
bab 122
.
.
.
Sore hari Rans bersama mama wina dan Kedua orangtua samantha menuju bandara untuk menjemput Abigal dan samantha yang sudah satu bulan lebih berkeliling dunia.
tentu saja rasa rindu menyelimuti semuanya, termasuk juga Rans.
mobil memasuki area khusus dimana pesawat pribadi milik Abigal tiba.
Sambutan penuh kebahagiaan nampak diwajah mama wina serta kedua orangtua samantha yang sudah turun dari mobil.
sementara Ibu Rani tersenyum haru bahkan menitikkan air mata, melihat betapa Abigal sangat membahagiaan putri satu-satunya itu, pesawat mewah dan megah dengan fasilitas internasional yang mengantar kepulangan serta keberangkatan Samantha. sungguh benar-benar membuat hati Ibu Rani terenyuh. Air mata Samantha yang dulu selalu tertumpah, kini sudah dibalas oleh Allah swt dengan beribu kebahagiaan. tak Habis-habis ibu Rani selalu mengucap bersyukur.
" bu Rani, kenapa menangis ?? jika Samantha melihat dia akan sedih.." tegur mama wina sambil merangkul pundak ibu Rani.
" saya merindukan samantha bu wina, maaf, saya terlalu melow.." balas Ibu Rani.
" tidak masalah, saya juga sangat merindukan mereka berdua.. itu mereka sudah turun.." mama wina menujuk dimana Abigal yang menggandeng Samantha menuruni tangga pesawat.
dibelakangnya beberapa pramugari membawa barang bawaan Samantha yang begitu banyak.
" Ibu, mama, ayah.." Samantha berlari kecil memeluk satu persatu orangtuanya.
" kau pergi lama sekali sayang.." ucap Ibu Rani.
" maaf bu. Samantha terlalu senang jadi lupa waktu.." balas Samantha sambil beralih kesang ayah. tak lupa juga mama wina yang juga begitu amat menyayanginya.
Abigal juga menyalami kedua mertua serta mama wina.
" wah kakak ipar, kau melupakanku ??" suara Rans terdengar saat ia turun dari mobilnya.
samantha menoleh kesumber suara yang tidak asing ditelinganya. senyum mengembang diwajah Samantha dan mendekati Rans.
"mana mungkin aku melupakanmu adik ipar.." balas Samantha dengan candaanya, dan membuka tangan menyambut pelukan Rans.
" eeehh.. tunggu !!" cegah Abigal, Rans mengurungkan niatnya, ia sadar pasti Abigal akan melarangnya.
__ADS_1
namun semua diluar perdiksi Rans, Abigal malah merangkul Samantha dan Rans secara bersamaan..
" kau meyapa kakak iparmu saja !! tidak menyapaku ??!" protes Abigal dengan mengeratkan dekapannya kepada Samantha dan Rans.
baik Samantha maupun Rans, ikut mengeratkan pelukan mereka. kini hanya kebahagiaan sebuah keluarga yang ada.
Mama wina, Ibu Rani dan pak Ridwan ikut terharu dengan ketiga putra putri mereka, setelah drama panjang yang menguras emosi dan air mata, kini kebahagiaan yang nyata yang ada didepan mata.
.
.
.
Zakia tengah belajar didalam kamarnya, ketukan pintu membuat Zakia memberi jawaban agar mamanya masuk.
" belum selesai ??" tanya Nada sambil mendekati Zakia.
" sedikit lagi ma, " balas Zakia dengan senyumnya.
Nada mengusap kepala Zakia dengan penuh kasih sayang, meski Zakia tidak terlahir dari rahimnya, Nada tidak pernah membeda-bedakan semua anaknya. bahkan Zakia sendiri begitu menyayangi Nada melebihi apapun.
" bisa mama bicara sebentar ??" ucap nada.
" mama tidak menyangka kau sudah menjadi gadis cantik sekarang.. maafkan mama yang selalu menganggapmu anak-anak ya sayang.." ucap Nada dengan penuh kelembutan.
" aku tetap anak manisnya mama. meski aku sudah remaja.." balas Zakia yang langsung memeluk Nada. dengan penuh kelembutan Nada mengusap rambut panjang Zakia.
" apa kau sudah mengenal pria ??" pertanyaan Nada membuat Zakia melepas pelukannya dan menatap sang mama.
" maksud mama ??" tanya Zakia.
" apa kau sudah memiliki kekasih ?? pacar misalnya ??" balas Nada dengan senyumnya.
" mama, Zakia belum berfikir sejauh itu, membayangkannya saja sepertinya akan repot, Zakia ingin fokus sekolah dulu" kata Zakia dengan pasti.
" mama tidak melarangmu mengenal cinta apa lagi berpacaran, diusiamu sekarang biasanya banyak yang sudah menjalin cinta monyet ala anak SMA, tapi kau harus ingat satu hal, batasi dirimu dari berbagai macam pergaulan bebas, ingatlah mimpimu jika kau sedang digelapkan kesenangan sesaat. satu lagi yang harus kau ingat, jaga harga dirimu melebihi nyawamu sendiri.. yang menjadi pacarmu sekarang belum tentu menjadi suamimu kelak,.. kau mengerti ??" nasehat Nada.
" Zakia mengerti ma, Zakia tidak akan mengecewakan mama.." balas Zakia dengan mata beradu dengan nada yang mengangguk dengan senyum menghiasi wajahnya.
" mama mau bertanya satu hal, tapi kau jangan marah ya ??" lanjut Nada.
__ADS_1
" tidak akan ma, memang apa yang mau mama tanyakan ??" balas Zakia.
" apa kau menyukai Rans ??" tanya Nada ragu-ragu.
" ppttt.. ha..ha..ha..ha..ha.." tawa Zakia pecah memenuhi ruangan kedap udara kamar Zakia sendiri.
" kenapa malah tertawa " gerutu Nada.
" pertanyaan mama lucu sekali.. ha..ha..ha.." Zakia terpingkal-pingkal dibuatnya.
" Ma, bukannya tadi Zakia sudah katakan Zakia belum mau menyukai apalagi disukai siapapun, bagi zakia ini terlalu dini, membayangkannya saja membuat zakia bergidik takut. tapi kenapa.mama bisa berfikir jika aku menyukai paman Rans..??" terang Zakia yang diakhiri pertanyaan.
" tidak, mungkin mama hanya menduga saja. kau terlihat dekat dengannya.." balas Nada.
" hanya dekat bukan berarti suka mama.. Paman Rans memang tampan, tapi cita-citaku yang utama. masih jauh. 5 tahun lagi pencapaian cita-cita zakia ma.." terang zakia.
" iya, mama lega mendengarnya. ya sudah istirahatlah. mama keluar ya.." tak lupa Nada memgecup kening Zakia dengan penuh kasih sayang. setelahnya Nada langsung keluar dari kamar Zakia.
" mama, kenapa berfikir sejauh itu ??" gumam Zakia yang tertawa kecil sambil melangkah menuju Tempat tidurnya.
.
.
.
.
🧚♂🧚♂🧚♂
jangan protes dulu para pendukung Rans Zakia..
emang Zakia kan masih SMA, sabar.. sabar.. orang sabar berakhir bahagia..🤣🤣🤣
benar tidak ???
🤭🤭🤭🤭
.
.
__ADS_1
.