
bab 145
.
.
.
Setelah mengantar Rans, Abigal kembali kerumahnya. buru-buru ia memasuki rumah, rasa rindu terhadap istri tercinta membuat Abigal bersemangat, dengan membawa sebuket bunga yang ia beli ketika dijalan Abigal menapaki tangga mencari keberadaan Samantha.
Sebuah kejutan yang membuat Abigal terpaku, kala melihat balkon rumah mereka disulap menjadi tepat romatis yang dihiasi berbagai macam kemerlap lampu warna. sepasang kursi lengkap dengan meja tertata rapi disana, cahaya lilin diatas meja bersamaan dengan makanan yang sudah siap santap membuat Abigal benar-benar.merasa bermimpi.
langkah kaki Samantha terdengar dari arah belakangnya, segera Abigal Memutar tubuhnya dan melihat sosok wanita yang begitu ia puja, memakai dress putih dengan mutiara kecil dilehernya, rambut yang dibiarkan tergerai dan diberi gelombang sedikit menambah kecantikan Samantha
apa lagi senyum manis yang selalu menghiasi wajahnya, Abigal benar-benar terpesona dengan semua itu.
Dengan membawa kue yang diatasnya bertenger lilin disekeliling kue, Samantha mendekati abigal yang mematung memandangnya.
" sa..say..ang.. ka..kau.." Abigal masih belum percaya dengan semua itu.
" selamat ulang tahun suamiku.." ucap Samantha dengan penuh kelembutan.
Mata Abigal berkaca-kaca.."ka..kau..kau..ti..dak lupa ??"
Samantha menerbitkan senyumnya kembali dan mendekati abigal, mencium pipi Abigal dengan mesra.
" maafkan aku, aku terpaksa membohongimu sebab gara-gara kecelakaan itu hari ulangtahunmu terlewatkan."
__ADS_1
Abigal yang masih tidak percaya langsung memeluk Samantha dengan erat."sayang..kau..tidak.melupakanku..sayang..terima kasih.."
Samantha membalas pelukan Abigal dengan sebelah tangan.
" baiklah.. tiup lilin nya dulu..tanganku terasa pegal.."
Abigal segera membuka pelukannya, ia mengusap ujung mata yang berair.
" mintalah sesuatu, berdoalah yang terbaik.." ucap Samantha.
Abigal mengangguk dan memjamkan matanya, sesaat kemudian ia telah membuka matanya kembali. perlahan ia meniup lilin diatas kue.
" selamat ulang tahun mas Abi, semoga kau selalu diberi kesehatan, panjang umur, dan selalu diberi kesabaran dalam segala keadaan. aku minta maaf, kejutan ini harus terlambat, karna aku yang mengalami kecelakaan." ucap Samantha.
" terima kasih sayang.. bagiku yang paling utama adalah kau, meski ada pesta ulangtahun, tapi kau terbaring dirumahsakit, aku tidak akan melangsungkannya.. kau segalanya untukku." Abigal.menyerahkan buket bunga kepada Samantha.
" wah.. ini indah sekali.." puji Samantha.
Samantha hanya tersenyum bahagia. dia menggiring Abigal menuju meja yang sudah disiapkan.
Abigal melihat sekelilingnya, ia masih terkagum-kagum dengan kejutan Samantha.
" kau yang menyiapkan semua ini ??"
" tentu saja.." balas Samantha.
" tentu saja ??" timpal Abigal.
__ADS_1
" tentu saja tidak, aku dibantu pelayan dan Ibu serta ayah dan mama.juga.." ucap samantha sambil tertawa kecil.
" mereka tau kau tidak lupa ingatan ??" tanya Abigal
"aku memberi tahu mereka sewaktu dirumah sakit.. " balas Samantha.
Abigal sama sekali tidak menyangka istrinya yang lugu bisa merencanakan kejutan seperti itu.
Samantha memotongkan stik didepannya dan meletakkannya didepan Abigal.
" ayo makan dulu.. ceritanya nanti lagi ya.." ucap Samantha
Abigal hanya tersenyum menanggapi dan memilih menikmati stik didepan meja.
.
.
Rans yang baru selesai membersihkan diri, membanting tubuhnya diatas ranjang. hari itu begitu melelahkan baginya, sesaat Rans mengusap wajahnya dan membuka ponselnya, entah mengapa Rans begitu ingin melihat gambar Zakia. segera ia membuka album foto dan membuka gambar Zakia.
Senyum tipis terlihat jelas diwajah Rans. rasa lelah seakan telah sirna hanya dengan melihat potret senyum manis Zakia.
" dia masih terlalu muda..Rans..kau benar-benar sudah gila..bagaimana bisa aku menyukai gadis kecil ini..ya ampun.." ucap Rans pada dirinya sendiri. entah mengapa cinta keduanya harus jatuh pada gadis yang masih masih sangat muda dan belia.
.
.
__ADS_1
.
.