LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
Luka Dan Cinta


__ADS_3

bab 75


.


.


.


Malam pun tiba, Samantha mengeliat dalam dekapan Abigal yang setia berada disisi Samantha. meski brankar tempat Samantha dirawat cukup sempit, tak membuat Abigal meninggalkan Samantha sedetikpun. bahkan ia juga ikut terlelap meski posisinya terlihat tidak nyaman.


senyum tipis terlihat jelas diwajah Samantha ketika melihat mimik wajah Abigal yang tertidur, nampak terlihat lelah, dan penuh kegusaran.


ceklek..


samantha menoleh kearah pintu, nampak Dokter dan suster yang hendak memeriksanya memasuki ruangan itu. Abigal yang memiliki pendengaran tajam membuka mata ketika mendengar seseorang membuka pintu ruang rawat.


" selamat malam nona.." sapa Revia dengan ramahnya.


" malam dokter," balas Samantha juga dengan senyum pucatnya.


" bisa saya periksa dulu ??" pinta Revia. hal itu membuat Abigal segera turun dari tempat tidur Samantha.


" silahkan dok, saya mau ketoilet sebentar." balas Abigal.


Revia menerbitkan senyumnya, dan mulai memeriksa Samantha dengan penuh ketlatenan.


" bagaimana perasaan nona saat ini ?? apa ada yang masih terasa sakit ??" tanya Revia dalam pemeriksaan.


" tidak ada dokter, hanya sedikit lemas saja.." jawab Samantha lirih.


sesaat Revia menatap wajah samantha. " dia memang cantik, pantas saja Rans sampai tergila-gila dan membuatnya buta."batin Revia.


" nona harus makan, supaya asupan nutrisinya terjaga, dan nona tidak lemas lagi, saya tau bagaimana perasaan nona saat ini, tapi berlarut dalam kesedihan hanya akan menyiksa hati dan tubuh nona saja, nona masih memiliki banyak kesempatan untuk hamil lagi, jadi bersemangatlah.." ucap Revia dengan senyum manisnya.

__ADS_1


" terima kasih dokter, saya pasti akan mendengar saran dari dokter," balas Samantha penuh kelembutan.


" kalau begitu saya permisi." timpal Revia yang bersiap keluar.


" apa saya belum boleh pulang dok ??" tanya samantha.


" kita lihat besok ya. jika besok pagi nona sudah jauh lebih baik sudah bisa pulang.." jawab Revia .


" baiklah, terima kasih sekali lagi dok.." balas Samantha.


Revia mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan Samantha.


tak lama Abigal keluar dari kamar mandi.


dan berjalan menghampiri Samantha.


" dokternya sudah keluar ??" tanya Abigal.


" sudah mas." jawab Samantha.


" kau belum makan kan ?? sini q suapin .." ucap Abigal yang langsung meraih makanan dimeja nakas dan berniat menyuapi Samantha.


Samantha menerbitkan senyum tipisnya, ia memperbaiki posisi dengan duduk bersandar agar memudahkan Abigal menyuapinya.


satu, dua suapan mendarat sempurna dimulut Samantha,


" mas Abi tidak makan ?? sejak tadi siang kan mas Abi menungguku ??" tanya Samantha.


" q akan meminta Revandra membelikan makanan nanti, q tidak akan meninggalkanmu lagi walau sedetik saja." jawab Abigal sambil terus menyuapi Samantha.


" mas sudah ya. q sudah kenyang.." pinta Samantha.


" baiklah. minum dulu.." abigal membantu Samantha minum air putih dengan penuh ketlatenan.

__ADS_1


" terima kasih mas.." ucap Samantha.


Abigal menerbitkan senyumnya, ketika melihat samantha sudah bisa tersenyum tipis, meski wajahnya pucat. tak lupa Abigal mencium kening Samantha dengan lembutnya.


" q senang kau jauh lebih baik sekarang.." ucap Abigal.


" iya mas, semua karna ada mas Abi disisiku, q bisa dengan mudah menjalani ini semua.." balas Samantha.


Abigal merengkuh tubuh Samantha dan memeluknya kembali.


" kita akan membuatnya lagi setelah kau sehat.. jangan bersedih terus.." goda Abigal.


Samantha memukul dada Abigal dengan pelan.


Abigal tertawa kecil dengan respon sang istri.


" mas, setelah pulang dari sini, bisa tidak kita tinggal dirumah ibu saja ??" ucap samantha.


" kemanapun asal kau bahagia dan nyaman akan q turuti.." balas Abigal dengan pasti.


Samantha tersenyum bahagia, bahkan tanpa.memberi alasan Abigal selalu mewujudkan keinginannya.


" tapi mas tidak memberitau ibu jika q..-?"


" tidak sayang, q tau ibu punya riwayat jatung, makanya q sengaja tidak memberitaunya. kita akan kesana setelah kau sehat.." timpal Abigal yang memotong pertanyaan Samantha.


" terima kasih mas.. q bahagia sekali..sangat bahagia.." Samantha mengeratkan pelukannya.


" inilah yang q harapkan, senyum bahagiamu, melihatmu bahagia dan tersenyum adalah sesuatu yang berharga untukku." balas Abigal sambil.mencium pucuk kepala Samantha.


Rans yang hendak masuk untuk meminta maaf diurungkan olehnya, ia baru saja mendengar betapa samantha kini sangat mencintai kakaknya, adegan romatis penuh haru yang ia saksikan menjadikan Rans mengerti betapa ia sangat berdosa jika sampai memisahkan keduanya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2