
bab 159
.
.
.
Gurat kegundahan juga nampak pada Rans ketika dirumah. meski saat ini keluarganya telah berkumpul tak membuat hati Rans bisa tenang.
dia tidak mau sarapan dan memilih segera berangkat kekantornya. mama wina dan Samantha pun keheranan dengan tingkah rans sejak pagi.
Sementara Abigal yang sebenarnya sudah tau hanya diam saja tanpa memberitau mama serta istrinya.
" sebenarnya Rans kenapa ya ?? wajahnya muram sekali..?? apa dia ada masalah ??" tanya mama wina dimeja makan.
" aku juga merasa dia memang sedang dalam masalah ma, sejak aku mengenal Rans. dia tidak pernah semuram ini.." balas Samantha.
" Abi. nanti kau susul dia kekantornya ya.. mama begitu kawatir.." ucap mama wina kepada Abigal.
Abigal menghentikan aktivitas sarapannya. " ma, Rans sudah dewasa. biarkan dia menentukan jalan hidupnya sendiri. jika nanti dia butuh saran dari kita, dia pasti akan bicara sendiri. mungkin saat ini menyendiri adalah pilihannya.." terang Abigal.
" apa mas sudah tau masalah yang menimpa Rans ??" terka Samantha.
Abigal hanya membuang nafasnya dengan perlahan. " sudahlah, jangan dibahas. aku berangkat dulu ya ??" pamit Abigal sembari berdiri dan mencium kening Samantha.
baik Samantha maupun mama wina hanya membalas dengan anggukan. respon Abigal yang santai saja membuat mama wina dan Samantha yakin jika Abigal memang sudah tau masalah apa yang dihadapi Rans kali ini.
" semoga hanya masalah kerjaan ya ??" ucap mama wina.
" semoga saja ma, nanti jika aku ada waktu aku akan bicara padanya.." balas Samantha dengan penuh kelembutan.
mama wina menerbitkan senyum dan memegang tangan Samantha. "oh ya, bagaimana ?? apa belum ada tanda-tanda ??" tanya mama wina mengganti topik.
senyum Samantha perlahan mulai luntur, "saman belum tau ma, sepertinya belum ada. tapi memang Saman sudah dua bulan tidak datang bulan." terang Samantha dengan lirih
__ADS_1
" jangan stres sayang.. kau pasti kelelahan sampai haidmu tidak lancar begitu.. maafkan mama ya, seharusnya mama tidak menanyakan hal itu.." bujuk mama wina yang merasa tidak enak.
" mama.jangan seperti itu, aku tidak apa-apa, jujur saja aku juga begitu.mengharapkannya, apa lagi mas Abi, dia begitu berharap aku segera hamil.." samantha mulai.menerbitkan senyum kembali agar sang mertua tidak sampai berfikir negatif.
Mama wina menggenggam jemari Samantha. "bersabarlah sayang, dulu kau sudah pernah hamil, otomatis kau pasti akan hamil.lagi, hanya belum waktunya saja.. kau percaya kepada Allah kan ??"
" aku percaya ma, dan aku akan selalu bersabar." balas Samantha dengan kelembutannya.
.
.
.
Dikantor Rans bahkan tidak bisa fokus dengan pekerjaannya. fikirannya terus tertuju pada Zakia saja. begitupun sebaliknya, Zakia sesekali mengusap wajahnya agar bisa fokus pada pelajaran ujian, jujur Saja Zakia juga masih kefikiran dengan pernyataan cinta Rans kepadanya.
Hingga Sekretaris Rans yang sejak tadi mengetuk pintu sama sekali tidak terdengar oleh Rans.
sekretaris Rans langsung karna ada beberapa laporan yang harus ditanda tangani Rans.
namun sepertinya Rans masih setia dengan fikirannya.
" Tuan !!" panggil Rima lagi.
" tuan..!!" Rima meninggikan suaranya hingga membuat Rans tersentak.
tatapan tajam dilayangkan Rans kepada Rima.
" kau !! kenapa diruanganku !!" tegur Rans.
" maaf tuan, saya hanya mau meminta tanda tangan anda saja.. saya sudah mengetuk pintu beberapa kali tapi tidak dijawab, makanya saya langsung masuk. didalam tuan juga...-"
" sudah berhenti !! mana yang harus saya tanda tangani ??!!" Rans langsung menyela Ucapan rentetan Rima sekretaris barunya, pilihan Abigal yang memang sedikit cerewet namun bisa diandalkan, dan yang paling penting tidak genit.
Rima segera meletakkan laporannya diatas meja Rans, dengan segera pula Rans menanda tanganinya.
__ADS_1
" hari ini saya ada jadwal mitting tidak ??" tanya Rans.
Rima membuka jurnal Jadwal Rans. " tidak ada tuan. hanya nanti ada mitting dengan staf kantor saja."
" baiklah, keluar " Rans berkata demikian sembari memutar kursinya dan memilih menghadap tembok kaca yang bisa melihat keadaan ramainya diluar kantor tepatnya dijalan raya
Rima hendak memutar Langkahnya namun entah mengapa Rans kembali.mencegahnya.
" Rima tunggu !!"
" ada apa tuan ??" tanya Rima.
Rans ragu ingin bertanya namun ia bingung harus meminta solusi dengan siapa. bahkan itu juga bukan urusana pekerjaan.
" apa kau sudah punya pacar ??" tanya Rans ragu-ragu.
rima menautkan alisnya. "kenapa tuan Rans bertanya pacar ?? bukannya tuan Abi bilang dia tidak suka digoda ??" batin Rima.
" hey Rima !! aku bertanya padamu !!" bentak Rans hingga membuat Rima terperajak.
" maaf tuan.. memangnya kenapa ??" tanya Rima balik.
" jawab saja apa susahnya !!" gerutu Rans.
" emm... saya sebenarnya sudah memiliki tunangan tuan. bulan depan saya menikah.." terang Rima.
Rans membulatkan matanya. Rima adalah gadis yang memiliki tubuh tambun dan jauh dari kata sempurna, tapi Rans sama sekali tidak.menyangka jika sekretaris pilihan sang kakak sudah memiliki ikatan sedalam itu.
" kau..kau..sudah bertunangan ?? dengan siapa ?? emm...maksudku, apa sudah lama ??" tanya rans kembali.
fikiran Rima jadi negatif, tidak.biasanya rans bertanya masalah pribadi begini.."apa jangan-jangan tuan menyukaiku ??" batin rima dengan konyolnya.
.
.
__ADS_1
.