
bab 67
.
.
.
Sebelum menemui Rans, Abigal mengajak Revandra untuk bertemu. saat dirumah abigal mendapat info tentang Rans dari mamanya yang sudah lebih dulu menjenguk dan meminta maaf, namun Respon negatif yang didapat sang mama. Abigal memilih mencari solusi dulu dengan sahabatnya itu.
Revandra merasa kasihan pada Abigal yang sejak tadi hanya mengaduk minuman didepannya tanpa meminumnya.
" jadi apaa.yang mau kau katakan Abi ?? apa kau akan mengaduk minumanmu sampai besok pagi ??!" tegur Revandra yang mulai.jengah dengan sikap Abigal.
" q mau bertemu Rans." ucap Abigal.
" bertemu ya bertemu saja, apa.susahnya ??!!" balas Revandra.
" Vandra jangan bercanda dulu.. kau tau kan masalah kami..." timpal Abigal.penuh frustasi.
" hey Abi !! semua kan karna keputusanmu dulu, jadi sebagai seorang laki-laki, kau harus bertanggung jawab saat ini.. sumber masalah adalah kau. jadi berusahalah !!" ucap Revandra.
Abigal memejamkan matanya serta menarik nafas dalam-dalam. benar ucapan Revandra, semua karna keputusannya dulu.
Tanpa.berkata apapun abigal meraih kunci mobilnya dan pergi dari hadapan Revandra.
" hey Abi !! kau mau kemana ??!! dasar !!" teriak Revandra sambil mengikuti langkah Abigal.
.
.
Samantha mencari keberadaan Abigal kesekiling rumah namun tidak didapatinya.
" sayang, kau mencari Abi ??" tanya mama wina sambil menuruni tangga.
" iya ma, mas Abi bilang akan menemui Rans dan q berniat ikut. tapi kenapa dia tidak ada dirumah..?? apa mama melihatnya ??" jawab Samantha dengan kembali bertanya pada mama wina.
mama wina menghampiri sang menantu dan mengusap perut rata Samantha.
"berapa usianya ??" tanya mama wina sambil terus mengusap perut samantha dengan lembut.
__ADS_1
Samantha menerbitkan senyum tipisnya. " baru 6 minggu ma, masih terlalu kecil."
" usia kandunganmu masih rentan sayang, kau tidak boleh kelelahan atau stres berlebih.." nasehat mama wina
" akan lebih baik jika kau tidak bertemu Rans dulu untuk saat ini, mama sangat kawatir dengan kalian berdua.."lanjut mama wina.
" jadi mas Abi menemui Rans sendiri ya ma ??" tanya samantha yang sudah mengerti.
mama Wina mengangguk pelan, dan meraih jemari Samantha, " satu hal yang juga harus kau fahami, disini kau tidak bersalah sayang...jadi jangan menyalahkan diri terus menerus, Allah yang sudah menentukan segalanya, kita hanya menjalani saja. meski terkadang kenyataan tak seindah impian kita."
Samantha memeluk mama mertuanya, "bagaimana bisa mama setegar ini..?? bahkan mama selalu bijak dalam setiap masalah.."
" kau akan merasakannya setelah dia lahir nanti.." timpal mama wina sambil menerbitkan senyumnya.
.
.
.
Rans mondar mandir dikamarnya, baru saja zakia memberitaunya jika ada yang mau datang dan akan menemuinya.
Rans sudah bisa menebak jika yang akam datang tak lain adalah kakaknya sendiri atau mungkin samantha.
.
.
Revandra yang melihat Abigal berusaha memberikan dukungan. " tenang saja, q akan membantumu bicara padanya.. usia Rans masih muda, wajar jika emosinya sulit turun karna sebuah kebohongan."
" akankah dia mau memaafkanku ?? jika tidak bagaimana ??" tanya Abigal.
" baru kali ini q melihat wajah kawatir dan takutmu Abi.. ini benar-benar langka.." canda Revandra.
Abigal menyunggingkan senyunnya, " kau !!"
Revandra tertawa lepas begitu saja melihat ekspresi Abigal.
mobil Abigal memasuki halaman luas rumah Revandra. segera mereka berdua turun.
Revandra sudah didepan pintu, namun Abigal.masih mematung di samping mobilnya.
__ADS_1
" ayo ??!!" ajak Revandra, Abigal tersadar dari lamunannya, ia kemudian menyusul langkah Revandra.
didlalam Abigal disambut Nada istri dari Revandra.
" sayang.. q pulang.." ucap Revandra dengan suara meninggi.
Nada langsung mencium tangan Revandra dan menatap Abigal dengan penuh keramahan.
" selamat datang tuan.." sapa Nada penuh sopan.
Abigal.menunduk hormat. " maaf mengganggu nyonya Nada."
" tidak masalah. mari silahkan duduk dulu. " tawar Nada.
" dia ingin.menemui Rans. q ajak dia kekamar Rans dulu ya..??" bisik Revandra pada Nada.
Nada mengangguk pasti.
" ajaklah, Zakia tadi baru kesana mengantar teh hangat." balas Nada.
belum sempat Revandra dan abigal melangkah, Zakia terlihat berlari kearah mereka dengan teriakan yang membuat Semua orang panik.
" ma.. pa.. paman Rans tidak ada dikamarnya !!!" teriak Zakia dengan wajah Paniknya.
Abigal membulatkan matanya dan menghampiri Zakia yang sudah didekat Revandra.
" zakia jangan bercanda !!" tegur Revandra.
" Zakia serius pa, q membawa teh hangat buatan mama untuk paman, tapi saat q masuk dia sudah tidak ada.." balas Zakia.
" bisakah kita lihat dikamar ??" timpal Abigal.
" iya Ayo kita lihat.." ajak Revandra.
" ma, beritau Gondrong untuk mencari kesekeliling rumah !!" pinta Revandra pada Nada.
Nada mengangguk pelan dan berlari keluar menemui penjaga setia dirumah itu.
.
.
__ADS_1
.