LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 62


.


.


Dengan susah payah Revandra dibantu gondrong penjaga dirumah membawa Rans masuk kedalam rumahnya. tanpa sengaja Nada dan zakia yang terbangun ditengah malam terkejut Melihat Revandra yang datang dengan pria muda yang penuh luka ditubuhnya.


" pa, dia siapa ??!! kenapa terluka begini !!!" tanya Nada penuh cemas.


" nanti q jelaskan." buru-buru Revandra membawa Rans kekamar tamu yang dekat dengan ruang tamu.


" Zakia. hubungi paman Mike suruh datang kesini sekarang !!" perintah Revandra pada putrinya yang sudah menginjak remaja.


Zakia mengangguk dan segera berlari hendak menghubungi pamannya.


Sedangkan Nada membantu membaringkan Rans diranjang.


" q ambik air hangat untuk membersihkan noda darahnya ya..??" ucap Nada,


" iya, cepatlah." balas Revandra. " gondrong ambil kotak P3k kita..!!" perintah Revandra pada penjaganya.


Revandra melonggarkan baju serta mulai.membersihkan darah disetiap sudut tubuh Rans.


" ya ampun.. dia pasti mabuk berat.. luka seperti ini sampai tidak sadar..Rans.. sadarlah.." gumam revandra.


.


.

__ADS_1


Pagi hari menyapa, Abigal ditemani Samantha berniat mencari keberadaan sang adik, awalnya mama wina memaksa ikut namun atas bujukan Samantha, mama wina mau menunggu dirumah.


sepanjang perjalanan Baik samantha maupun Abigal hanya diam tanpa percakapan, keduanya diselimuti rasa kawatir terhadap adik mereka yang tidak bisa dihubungi sejak semalam.


ponsel Abigal tiba-tiba saja berbunyi, membuat Abigal reflek segera mengambilnya. samantha juga sangat berharap jika yang menghubungi itu adalah Rans,


" siapa mas ??" tanya Samantha.


" Revandra." jawab Abigal singkat, ia langsung mengangkat panggilan itu, sedangkan Samantha kembali muram.


" ada apa ??" jawab Abigal.


" Abi, kau dimana ??" tanya Revandra balik.


" q dijalan," jawab Abigal singkat.


"semalam q menemukan Rans dikeroyok beberapa pria, saat ini dia ada dirumahku, sejak semalam q sudah meminta Mike memeriksa dan mengobati lukanya, tidak terlalu parah, hanya saja semalam dia mabuk berat, jadi dia tidak bisa melawan." terang Revandra


Abigal mengerem mobilnya secara mendadak ketika mendapat informasi yang amat ia tunggu sejak tadi.


" mas Ada apa ?? kau hampir membuat kita celaka.." tegur Samantha.


Abigal menelan ludahnya dengan kasar. ia tersadar dan segera mendekatkan kembali ponsel ketelinganya yang tadi turun karna terkejut.


" maaf sayang,.." ucap Abigal pada samantha.


" Abi !!! abigal !!!" teriakan Revandra membuat Abigal kembali tersadar jika ia masih berbicara dengan temannya.


" baiklah, q akan segera kesana. tolong jaga dia sebentar saja." jawab Abigal

__ADS_1


" hey !! dengarkan q, sebaiknya kau jangan kesini, sejak semalam Rans terus merutuki dirimy dan Istrimu, biar q bicara dulu dengannya nanti." balas Revandra.


Abigal terdiam sesaat, ia sungguh ingin melihat kondisi sang adik.jujur saja Abigal sangat kawatir terhadap Rans,


" percayalah padaku," suara Revandra membuyarkan lamunan Abigal.


" baiklah ,segera kabari q jika dia sudah sadar." balas Abigal.


panggilanpun berakhir.


" mas, apa sudah ketemu Rans nya ??" tanya Samantha penuh harap.


" dia ada dirumah Revandra saat ini, semalam dia dikeroyok beberapa penjahat, untung saja ada Revandra yang menolongnya." terang abigal.


Samantha mengusap dadanya, ia cukup prihatin dengan kejadian yang menimpa adik iparnya itu. lagi-lagi Samantha merasa bersalah atas apa yang terjadi pada Rans kali ini.


Abigal yang melihat samantha terlihat sedih mulai menduga jika Samantha kembali merutuki dirinya sendiri.


" jangan menyalahkan dirimu lagi.." ucap Abigal sambil menggenggam jemari samantha, mencoba memberikan kekuatan.


" mas, akankah dia mau memaafkan kita ?? kasihan sekali dia.." balas Samantha dengan suara gemetarnya.


" kita hanya bisa berdoa dan berusaha, jangan terus bersedih, hatiku sakit jika melihatmu murung begitu.." timpal Abigal.


Samantha menerbitkan senyum tipisnya. ia bersandar dilengan Abigal agar suaminya kembali tenang dan tidak menghawatirkannya lagi.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2