
bab 44
.
.
.
Setelah drama romantis lamaran ala Abigal dimall, mereka kini tengah berjalan-jalan memilih apa yang harus dibeli dan tidak.
Samantha memilih memasuki sebuah kedai topi yang membuatnya tertarik. hingga tanpa sadar ia bersenggolan dengan seseorang.
"akkhhh!!"
" maaf, maaf, mbak.. saya tidak sengaja.." ucap samantha yang hendak membantu Wanita itu berdiri.
" nona baik, baik saja ??" tanya Samantha pada wanita itu.
"iya, saya tidak apa-apa. permisi.." jawab wanita itu yang langsung meninggalkan samantha.
Abigal menghampiri sang istri karna kawatir dengan keadaannya.
" kenapa dengan wanita tadi ??" tanya Abigal.
" dia tersenggol q, tapi sepertinya q mengenalnya ?? siapa ya ??" jawab Samantha berusaha mengingat. wanita tadi memakai topi lebar dan kaca mata hitam, seolah menutupi identitasnya.
" mungkin hanya kebetulan, apa kau tidak lelah jalan2 dari tadi ?? bagaimana jika kita makan siang ??" ajak Abigal.
" baiklah, ayo.." samantha menerima uluran tangan Abigal yang langsung melingkar dipinggangnya,
__ADS_1
sementara wanita tadi tersenyum penuh kelicikkan, " jika Rans tau semua ini pasti dia akan marah pada samantha." gumamnya dengan melihat hasil foto dari ponselnya.
.
.
.
Rans sudah rapi dengan setelan jas miliknya. malam itu ia berniat menghadiri acara pertunangan Revia, yang sempat tertunda karna calon tunangan Revia yang masuk kerumah sakit akibat kecelakaan.
dengan diantar para pengawal Rans tiba disebuah gedung yang tidak terlalu mewah, namun terlihat ramai karna ada pesta didalamnya.
dengan langkah santai Rans memasuki gedung itu.
para tamu sudah berdatangan, Rans mengedarkan pandangannya mencari keberadaan Revia dan kekasihnya untuk mengucapkan selamat.
seorang wanita dengan pakaian seksi menghampiri Rans dengan membawa dua minuman.
" Revia ada dimana ?? q mau.mengucapkan selamat." jawab Rans dengan singkat.
" ini masih acara minum dan dansa, belum pertunangan, kenapa kau mau.mengucapaknya sekarang ??" tanya wanita itu lagi.
" q tidak bisa lama-lama," jawab rans hendak pergi. namun ditahan wanita itu.
"tunggu.. minumlah," wanita itu menyerahkan gelas berisi minuman kepada Rans.
Rans ragu mau menerima atau tidak, jujur saja ia sangat trauma dengan minum dipesta, semua mengingatkannya pada tambatan hatinya samantha.
" kenapa ?? apa kau berfikir q meracunimu ??" tanya wanita itu yang seolah tau apa yang difikirkan Rans.
__ADS_1
" maaf." Rans menerima dan duduk dikursi yang sudah disiapkan.
" siapa namamu ??" tanya wanita itu.
" Rans," jawab Rans singkat.
wanita itu tertawa..
" baru kali ini ada laki-laki yang cuek terhadapku.. ha..ha..ha.."
" tenanglah, q tidak akan memperdayamu, q hanya ingin berteman. Revia bilang orang Indonesia sangat sopan, ternyata benar ya.. q tertarik memiliki teman sepertimu.." terang wanita itu.
" kau bukan dari Amerika kan ??" pertanyaan Rans menghentikan tawa Wanita itu.
" namaku Kwan, q dari Thailad. q disini bekerja dibar ini. bar ini milik kekasih Revia." tanpa diminta Kwan memperkenalkan diri.
" mungkin menurutmu wanita yang bekerja dibar adalah wanita kotor dan tidak punya harga diri, tapi kami terpaksa melakukannya." terang kwan.
" semua mengatakan alasan seperti itu, padahal masih banyak pekerjaan yang lebih baik diluar sana." timpql Rans.
" kau salah, kami terikat janji padanya," kwan mendekati Rans sambil.berbisik.Rans menautkan alisnya ketika kwan mengatakan sebuah kebenaran
" kekasih Revia adalah seorang mafia perdagangan manusia. kami yang disini dibawa dari thailand sebagai barter jual beli obat-obatan terlarang dari sana." ucap Kwan.
jika dilihat dari jauh kwan seperti mencium Rans, agar tidak diketahuia para anak buah pria itu.
Rans hanya bisa terdiam, ia tidak berniat melakukan apapun disana. karna disana ia hanya seorang pelajar. meski didalam hatinya ia merasa kasihan pada Revia yang selalu mengira jika kekasihnya orang yang baik dalam segala hal.
.
__ADS_1
.
.