LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 110


.


.


.


Sepanjang perjalanan pulang, Rans hanya terdiam tanpa berkata apapun. hal itu membuat Zakia merasa tidak enak. Zakia merasa Rans pasti berfikir jika ia memanfaat kan situasi saat itu.


Zakiapun hanya bisa meremas jemarinya sambil menunduk.


hingga Rans menghela nafas panjang dan membuangnya secara perlahan lalu mematap Zakia yang terus menunduk. Rans sangat tau apa yang difikirkan anak kecil itu.


" kenapa tidak bilang jika Revia ingin menemuiku ??" tanya Rans memulai percakapan.


Zakia langsung mengangkat wajahnya dan menatap rans.


" kak Revia tidak memintaku mengajak paman untuk menemuinya ?!! sungguh.. semua cuma inisiatifku saja.." ucap Zakia lirih..


" inisiatif ?? maksudnya ??" tanya Rans mencoba memastikan.


Zakia mengigit bibir bawahnya, ia cukup enggan mengatakan niatnya yang sebenarnya.


" iya.. ya..supaya aku diberi ijin sama papa, kalau bersama paman kan aku pasti diperbolehkan pergi.." balas Zakia sekenanya.


" itu bukan alasan Zakia...katakan saja, apa niatmu sebenarnya ??" ucap Rans

__ADS_1


Zakia membuang nafasnya dengan kasar. berbohong tetap juga kelihatan, Rans memang bukan orang yang mudah dibohongi.


" aku berfikir kak Revia menyukai paman.." kata Zakia lirih.


" bagaimana kau berfikir seperti itu ??" tanya Rans yang sebenarnya sudah menduga jawaban itulah yang akan keluar dari mulut Zakia.


" selama cahting sama kak Revia, kak Revia selalu menanyakan tentang paman, sifat, lalu kesukaan, bahkan hobi paman juga ditanyakan..jika bukan karna tertarik, mana mungkin wanita dewasa menanyakan hal seperti itu.." terang Zakia dengan polosnya.


Rans menyunggingkan senyumnya, ia sama sekali tidak menyangka jika Revia sampai bertanya hal-hal konyol seperti itu.


Zakia pun bisa melihat jika Rans tersenyum sendiri.


" apa paman juga menyukai kak Revia ??" tanya Zakia.


Spontan Rans menatap tajam.Zakia. hal itu membuat Zakia mengerjapkan matanya karna terkejut.


" aku kan hanya bertanya, jika tidak ya sudah," timpal Zakia.


" fokuslah pada sekolahmu, kau bilang ingin menjadi dokter hebat, jika kau sibuk mengurusi urusan orang, kapan kau akan punya waktu untuk belajar ??!" ejek Rans.


Zakia menggembungkan pipinya serta melipat kedua tangannya, karna kesal dengan ucapan Rans yang selalu berhasil mengejeknya.


melihat tingkah Zakia yang bagi Rans sangat lucu, membuat Rans tertawa kecil sembari menutupi dengan jemari tangannya.


tak lama mereka sudah tiba dirumah besar Revandra dimana Zakia selama ini tinggal.


setelah berpamitan Rans langsung memutar mobilnya dan pergi dari rumah Revandra untuk kembali kerumahnya sendiri. hari esok masih banyak dengan pekerjaan yang harus ia selesaikan.

__ADS_1


.


.


.


Hari cepat berganti, malam.telah berganti menjadi pagi kembali dengan sinar mentari yang amat cerah.


Rans juga sudah tiba dikantornya, ia sangat disiplin dan Rajin.


tanpa.menunggu apapun Rans segera menuju ruangannya. namun ia dikejutkan dengan maudy yang sudah berdiri didepan pintunya sambil melipat kedua tangannya.


Rans.mengepalkan kuat tangannya, semalam ia sudah diberi informasi tentang maudy yang sebenarnya.


" Rans, aku ingin bicara denganmu masalah pribadi, bukan sebagai atasan dan bawahan." ucap maudy dengan serius.


Rans hanya membuang nafasnya dengan kasar, tanpa berkomentar Rans memilih.masuk.kedalam.ruangannya, maudy langsung mengikuti langkah Rans dan menutup pintu ruangan Rans agar tidak ada yang mengganggu.


" ada apa ??" tanya Rans sambil duduk dikursi kebesarannya.


" kau ini kenapa selalu menghindariku Rans ??!! kau bilang padaku jika.kau belum bisa move on dari Samantha dan selalu menolak ajakanku makan malam !!! tapi kenapa semalam.kau malah pergi dengan wanita lain ??!! dimana letak hatimu ?!!! aku menunggumu selama ini dan terus bertahan serta sabar menunggu tapi kenapa kau malah mempermainkanku ??!!!" Maudy mengeluarkan semua uneg-uneg dan kekesalannya sejak semalam.


Rans merespon diam tanpa bereaksi apapun, ia menunggu maudy menyelesaikan apa.yang ingin dikatakan.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2