LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 69


.


.


.


Mama Wina bergegas turun ketika sayup-sayup terdengar panggilan dari penjaga dibawah


" ini ada apa ?? tanya mama wina sedikit terkejut ketika melihat ekspresi kawatir diwajah penjaga yang mendatanginya.


" nyonya. tuan Rans membawa kabur nona Samantha." jawab penjaga dengan terengah-engah.


" apa !!! Rans ??!!! ba..ba..bagai mana bisa !!!" balas mama wina dengan suara meninggi.


" dia dibantu beberapa orang nyonya, kami.. kami kalah.." penjaga itu menunduk takut.


Mama wina seolah tidak percaya, bagaimana bisa Rans melakukan hal.seperti itu.


" segera cari keberadaan mereka !! cepatlah !!" perintah mama Wina dalam kepanikan.


bersamaan dengan penjaga yang keluar, Abigal baru tiba dirumah juga merasa heran dengan orang-orang rumah yang wajahnya terlihat panik dan ketakutan.


mama wina yang hendak.menghubungi abigal urung ketika melihat Abigal masuk kedalam rumah.


" ma, ini ada apa ??!" tanya Abigal.


" Abi. .. Samantha.. samantha.. diculik Abi. .. Rans yang membawanya.." jawab mama wina dengan paniknya.


Abigal terkejut bukan main " apa ??!! Rans ?!!! dia..dia kemari ??!!"


"mama tidak tau jika dia datang tadi mama sedang dikamar, saat mama keluar penjaga melapor jika Rans membawa kabur Samantha.." terang sang mama.


Abigal berlari keluar dan menuju mobilnya. tanpa berkata apapun. tangannya terkepal kuat dengan kelalaiannya sendiri.


.

__ADS_1


.


.


Disebuah mobil Rans kini berada bersama Samantha dengan seorang wanita berkaca mata.


" terima kasih, kau sudah mau menolongku." ucap Rans yang duduk disisi wanita itu.


" sama-sama, q tau kau sangat mencintai samantha sejak dulu,, q tidak.menyangka jika kakakmu tega mengambilnya darimu.." balas Maudy sambil membuka kaca matanya.


" Samantha hanya korban disini." timpal Rans.


maudy membalas dengan senyuman saja.


" oh ya, kau mau kemana setelah ini ?? tujuan misalnya ??" tanya Maudy lagi.


" q belum tau, q ingin keluar kota saja." jawab Rans lirih. sesekali ia menoleh kebelakang melihat Samantha yang masih terlelap.


" emm.. bagaimana jika kau tinggal diapartemenku saja, ?? sementara sampai kau dapet tempat tinggal. bagaimana ??" tawar Maudy.


" tapi.. apa tidak merepotkan ??" ragu-ragu Rans bertanya.


" baiklah, q mau." balas Rans.


keduanya tersenyum bersama,


" maudy kau sudah bekerja atau masih lanjut kuliah ??" tanya Rans membuka pertanyaan.


" q bekerja diperusahaan papaku, ya.. bantu-bantu aja sih.." jawab maudy.


" dikantor papamu sedang ada lowongan tidak ya ?? q butuh pekerjaan saat ini.." balas Rans.


" jangan bercanda, kau kan pewaris kedua Arsenio, masa mau kerja diperusahaan papaku yang kecil dan letaknya juga cukup jauh dari kota besar."timpal Maudy.


" itu dulu, sekarang q bukan siapa-siapa. q juga butuh biaya hidup, termasuk untuk membahagiakannya." ucap rans sepenuh hati sambil.melihat Samantha kembali.


Maudy mengangguk.pertanda mengerti.

__ADS_1


" baiklah, besok akan q kabari jika ada.. "


" sekali lagi terima kasih ya.. kau.. kau sudah banyak.membantuku.." kata Rans..


" sama-sama, q tau mungkin niatku membantumu adalah salah, tapi mau bagaimana lagi, q juga tidak tega melihatmu..jangan sungkan, katakan saja jika kau memang sedang butuh bantuan." balas Maudy.


Rans menerbitkan senyumnya, saat ini difikirannya tidak ada yang lain selain hidup.berdua dengan Samantha.


maudy yang melihat Rans terlihat bahagia menyunggingkan senyum penuh arti dan misteri, seolah ia merencanakan sesuatu.


.


.


tutt..


tutt..


tutt..


" halo, Abi Ada apa ??" tanya Revandra dalam panggilan.


" kau bisa meretas kan ?? bantu q menemukan Samantha.. q minta tolong Vandra.." jawab Abigal dengan suara paniknya.


"menemukan samanatha ?? maksudmu ??" pertanyaan Revandra terhenti ketika Abigal memberi jawaban.


" iya. Samantha diculik Vandra,Rans membawanya pergi dari rumah,"


" ok.. baik..baik.. q akan kemarkasku sekarang juga, kau tenanglah, tunggu q disana ya.." ucap Revandra.


" cepatlah, Q sangat kawatir pada Samantha, dia sedang mengandung Abi.." timpal Abigal.


" benarkah.. iya, iya.. kau tenanglah dulu. jika memang Rans yang membawa Samantha ia pasti tidak akan melukai Samantha, percayalah padaku. tunggu q ya..??" Revandra berusaha menenangkan,


panggilan terputus begitu saja, Abigal memutar arah mobilnya menuju Markas Revandra,markasnya anggota mafia. hanya dengan cara itu Abigal bisa dengan cepat menemukan Istri tercintanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2