
bab 24
.
.
.
Samantha terdiam tanpa berbicara, Abigal masih serius dalam memeriksa setiap berkas didepannya. ya, Samantha dilarang pulang oleh Abigal entah mengapa Smanatha sendiri juga tidak tau, sesekali samantha menguap dengan menutup mulutnya, rasa kantuk karna hanya duduk diam menyelimuti samantha, Abigal menutupi seringainya ketika melihat samantha yang berusaha bertahan duduk meski matanya sesekali sudah terpejam.
entah sejak kapan tiba-tiba saja smaantha sudah berada didalam kamar dengan selimut yang membalut tubuhnya, ia sedikit terkejut, namun hatinya sedikit lega ketika tau jika dirinya kini mungkin berada dikamar tempat dimana Abigal istirahat jika dikantor, tepatnya kamar pribadi Abigal didalam ruaangannya.
perlahan samantha turun dari ranjang yang minimalis tapi tetap terlihat kesan mewahnya, matanya mengedar meneliti setiap sudut, hingga berhenti disebuah foto keluarga yang besar terpampang jelas wajah orang yang sangat Samantha kenal. mata yang semula biasa saja mulai perih karna samantha berusaha menahan air mata, didalam.ruangan pribadi Abigal banyak sekali foto-fotonya bersama Rans, senyum kebahagiaan jelas nampak digambar mereka, keakraban dan kekompakan, meski berbeda usia cukup jauh, namun terlihat jika Abigal dan Rans selalu bersama sejak kecil.
" apa yang akan terjadi jika kau tau q menikah dengan kakakmu Rans..?? " gumam Samantha yang kemudian air matanya lolos begitu saja.
" kau boleh membenciku, tapi q mohon jangan benci saudaramu.." gumam Samantha lagi. akhirnya tangis samantha pecah begitu saja.
Abigal yang semula hendak masuk tanpa mengetuk pintu mengurungkan niatnya, ia menutup pintu kembali dan mengetuknya terlebih dahulu.
tokk..
tokk..
tokk..
dengan sesenggukan Samantha mengusap air mata yang mengalir dipipinya, sesekali ia menarik nafas dan membuangnya agar menetralkan rasa sesak didadanya.
__ADS_1
perlahan Samantha membukakan pintu,
nampak Abigal dengan wajah datar tanpa ekspresinya.
" kau lelah ?? tidurmu lama juga.." ucap Abigal.
" maaf, q ketiduran mas.." balas Samantha.
abigal berbalik dan berjalan menuju.meja kerjanya. " ayo kita pulang." ajak Abigal.
Samantha hanya dapat mengangguk pelan dia mengikuti langkah Abigal.
karna merasa Samantha berjalan cukup lambat dibelakangnya, Abigal menarik samantha dan memeluk pinggangnya, samantha yang terkejut hanya menatap Abigal dengan mata bulatnya.
" kau jalan terlalu lambat, q bisa tertinggal waktu jika menunggumu !! " ucap abigal dengan santai, namun tangannya masih setia melingar dipinggang Samantha.
hingga lift sampai dilantai bawah dan terbuka, Abigal menarik samantha keluar menuju lobby dimana Deri sudah menunggu dengan mobilnya.
Abigal yang selama ini tidak pernah seintim ini dengan wanita manapun menjadi pusat perhatian para karyawannya. Samantha jangan ditanya lagi, ia hanya dapat menunduk menahan malu, tatapan para karyawan seolah menghujatnya, menyamakannya dengan wanita penghibur langganan Abigal selama ini.
setelah memastikan Samantha masuk kedalam mobil Abigal berbalik hendak kembali kedalam kantornya.
" tunggu sebentar, ada sesuatu yang tertinggal didalam." ucap abigal pada samantha.
Samantha.menjawab dengan anggukan serta senyum tipisnya.
Tanpa.menunggu waktu, Abigal berjalan masuk kembali kedalam kantornya.
__ADS_1
" dengarkan semuanya !!! " teriak Abigal dengan tegas.
semua karyawan yang mendengar teriakan Abigal langsung berkumpul mendekati bos mereka itu.
" wanita yang tadi bersama saya adalah istri saya !!! namanya Samantha, dia istri sah saya dimata hukum dan agama !!! jika dia datang lagi besok bersikaplah sopan padanya, jika saya mendnegar gunjingan dari kaliaan saya tidak akan segan-segan memecat kalian !!! apa kalian mengerti !!! " ucap Abigal dengan lantang
" mengerti tuan.." jawab semua karyawan.
meski terkejut bukan main, tapi para karyawan tidak akan berani bertanya lebih jauh.
sedangkan abigal berbalik lagi dan keluar menuju mobil dimana Samantha menunggunya.
" sudah tuan..?? " tanya Deri setelah Abigal.memasuki mobil.
" sudah." jawab abigal singkat.
" cepat sekali ?? apa yang teetinggal ?? " entah keberanian dari mana Samantha bertanya pada Abigal.
" ponsel. " jawab Abigal sambil.menatap wajah samantha. dan menunjukkan ponselnya pada samantha " ini "
Samantha mengangguk dan.menunduk menahan malu dan takut, melihat hal.itu Abigal merasa gemas bukan main, namun Abigal hanya bisa menyembunyikan seringainya saja.
Deri pun menjalankan mobil dan meninggalkan Kantor.
.
.
__ADS_1