LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 223


.


.


.


Diperjalanan Rans hanya diam, hingga membuat zakia merasa Rans sedang marah padanya.


" apa kau marah padaku ??" tanya Zakia langsung


" tidak.." jawab Rans singkat.


Zakia mengerucutkan bibirnya, dari jawabannya saja sudah terlihat jika Rans marah. sekilas Rans melirik Zakia yang terlihat menunduk.


Ia menunggingkan senyum tipis sangat tipis nyaris tak terlihat sedikitpun melihat Zakia yang begitu lucu.


Rans memilih menghentikan laju mobilnya. dan menatap Zakia.


" kenapa ??" tanya Rans.


Zakia hanya menggeleng pelan.


"aku tidak marah padamu," ucap Rans dengan lembut.


" tapi kenapa tadi jawabnya singkat sekali ??" Zakia memberanikan diri menatap Rans.


bukan jawaban melainkan sebuah ciuman sebagai jawabannya.


cupp...


" hubby !!"


" ha..ha..ha..ha.." tawa Rans pecah begitu saja. menjahili Zakia adalah sebuah kesenangan sendiri bagi Rans.


" jadi kau tidak marah kan ??" tanya Zakia.


" tidak mungkin aku marah dengan istriku yang menggemaskan ini" Rans mengusap pipi Zakia dengan lembut.


" maaf ya, aku masih harus kerumah sakit. menjadi dokter adalah cita-citaku sejak dulu.."ucap Zakia.

__ADS_1


" aku mengerti.. kau tenang saja. tapi kau harus ingat, jika lelah istirahatlah.. ingat satu hal, kau tidak lagi sendiri, ada nyawa didalam perutmu yang harus kau fikirkan." nasehat Rans.


Zakia mengangguk dengan senyum menghiasi wajahnya.


" kita berangkat ??" tawar Rans.


Zakia mengangguk kembali dengan pasti.


Rans kembali menjalankan mobilnya, dan segera melesat menuju tempat kerja istrinya terlebih dulu.


.


.


setelah sampai diRumah sakit, Zakia turun setelah Rans membukakan pintu mobil untuknya.


" apa perlu aku antar kedalam ??" tawar Rans.


" tidak usah. aku bisa sendiri..kau akan terlambat nanti."balas Zakia.


" aku bos nya. tidak ada yang berani protes.." timpal Rans


" jangan begitu. kau harus selalu memberi contoh yang terbaik." pinta Zakia.


tak lupa Zakia mencium tangan Rans dan segera memasuki Rumah sakit. para perawat yang melintas memberi salam pada Zakia. meski perutnya sudah membesar. namun tak mengurangi kecantikan Zakia.


Rans hanya menerbitkan senyum saja saat dirinya selalu menggagumi Zakia, ia kemudian segera masuk kedalam mobil dan melesat menuju kantornya.


.


.


.


Zakia adalah dokter Obgyn yang banyak disukai Pasien. tutur kata yang lembut serta keramahan pada semua orang membuat Zakia mendapat predikat Dokter muda yang berprestasi.


kesibukan melayani pasien tak membuat zakia merasa bosan, rasa lelah tak pernah ia rasakan, dengan dibantu dua perawat zakia melayani pasien yang antri diruang tunggu didepan ruangan praktek Zakia.


sangking ramainya, Zakia hanya berhenti untuk makan siang saja. untung saja mertuanya yang baik hati memberikannya bekal.


" dokter jika lelah biar saya saja.." usul perawat Ayu melihat Zmperut Zakia yang sudah membesar

__ADS_1


" tidak apa sus, kita kerjakan bersama saja."balas Zakia dengan lembut.


" dokter sudah hamil.besar, jangan terlalu lelah. dokter saja bisa menasehati pasien, kenapa dokter sendiri malah abai." gerutu Ayu.


Zakia hanya terkekkeh dengan gerutuan Ayu. sang asistennya.


" terima kasih atas perhatianmu ayu.. kau tenang saja, aku akan ambil cuti jika usia kandunganku memasuki 9 bulan."


" dokter terlalu baik." balas ayu dengan mengedipkan ssatu matanya.


Lampu emergency terdengar diruangan Zakia. pertanda jika ada keadaan darurat diruang bersalin. bersama perawat Ayu Zakia berlari menuju ruang bersalin.


" mana dokternya !!! istri saya sudah kesakitan ini !!!" bentak seorang pria yang menemani wanita yang hendak melahirkan.


" mohon tunggu tuan. dokter Zakia sedang menuju kemari." balas Perawat yang menyiapkan beberapa peralatan.


" berapa lama !!! apa kau tidak lihat keadaan istriku !!!" kembali pria itu membentak Perawat.


" ada apa ini ??" suara Zakia terdengar setelah memasuki ruang bersalin.


" tuan ini meminta dokter segera menangani pasien." balas perawat


" baiklah, mari saya lihat dulu " Ucap zakia dengan kelembutan.


Pria yang menemani istrinya itu menatap Zakia dari atas hingga bawah,


" apa kau dokternya ??" tanya pria itu.


" iya tuan. ada apa ??" tanya Zakia balik namun tetap ramah


" kau saja masih hamil bagaimana bisa kau menangani istriku !!!" tuduh Pria.itu.


Zakia tidak marah, ia hanya menerbitkan senyum saja.


" tuan, membahas saya nanti saja ya, ini istri anda sudah buka sempurna sudah waktunya, kasihan beliau sudah kesakitan." terang zakia


Pria itu menatap wajah istrinya dan mengangguk.


Zakia lalu mulai menginstruksikan pada wanita itu untuk mengejan dengan benar.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2