
bab 140
.
.
.
Samantha melepas dekapan kedua orangtuanya. dan menatap Abigal yang mematung dengan mata tak lepas menatapnya.
" ibu, dia..siapa ??" tanya Samantha kepada ibunya.
pak ridwan dan Ibu Rani begitu terkejut dengan apa yang terjadi kepada putrinya.
" sayang.. dia Abigal.. suamimu.." jawab pak Ridwan.
" suami ?? a..aku sudah menikah ??" seolah tak percaya Samantha menatap kedua orangtuanya bergantian.
" iya sayang.. dia suamimu, suami yang begitu kau cintai.." ucap Ibu Rani sembari mendekati Abigal yang masih setia terdiam, ia bingung harus bicara apa. perlahan Ibu Rani menarik Abigal mendekati Samantha.
Samantha menatap Lekat wajah Abigal. memang terasa tidak asing dimata Samantha.
" sayang.. apa kau belum mengingatku ??" tanya Abigal dengan suara bergetar. bahkan tatapannya terlihat penuh harap.
"maaf. maafkan aku ." balas Samantha sambil menunduk.
Abigal mendekati samantha dan duduk disisi pembaringan samantha. " jangan minta maaf sayang.. aku akan membantumu mengingat semua kenangan indah kita.."
Samantha menatap lekat wajah Abigal dan tersenyum serta mengangguk pelan.
__ADS_1
meski Samantha belum.mengingatnya, namun Abigal begitu bahagia. istri tercintanya sudah tidak lagi terbaring tak sadarkan diri.
Rans dan mama wina bersamaan hendak.masuk keruang rawat Samantha.
" mama beli apa ??" tanya Rans.
"kopi untuk kakakmu. kau bawa makanan sayang ??" tanya mama wina.
" iya ma, bibi yang menyiapkan tadi. "jawab Rans.
" baiklah, ayo kita masuk.." ajak mama wina.
Rans mengikuti sang mama.yang sudah membuka pintu.
baik mama wina maupun Rans sama-sama terkejut dan sama sekali tidak menyangka dengan apa yang dilihat.
Samantha tengah diperiksa oleh dokter dan beberapa perawat.
" iya bu Wina, Allah menjawab doa kita.." jawab Ibu Rani.
" syukurlah.. Allahamdulillah ya Allah.." mama wina berucap syukur dengan jawaban dari doanya.
" nona masih harus istirahat. lengan nona masih harus mendapat perawatan. tuan Abi, bisa kita bicara ??" pinta sang dokter.
" bisa dok. mari.." balas Abigal.
Dokter mengarahkan Abigal untuk mengikutinya.
" kakak.ipar kau sudah sadar ternyata.." ucap Rans.
__ADS_1
" bu.. dia siapa ??"tanya Samantha pada Ibu Rani.
" kau tidak dengar sayang.. dia memanggilmu kakak ipar, sudah tentu dia adik dari suamimu.. Rans perkenalkan dirimu, agar kakak.iparmu.ini bisa mengingatmu.." pinta Ibu Rani.
meski merasa bingung, namun Rans hanya bisa.menurut saja.
" namaku Rans, Ransyah.. aku adik Abigal, suamimu.. dulu kita juga teman sekolah.." Rans menghentikan ucapannya, tidak mungkin jika ia mengatakan mereka juga pernah berpacaran.
" benarkah ?? maaf ya, aku sedikit lupa." balas Samantha.
"tidak masalah. nanti kau akan segera mengingatnya." timpal Rans.
Mama wina mendekati samantha." apa kau juga melupakanku sayang ??"
" maaf bu.. wajah ibu memang tidak asing, tapi nama ibu saya lupa.." balas Samantha.
" mama.sayang.. ini mama, mama mertuamu..oh..Samantha..mama bahagia sekali bisa memelukmu .." mama.wina.menarik samantha kedalam pelukannya.
" betapa bahagianya aku dulu ma, bu, yah.. dikelilingi banyak orang yang begitu menyayangiku.." ucap Samantha.
" pasti sayang.. sejak dulu hingga sekarang kau akan selalu bahagia..selalu.."timpal mama Wina.
semua tersenyum penuh haru, bahagia bercampur rasa sedih menyelimuti hati, Samantha bisa mengingat wajah mereka satu persatu, namun untuk nama semua terlupakan oleh Samantha. hanya ayah dan Ibunya saja yang tetap jelas diingat oleh Samantha.
Rans.juga ikut merasakan kebahagiaan itu, kakak iparnya sudah sadar dan kini hanya perlu memulihkan dan mengingat satu demi satu nama-nama orang terdekat dengannya.
.
.
__ADS_1
.