LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka dan Cinta


__ADS_3

bab 193


.


.


.


Zakia terduduk diloteng rumah sakit dengan nafas sedikit terengah-engah. entah mengapa hanya mendengar Rans mengatakan seperti itu Zakia bisa begitu marah, Zakia sendiri juga bingung. jika sudah begini ia merasa bersalah terkadang juga merasa ingin kesal..


" kenapa cinta menyebalkan begini sih !!" gerutu zakia sembari memainkan kakinya dilantai.


sementara Rans bertanya kesiapa saja yang ia jumpai disepanjang langkahnya. hingga entah bisikan dari mana yang membawa Rans melangkahkan kakinya menuju Loteng yang berada dilantai teratas dirumah sakit itu.


Meski tubuhnya masih terasa lemah Rans tetap memaksa menaiki satu persatu anak tangga. keringat sudah membasahi seluruh tubuh Rans hingga tibalah Rans diloteng.


Dengan terengah-engah dan mengusap peluh dikeningnya Rans sedikit bernafas lega kala melihat Zakia duduk dikursi panjang menghadap membelakanginya tanpa menyadari Jika Rans kini sudah ada dibelakangnya.


" kenapa paman Rans tidak mengejarku ??" tanya Zakia pada dirinya sendiri.


sesekali ia mendegus kesal jika mulai teringat Ucapan Rans. Rans yang bisa mendengar Guman Zakia hanya menerbitkan senyumnya.


" paman Rans kan sedang Sakit.. bagaimana dia bisa mengejarku.. bodohnya kau Zakia.." omel Zakia pada dirinya sendiri.


Rans melangkahkan kakinya perlahan agar tak didengar zakia. Rans juga masih setia diam tanpa mau berbicara atau berkomentar.

__ADS_1


" hahhh... huh.. aku butuh udara segara.." Zakia merentangkan tangannya sambil memejamkan matanya. meresapi hembusan angin malam yang memasuki setiap pori-porinya.


" seharusnya aku tidak boleh egois..Kenapa aku marah ketika paman berkata begitu ya.." tanya Zakia pada dirinya sendiri dengan masih pada posisi nyamannya.


"tanyakan langsung jika kau penasaran.. jangan hanya menerka yang nantinya akan menjadi salah faham.." ucap Rans dengan tenang.


" iya.. kau benar..aku harus bicara pada paman Rans.." balas Zakia tanpa menyadari jika Rans mengajaknya bicara.


Zakia langsung membuka mata setelah sadar sejak tadi ia hanya sendiri disitu.


" siapa yang bicara ??" tanya Zakia sendiri.


Zakia perlahan memutar tubuhnya, seketika matanya membulat ketika mendapati Rans berdiri dengan setelah baju pasien sembari melipat kedua tangannya.


beberapa kali Zakia mengatur nafas dan menelan ludah dengan kasar. teringat yang ia katakan tadi, membuat zakia amat merasakan malu.


Rans melangkahkan kakinya mendekati Zakia.


" untuk apa kesini ??!!" tanya zakia dengan suara sinis sembari memutar tubuhnya.


" untuk membujuk kekasihku, aku dengar dia mengharapkan aku menyusulnya.." goda Rans yang terus mendekat kearah Zakia dan kini tepat berada disisi Zakia ia menghentikan langkahnya.


" Jangan kepede an, aku tidak mengharap.." timpal Zakia.


"benarkah ??" Rans mencondongkan tubuhnya kearah Zakia, hingga membuat Zakia reflek mencondongkan tubuhnya kebelakang.

__ADS_1


jantung Zakia seakan sedang berolah raga berat, berdetak tak karuan.


entah karna kurang berkonsentrasi atau apa, Zakia hampir kebablasan akan terjatuh,


"aakkhhh !!" pekik Zakia.


Rans yang sigap segera meraih pinggang Zakia dan menariknya hingga berbenturan dengan dada Rans.


Nafas Zakia memburu karna terkejut, matanya membulat dengan masih menatap Rans yang setia pada wajah cantik Zakia.


sesaat keduanya saling melempar pandangan. sorot mata Rans yang terlihat memiliki arti yang dalam seakan menghipnotis Zakia. hingga Zakia larut dalam tatapan hangat penuh cinta itu.


" apa aku memang tampan sampai kau tidak berkedip ??"goda Rans dengan mengedipkan salah satu matanya.


Zakia langsung tersadar, dan segera melepas tangan Rans yang melingkar dipinggang.


" kenapa paman suka sekali menggodaku !!"gerutu Zakia yang menyembunyikan wajahnya yang merah seperti tomat.


Rans memeluk Zakia dari belakang. meski terkejut, Zakia Tidak menolak dia malah tersenyum ketika mendengar bisikan Rans.


" aku minta maaf, aku akan jelaskan maksud dari ucapanku tadi.."bisik Rans.


Zakia hanya membalas dengan mengangguk pelan. Rans terus memeluk Zakia dari belakang, keduanya memejamkan mata menimkati hembusan angin malam yang begitu menenangkan.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2