LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 204


.


.


.


Rans memarkirkan mobilnya dihalaman rumah kakaknya, Sambutan hangat dari Samantha membuat Rans membalas dengan senyum manisnya.


" kak Abi sudah pulang kan ??" tanya Rans.


" sudah, ayo masuk.." ajak Samantha


Rans mengangguk dan mengikuti Samantha memasuki rumah.


Abigal sedikit heran ketika adiknya datang tanpa memberinya kabar.


" kau kesini ?? mama tidak ikut ??" tanya Abigal.


" tidak, kak aku mau menanyakan sesuatu." pinta Rans.


dari wajah Rans yang serius Abigal bisa menerka jika adiknya itu benar-benar ada sesuatu.


" duduklah. " ajak Abigal.


Rans kemudian duduk dihadapan kakaknya diruang keluarga.


Samantha memilih membuatkan minum tanpa berani ikut campur urusan kakak adik itu.


" ada apa ??"tanya Abigal.


" kakak tau tidak dimana Kak Vandra pergi ??" tanya Rans dengan penuh harap.

__ADS_1


Abigal sesaat terdiam. ia, dia tau kemana pria itu pergi, namun Abigal diminta untuk diam.


" aku tidak tau. Revandra tidak mengatakannya padaku." balas Abigal dengan santai.


" benarkah ?? kakak kan teman dekatnya ??!" protes Rans.


" aku memang temannya, tapi urusan bisnis aku juga tidak akan ikut campur !! kecuali jika aku dan dia bekerja sama..!!" timpal Abigal.


Rans mendegus kesal, ia amat menghawatirkan orangtua kekasihnya itu.


" kak, apa kak Vandra bersama anggota mafianya ya ?? saat aku kekantor kak Vandra kak Romi dan kak Yohan juga tidak ada.." terka Rans.


Abigal berdehem mengurangi keterkejutan dalam dirinya. sebenarnya dugaan adiknya itu benar. namun Abi berusaha menepisnya.


" apa kau lupa !! mereka berdua kan asisten pribadinya Revandra, jika perjalanan bisnis penting kedua makhluk menjengkelkan itu akan dibawa.."


" iya juga.. ah.. ya sudah aku pulang dulu.." Rans bangkit dari duduknya.


" iya.. aku kasihan pada Zakia, dia muram terus.. aku yakin dia begitu kawatir pada papanya." balas Rans.


" hmm.. katakan pada Zakia agar tidak kawatir. papanya hari ini akan segera kembali." ucap Abigal sekenanya, tanpa ia sadari Abigal keceplosan.


" maksud kakak apa ?? hari ini ??" tanya Rans.


Abigal gelagapan dibuatnya. "sudah..sudah.. pergilah !!"


Rans hanya mendegus saja. ia kemudian melangkahkan kakinya keluar dari rumah kakaknya itu.


.


.


" loh.. Ransnya mana ??" tanya Samantha dengan nampan berisi minuman serta camilan.

__ADS_1


" sudah pulang. " balas Abigal.


" kenapa buru-buru ??!! aku tadi buat kue kering ini.." timpal samantha.


" dia hanya menanyakan keberadaan Revandra saja. " ucap Abigal yang segera menerima nampan Samantha dan meletakkannya diatas meja.


" mas katakan yang sebenarnya ??" tanya Samantha yang ikut duduk disisi Abigal.


" tentu saja tidak. Revandra melarangku mengatakan kepada siapapun." jawab Abigal.


" tuan Revandra sangat menyayangi putrinya ya.. sampai-sampai rela melakukan apapun yang diinginkan putrinya.." ucap Samantha.


" tidak ada orangtua yang tidak menyayangi anaknya sayang.. aku pun juga akan melakukannya jika kelak anak kita memintanya kepadaku.." balas Abigal sembari mengusap perut Samantha.


Samantha menerbitkan senyum kala Abigal mencium perutnya dengan penuh kasih sayang.


" kau calon orangtua yang baik."


" semua berkat kau.. jika aku tidak mengenalmu, mungkin aku tetap menjadi orang yang salah terus.." ucap Abigal.


"jangan berkata begitu.. kau lelaki hebat yang aku miliki.." balas Samantha.


Abigal merangkul Samantha dan dengan manjanya Samantha bersandar didada suaminya itu.


Rans yang tanpa sengaja menguping pembicaraan sang kakak kembali melanjutkan langkahnya keluar dari rumah itu.


" benar dugaanku, kakak tau dimana kak Vandra pergi. Dari pembicaraan mereka tadi sepertinya... jangan-jangan....-" Rans segera berlari masuk kedalam.mobil dan menyalakan mesin mobilnya menancapkan gasnya dan melesat meninggalkan rumah Abigal..


.


.


.

__ADS_1


__ADS_2