LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 138


.


.


.


Rans termangu dengan menatap Revia yang juga menatapnya, Beberapa kali Rans menelan ludahnya seakan tak percaya dengan apa yang didengar.


" aku sudah memendam rasa ini cukup lama. maafkan aku, aku tidak bisa menahannya. rasa kagum berubah menjadi cinta yang terus mengusik fikiranku.." terang Revia sambil menunduk. ia sungguh tidak bisa menatap Rans.


Rans yang terkejut dengan dipenuhi ketidak percayaan perlahan menggeleng. hatinya sudah tertuju pada Zakia, meski belum menjalin hubungan,namun disisi lain, ia tidak mau melukai hati Revia yang begitu baik kepadanya.


" Revia..maafkan aku.." balas Rans dengan suara lirih. Rans meremas jemarinya mencoba menyusun kata agar tidak sampai membuat Revia terluka.


Revia mengalihkan tatapannya pada Rans.


" aku menghargai perasaanmu kepadaku, tapi aku bukan pria baik yang pantas untukmu.. Revia, aku minta maaf sebelumnya, aku..aku tidak bisa menerima cintamu..maaf.." ucap Rans secara singkat


Revia memejamkan matanya. rasa ngilu dihatinya begitu terasa dengan balasan Rans.


seakan tidak ingin membuat rans tidak nyaman, Revia tersenyum dengan beberapa kali mengatur nafasnya.

__ADS_1


" jangan minta maaf. aku hanya ingin mengatakan rasa dihatiku saja.. jujur aku merasa terganggu dengan rasaku ini..makanya aku berfikir jika sudah aku katakan pasti akan terasa lega.." ucap Revia tak lupa ia menerbitkan senyum.


Rans dapat melihat gurat kekecewaan dan kesedihan dimata Revia, meski sudah ditutupi dengan senyum yang dikembangkan oleh Revia sendiri, namun tetap saja terlihat jelas. jika saja perasaannya bisa dengan mudah diubah, Rans akan dengan senang hati menerima cinta Revia. namun Rans bahkan tidak memiliki rasa apapun pada Revia.


Rans meraih tangan Revia dan menggenggamnya dengan erat. Revia berusaha tegar dengan menatap Rans. meski matanya sudah terasa perih, namun Revia tetap bertahan untuk tidak mengeluarkan air mata.


" maafkan aku Revia.. jika saja perasaan bisa dengan mudah diubah, aku akan berusaha menerimamu.. tapi aku tidak mau memberikan sebuah harapan palsu kepadamu..memaksa mencintai hanya akan membuat kita kecewa.." kata Rans dengan mata sendu yang terarah pada Revia.


Seulas senyum diterbitkan Revia agar Rans tidak merasa bersalah disini. " santai saja Rans.. aku tidak masalah. hatiku kini sudah lega setelah mengungkapkannya, untuk masalah hatimu, itu terserah padamu.."seakan baik-baik saja, Revia melepas pegangan tangan Rans kepadanya.


" pasti ada pria yang lebih baik dariku yang sedang menunggumu disuatu tempat.." timpal Rans..


Revia tertunduk dengan senyum keterpaksaanya " aku sadar Rans, aku bukan wanita baik-baik, bahkan kau tau bagaimana kehidupanku selama diAmerika, aku tidak berharap mendapatkan yang terbaik, tapi aku berharap bisa diterima dengan segala keadaan burukku."


keduanya berbalas senyum masing-masing, meski arti senyum keduanya berbeda.


" kalau begitu aku pulang dulu ya.. terima kasih atas waktunya.." Revia berdiri dari duduknya


" apa kau sudah baik-baik saja ??" tanya Rans memastikan.


" memangnya aku kenapa ?? kau tenang saja Rans.. aku selalu baik.." timpal Revia dengan tawa kecil yang diimbangi dengan tatapan kearah lain. dan kemudian memutar tubuhnya, membelakangi Rans. menahan air mata terlalu lama, cukup membuat Revia merasakan sesak dihatinya.


beberapa kali Revia mengatur nafasnya agar tidak sampai terisak.

__ADS_1


" Revia.." panggil Rans


Revia belum mau menengok, matanya sudah terasa perih, ia hanya menunduk dan bergumam saja.


Rans yang tau bagaimana perasaan Revia berjalan mendekati Revia dan memilih berdiri dihadapan Revia yang setia menunduk.


perlahan Rans mengangkat dagu Revia, nampak jelas Mata tergenang air yang penuh kesedihan.


merasa tidak tega Rans menarik Revia kedalam pelukannya.


" kita memang tidak bisa menjadi sepasang kekasih, tapi kita tetap bisa menjadi teman.." ucap Rans lirih.


seketika, pertahanan Revia runtuh, tangisnya pecah, memenuhi kesunyian malam itu.


" hikss..hikss..hikss.. aku..aku tidak apa-apa Rans.. jangan mengasihaniku..hiks..hikss..hikss.." ucap Revia dalam isak tangisnya.


" menangislah, menangislah disini.. agar aku tidak merasa bersalah nanti." balas Rans sembari mengusap punggung Revia.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2