LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 80


.


.


.


Sesampainya dibawah Senyum Samantha redup ketika mama wina duduk bersebelahan dengan Rans.


mama wina segera berdiri dan menghampiri Samantha yang mematung diujung tangga.


" sayang.. bagaimana kabarmu ??" sapa Mama wina.


" saman baik ma," jawab Samantha singkat.


Abigal yang juga sudah sampai dibawah menatap sang mama.


" dia ingin meminta maaf kepada kalian. kalian maafkan atau tidak semua terserah pada kalian, mama tidak akan memaksa," ucap mama wina sambil memegang pipi Samantha.


samantha menatap Abigal penuh tanya, Abigal yang mengerti maksud sang istri hanya menganggukkan kepalanya.


" Bu Rani.. bagaimana jika kita memasak ??" ajak Mama wina yang melihat Ibu Rani turun dari tangga dan hendak kedapur. seketika mama wina menarik Ibu Rani menuju dapur.


" bu Wina yakin membiarkan mereka berbicara ??" tanya Ibu Rani sesampainya didapur.


" iya, saya tidak mau ikut campur bu..biarkan Abi dan Samantha yang menentukan keputusan, saya tidak mau berpihak siapapun." jawab Mama wina.


" semoga tidak ada pertikaian ya bu.." ucap Ibu rani.


mama wina hanya mengangguk pelan.


sementara itu kediaman masih terjadi diruang tamu. Rans belum berani membuka kata sedikitpun, apalagi saat sekilas ia melihat Samantha membuang tatapannya kearah lain seolah masih tidak ingin bicara padanya.


" jadi ada apa kau kemari ??" tanya Abigal


Rans mulai mengangkat wajahnya, ia mengatur nafasnya kembali untuk mulai bicara.

__ADS_1


" Kak Abi, Samantha.. q kesini mau meminta maaf kepada kalian berdua, selama dua bulan ini q sudah menghukum diriku sendiri, tapi semua tidak bisa menghilangkan penyesalan dihatiku, q memang berdosa telah melenyapkan calon anak kalian, q selalu berdoa pada Allah setiap harinya agar q bisa mengembalikan apa yang telah q renggut, namun seakan Allah juga menghukumku semua doaku masih belum dikabulkan..


kak Abi, Samantha, kalian berhak tidak memaafkan q, kalian juga berhak membenciku, tapi tetap anggap q sebagai adik kalian sampai kapanpun..karna hanya kalian yang q punya.." ucap Rans penuh kesungguhan.


Samantha masih dengan posisinya, sedang kan Abigal juga masih setia diam.


" semua keputusan ada pada Samantha, kakak tidak bisa memaafkanmu jika Samantha juga belum bisa memaafkanmu.." ucap Abigal datar tanpa ekspresi.


Abigal memegang tangan samantha. " jangan memikirkan q, jika hatimu belum bisa kau boleh menolak permintaan maaf dari Rans yang terpenting adalah dirimu, .." ucap abigal pada Samantha.


Samantha menatap lekat Abigal cukup lama, perlahan ia beralih menatap Rans yang terlihat penuh harap dalam tatapannya.


perlahan Samantha melepas genggaman tangan Abigal. ia berdiri dari duduknya dan mendekati Rans. tatapan tajam nyaris tanpa ekspresi membuat Rans menelan ludah beberapa kali.


bahkan Abigal dibuat tegang dengan keadaan itu.


setelah dekat Samantha tidak melepas tatapannya


dan..


plaakk..


plaakk..


Rans tertunduk dengan tamparan Samantha, ia juga menerka jika samantha belum bisa memaafkannya.


namun..


" q sudah memaafkanmu.. tamparan tadi adalah kekesalanku yang terakhir " ucap samantha dengan pasti.


Rans mengangkat wajahnya seolah ingin mendengar lagi.


" sayang.. kau yakin ??"Abigal.mencoba memastikan.


Seketika samantha menerbitkan senyumnya dan mengangguk pasti.


Rans langsung bersujud dikaki Samantha. " terima kasih.. terima kasih atas maafmu Samantha.."

__ADS_1


" berdirilah..jangan lakukan hal yang memalukan seperti ini.." ucao Samantha sambil.membantu Rans berdiri.


Senyum haru nampak jelas diwajah Rans.


" kita lupakan semua yang terjadi, saat ini kita hanya perlu menata masa depan agar lebih baik dari masa lalu kita.." terang Samantha dengan senyumnya.


Abigal.ikut berdiri dan merangkul Samantha. "kau yang terbaik sayang.." bisik Abigal.


" iya, q akan memulai semuanya dari awal." balas Rans yang juga mulai menerbitkan senyumnya.


" samantha, bolehkah q memelukmu ??" pertanyaan Rans membuat senyum Abigal redup seketika.


" apa maksudmu ??!! dia kakak iparmu !!" timpal Abigal.


" kakak jangan salah faham. q mau memeluk dia sebagai kakak iparku bukan sebagai samantha lagi.." balas Rans.


" kenapa.harus minta ijin padanya ??" Samantha membuka tangannya dengan lebar.


Rans memeluk Samantha dengan erat.


" terima kasih kakak ipar.." ucap Rans lirih.


Abigal yang terlihat jengah segera melepas pelukan Rans.


" sudah.. sudah.. jangan lama-lama."


" kakak, apa.kau masih cemburu padaku ??" ejek Rans.


" si..siapa ?? cih.. cemburu buat apa ??!" timpal Abigal sambil mengusap tengkuknya yang tidaj gatal.


" benarkah ??!!" ejek Samantha lagi.


" q akan menghukummu jika kau berani melirik pria lain.." Abigal menarik Samantha dalam pelukannya dan menciumnya dengan mesra.


Rans tersenyum bahagia.melihat kemesraan kakaknya itu. tidak ada lagi kebencian, tidak ada lagi kecemburuan, yang ada hanya kebahagiaan sejati ketika berkumpul dengan orang terkasih.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2