
bab 129
.
.
.
Sedikit berlari dengan Wajah kawatir dan air mata tertahan, Abigal memasuki Rumah sakit.
atas arahan perawat Abigal dibawa diruangan IGD dimana Samantha tengah ditangani.
Abigal meraba pintu IGD yang masih tertutup rapat. hatinya serasa koyak, dan hancur dengan kebenaran yang ada.
" Ya Allah.. selamatkan istriku.. aku memang pria berdosa, tapi jangan limpahkan balasanmu.kepada istriku Ya Allah.." gumam Abigal dengan kepiluannya.
" jangan berkata seperti itu Abi, Ini semua ujian bukan balasan "
Revandra terus berada disisi Abigal, dan terus memberikan semangat serta dukungan moral untuk sahabatnya itu.
Sementara Rans terpaku pada seorang wanita yang amat ia benci duduk diruang tunggu disisi ruang IGD itu.
" maudy " Rans menyebut sebuah Nama.
Maudy mendongakkan wajahnya. ia menatap Rans dengan ketakutan. " Rans.."
" sedang apa kau disini ??!!" tanya Rans penuh selidik.
" aku.. aku.. menunggu Samantha. tadi sewaktu aku dijalan, aku melihat dia mengalami kecelakaan.karna menunggu ambulance terlalu lama aku membawanya serta sopirnya kerumah sakit dulu.." terang maudy sambil.menunduk.
Rans.menerbitkan senyum tak percayanya. "kau menyelamatkan samantha ?? itu sama sekali tidak mungkin. aku yakin kau yang mencelakainya !!!" terka Rans.
" Terserah kau saja !! aku memang membenci Samantha, tapi aku tidak pernah berniat mencelakainya !!" balas Maudy dengan mata berkaca-kaca dan tatapan serius. seketika Maudy melangkah meninggalkan Rans.
" Tuan, dia berkata yang sebenarnya. jika tuan tidak percaya bisa lihat CCtV dimana korban kecelakaan tadi." ucap seorang ibu yang juga duduk diruang tunggu itu.
" benarkah ?? apa kau dibayar wanita tadi ??!!" tanya Rans penuh curiga
" tidak ada yang dibayar disini tuan. saya hanya ingin memberitau jika ada CCtv dijalan itu." balas Ibu itu yang kemudian berlalu meninggalkan Rans juga.
Rans hanya bisa mengusap kasar wajahnya dan mendekati Abigal yang setia didepan pintu IGD, tanpa memperdulikan perdebatan Rans barusan.
Rans meraih ponselnya menghubungi Deri asisten sang kakak yang tadi pergi kekantor lebih dulu.
__ADS_1
" tuan bagaimana keadaan nona ??saya dengar -"
" kak Deri tolong segera selidiki penyebab kecelakaan Samantha, aku ingin memastikan sesuatu." ucap Rans yang menyela pertanyaan Deri.
" baik Tuan. " Panggilan segera berakhir.
Pintu IGD terbuka beberapa perawat dan dokter mendorong brankar berisi Samantha yang terbalut Perban dikepalanya.
" sayang.." gumam Abigal matanya berair melihat kondisi Samantha.
" dokter.. dokter ..bagaimana keadaan istri saya ??" tanya Abigal dengan penuh harap.
" silahkan ikut keruangan saya. " ajak sang dokter.
Abigal.mengangguk pasti. dan mengikuti Langkah dokter untuk mengetahui keadaan istri tercintanya.
" kak Vandra jika akan pulang, pulanglah, aku akan menjaga kak Abi." ucap Rans.
" baiklah. nanti malam aku akan kesini lagi." balas Revandra.
Rans mengangguk pelan. Revandra segera berlalu. sedangkan Rans memilih melihat Keadaan pak Yus, sopir yang membawa mobil.
sesampainya diruangan pak Yus, Rans tak sengaja bertemu perawat yang menangani pak Yus..
" kaki kiri pak Yus mengalami patah pada bagian betisnya. lengan kirinya juga retak, namun masih tertolong dengan dipasang pen Tuan." terang suster.
Rans merasakan kasihan dengan kondisi sopir yang sudah lama ikut keluarganya. melihat sebegitu parah kondisi Samantha dan pak Yus, Rans bisa memperdiksi jika kecelakaan itu benar-benar sangat mengerikan.
.
.
Senyum penuh kelicikan terlihat jelas pada Maudy yang sejak tadi diam-diam mengikuti Rans.
" aku berdoa agar Samantha mati, kau dan kakakmu tidak ada yang boleh bersama dia.." gumam Maudy yang kemudian kembali bersembunyi sembari mengirim pesan sang kakak, tentang keadaan terkini target mereka.
.
.
Mama wina bersama Kedua orangtua Samantha berlari kecil memasuki rumah sakit. setelah mendapat kabar dari Rans, mama wina segera mengabari kedua orangtua Samantha. semua merasakan kekawatiran yang mendalam apa lagi Ibu Rani, sejak tadi sepanjang perjalanan Ibu rani sesenggukan menangis membayangkan bagaimana kondisi putri satu-satunya yang mengalami kecelakaan.
.
__ADS_1
.
Abigal keluar dari ruangan dokter dengan langkah gontai dan tatapan kosong, penjelasan sang dokter seolah meruntuhkan kekuatan seorang Abigal.
" Maaf sebelumnya Tuan. Nona Samantha mengalami pendarahan pada kepalanya, dan tulang lengan kirinya retak, kami sudah melakukan operasi darurat dan menanganinya. semoga nona segera keluar dari masa kritisnya. saya tidak bisa menjamin nona segera sadar, tapi saya akan berusaha agar Nona tidak dalam fase kritis. Nona sangat kuat Tuan, dia bertahan meski denyut jantung yang melemah, bahkan biasanya jika pendarahan dikepala saya tidak menjamin pasien bisa selamat." terang dokter dengan seksama.
ucapan sang dokter terus terngiang ditelinga Abigal. hingga tanpa sadar langkahnya terhenti dimana istrinya kini dirawat. berbagai alat-alat medis memenuhi tubuh Wanita yang begitu dicintainya. miris rasanya, hati Abigal.bagai tersayat, betapa kesakitannya istrinya kini dengan berbagai macam alat medis itu.
" sayang.. bangunlah.. maafkan aku.."ucap Abigal lirih.
Abigal tidak sanggup masuk kedalam dan menjelaskan keadaan Samantha kepada orangtuanya, abigal hanya bisa menatap nanar Samantha dari kaca tembus pandang diluar ruangan ICU dimana Samantha dirawat.
.
.
.
🧚♂🧚♂🧚♂
mohon maaf sebelumnya ya.. 🙏🙏
telat up soalnya lagi punya kesibukan didunia nyata.. sumpah sibuk banget, sampe makan aja ngk sempet 😁😁😁
terima kasih yang selalu mendukung karyaku ini 🙏🙏🙏
jadikan karyaku favoritemu ya, biar dapat notif kalau udah update lagi. 😁😁
bisa juga follow othor ecekedul ini juga 🤭🤭
terima kasih juga buat masukan-masukan dan kritikan dari kalian semua, 🙏🙏🙏
semua membangun dan membuatku bisa lebih baik lagi.. othor ngk akan marah, mau dikritik jelek pun, karna hati othor terbuat dari tepung terigu 🤣🤣 jadi ngk gampang baperan 😁😁
terima kasih..
.
.
.
.
__ADS_1