan melepas kancing dilengannya seraya menggulung kemeja lengan panjanganya sebatas siku.

__ADS_1


" sudah ??" ucap Rans sambil menatap Zakia dengan malasnya.


Zakia menerbitkan senyumnya dan segera turun dari mobil. begitupu dengan Rans.


" q tunggu disini saja. masuklah sana " perintah Rans.


" ikut masuk saja paman, acaranya lumayan lama nanti.. ayo.." Tanpa menunggu persetujuan Rans, Zakia menarik lengan Rans memasuki rumah besar yang terlihat elegan itu.


didalam Zakia disambut para temannya.


" Zakia.. kau datang juga.." sapa kiki temannya Zakia.


" tentu dong.." balas Zakia penuh bahagia.


" wah.. kia, dia pacarmu ya.. ya ampun punya pacar ngk bilang-bilang kita.." ucap Fira teman Zakia juga.


" eh.. jangan sembarangan, dia pamanku.." timp zakia.


" wah.. pamanmu ganteng juga ya.." ucap kiki yang menatap nakal Rans.


Rans bergidik dibuatnya dengan tatapan genit anak-anak ABG teman-temannya Zakia.


" eh..jangan menggodanya, ayo.. ayo..kita kesan saja.." Zakia menarik kedua temannya agar tidak.mengganggu Rans yang wajahnya terlihat tidak suka.


" Bagaimana bisa Zakia punya teman ulat bulu begitu.." gumam Rans bergidik sambil mengusap lengannya.


" Rans.. sedang apa kau disini ??" suara seseorang dari arah tangga membuat Rans menoleh kesumber suara yang memnggilanya.


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2