
bab 167
.
.
.
Pukul 19.00 Rans baru tersadar. kepalanya masih terasa berat, hingga membuka mata saja harus beberapa kali mengerjapkannya.
ia meneliti sekeliling dimana kini ia berada. seingatnya tadi, dia masih di Bar bersama kakak dan teman kakaknya.
kamar terlihat tidak asing, Rans meyakini kini dia berada dikamarnya sendiri.
" pasti aku mabuk, sampai tidak sabar.." gumam Rans yang segera bangkit dari pembaringan menuju kamar mandi.
ia.membasuh wajahnya dengan air agar terlihat segar.
" orang mabuk rasanya sakit sekali kepala ini.. kenapa kakak dan kak Vandra suka sekali mabuk.." gerutu Rans yang meneruskan membasuh wajahnya.
.
.
Sementara dirumah Revandra makan malam tengah berlangsung. seperti biasa Zakia selalu menggoda naren yang giginya mulai tanggal didepan. rengekan Naren membuat gelak tawa Zakia.
hingga kedatangan sang papa kemeja makan.
__ADS_1
"papa, kak Zakia mengejekku terus.." Lapor Naren.
" benarkah ?? lalu.Naren bagaimana ??" tanya Revandra dengan lembut.
" Naren pukul pake tisu kak Kia.nya.." jawab Naren dengan.polosnya.
Nada hanya menanggapi dengan senyuman sembari menyuapi sikembar.
" adik kan.memang ompong.."Balas Zakia.yang gemas sembari memegang kedua pipi Naren.
" aaahhh !! kakak !!" protes Naren. Gelak tawa terdengar dimeja makan.
" sudah, sudah.. ayo kita makan dulu.." ajak Revandra. semua menurut termasuk Naren yang mengerucutkan bibirnya namun tetap melahap makanan didepannya.
" ma, besok hari sabtu bangunkan papa pagi-pagi sekali.ya.." pinta Revandra.
" memang sabtu mau kemana pa ?? bukannya hari libur ??" tanya Nada.
alis nada bertaut seakan belum.mengerti maksud suaminya. begitupun dengan zakia. ia sedikit terkejut mendengar ucapan sang papa. hingga tanpa sadar ia menghentikan aksi makannya.
" Pindahan ?? Rans ?? pindah kemana ??".tanya Nada.
"aku dan Abigal menjalin kerja sama bisnis dengan investor dari London. dari pada Rans bolak balik aku dan Abi memutuskan menempatkan dia.disana saja." terang Revandra.
" oohh...begitu.. kasihan sekali dia.. harus.jauh lagi dari keluarga.." ucap Nada.
Zakia.mematung mendengar penuturan sang papa, hatinya terasa tergelitik namun ia tidak tau kenapa.
__ADS_1
"mau bagaimana lagi.. hanya dia yang masih lajang dan belum punya pasangan. kalau aku atau Abi nanti bagaimana istri-istri kami.." balas Revandra.
Nada.mengangguk pertanda mengerti. " baiklah, aku akan membangunkanmu lebih awal."
Revandra mengangguk pasti seraya melirik sang putri yang masih mematung dengan tatapan entah kemana. sunggingan senyum tipis nampak diwajah Revandra namun secepatnya Revandra menyembunyikannya.
.
.
Setelah makan.malam selesai, Zakia memilih masuk kedalam kamar lagi.. ucapan sang papa terus saja terngiang ditelinganya.
Zakia.memilih duduk dibalkon kamarnya dengan membaca novel kesukaannya.
" kenapa.aku terus memikirkan kata-kata papa tadi ?? paman Rans mau.pindah ?? seharusnya aku senang.. kenapa.malah rasanya aneh begini.." gumam Zakia sembari menutup wajahnya dengan buku novel.
"aku rasa memang aku sudah gila.." gerutu Zakia yang mengusap wajahnya. perlahan tapi pasti wajah Rans terus terbayang difikirannya.
Zakia berpindah menuju meja belajarnya, membuka lembaran buku pelajaran berusaha mengalihkan fikirannya. namun hasilnya nihil, tetap saja masih terbayang.
" Zakia... kau ini kenapa !!! fokus.. fokuslah pada pelajaranmu ini !!!" Zakia terlihat frustasi.
ia menegadah menatap langit-langit kamarnya.
" apa iya aku menyukai paman Rans ?? tapi kenapa ??!! aku tidak boleh pacaran dulu !!! kasihan mama nanti ..." Zakia terus bicara kepada dirinya sendiri. terkadang merutuk terkadang pula mencoba meneliti diri sendiri. hingga beberapa.kali Zakia mengacak-acak rambutnya karna merasa kesal pada dirinya sendiri.
.
__ADS_1
.
.