LUKA DAN CINTA

LUKA DAN CINTA
luka dan Cinta


__ADS_3

bab 226


.


.


Rans hanya bisa melihat Zakia dari kaca pembatas. ia masih dilarang masuk oleh dokter. hanya untaian doa yang terus diucapkan dalam hati oleh Rans, berharap tangan Tuhan bisa segera memberikan pertolongan.


Hening diruang tunggu tepatnya didepan ruangan dimana Zakia tengah ditangani.


Suara derap langkah berlari mendekati Dimana Semua keluarga menunggu. semua mata tertuju pada sosok wanita yang berderai air mata berlari mendekat dengan Revandra, Abigal dan darren dibelakangnya, Nada menyambut segera, kedua ibu itu saling berpelukan.


Samantha dan mama wina saling tatap, mereka sudah menerka siapa wanita itu.


sedangkan Rans juga meyakini inilah ibu kandung Zakia, bahkan selama ini mereka sangatlah dekat, tapi mengapa harus dirahasiakan ?? pertanyaan demi pertanyaan terbesit dibenak Rans. namun kondisi Zakia lah yang utama saat ini.


"May.. maafkan aku.. aku lalai menjaga Zakia.." ucap Nada dalam pelukan Mayra


" jangan salahkan dirimu, kau telah menjaga Zakia dengan baik selama ini.." balas Mayra.


" May, kita harus segera keruangan dokter." ajak Revandra.


Mayra melepas pelukannya dan mengangguk.


Revandra menarik Mayra,mereka tidak.memiliki banyak waktu lagi. Dokter segera menyambut Mayra untuk melakukan trasfusi darah kepada Zakia.


Terbaring disisi Zakia mayra merasa bersalah, air mata terus saja mengalir dikedua pipinya.


" bertahanlah sayang..Ibu akan menyelamatkanmu..bertahanlah.." gumam mayra dengan sepenuh hati.


.

__ADS_1


.


Meski banyak sekali pertanyaan dibenaknya, Rans hanya bisa diam dan terus berdoa. begitupun dengan yang lain. Darren merangkul Nada menguatkan adiknya yang penuh kesedihan.


tak lama, Pintu terbuka. Zakia berada dibrankar dan hendak dibawa keruang operasi. Terbaring tak berdaya dengan wajah pucat, membuat hati Rans semakin teriris. Rans berlari mengikuti dokter dan para perawat yang membawa Zakia untuk langsung menjalani operasi sesar.


" mohon tunggu disini tuan.." perawat mencegah langkah rans yang hendak ikut masuk.


" tapi saya mau menemani istri saya.." balas Rans.


" saya mohon sus.. katakan pada dokter.. saya mau menemani istri saya ??!!" pinta Rans seraya mengatupkan kedua tangannya.


dokter yang menangani Zakiatermasuk rekan kerja Zakia dirumah sakit itu, segera keluar saat mendengar permintaan Rans.


" silahkan masuk tuan. dr.zakia juga butuh dukungan anda."


" terima kasih.. terima kasih.." Rans begitu bahagia. ia segera masuk, dengan baju khusus berwarna hijau Rans mendekati Zakia dan menggenggam erat tangan Zakia.


" sayang.. aku disini menemanimu, bertahanlah.. kita berjuang bersama..." gumam Rans dengan terus menguatkan hatinya agar tidak menitikkan air mata.


Setelah perjuangan hampir satu jam. suara tangis bayi terdengar meski tak terlalu keras, masih bisa didengar Rans.


Tak ada yang bisa menggambarkan perasaan Rans saat ini, melihat anaknya telah lahir kedunia meski belum cukup umur.


" selamat tuan. anak anda laki-laki.. tapi harus dirawat intens dulu.. jika ingin mengadzani nanti saat sudah diletakkan diinbukator ya.." ucap sang dokter.


Rans tak bisa berkata. ia hanya mengangguk dengan wajah berbinar.


Perawat dengan cekatan membersihkan bayi mungil.itu dan segera meletakkannya diinkubator agar sang bayi kembali hangat.


" sayang.. anak kita laki-laki.. bangulah..bangunlah.." ucap Rans sembari menciumi kening Zakia beberapa kali.

__ADS_1


Rans sudah selesai mengadzani putra pertamanya. meski ia bahkan belum diperbolehkan menggendong, namun hanya dengan melihat Rans sungguh sangat bahagia.


atas arahan dokter Rans diperbolehkan keluar, karna Zakia juga akan segera dipindahkan diruang rawat, sedangkan bayi mereka akan dibawa diruangan khusus bayi dirumah sakit.


Diluar semua merasakan kebahagiaan. Nada Dan mayra saling berpelukan saat mendapati cucu mereka didorong diinkubator menuju ruangan khusus. meski belum bisa menggendong setidaknya mereka bisa bernafas lega, karna semuanya telah selamat.


" selamat Rans.. kau telah menjadi papa.."Abigal memeluk Rans dengan erat.


tangis Rans tumpah dalam dekapan kakaknya. tangis bahagia bercampur kesedihan.


" terima kasih kak.. terima kasih ya Allah.. terima kasih.." hanya kata itu yang bisa terucap dari bibir Rans.


Revandra dan darren menepuk pundak Rans berusaha memberi kekuatan.


Rans melepas pelukannya dan menatap kedua papa mertuanya.


Revandra menerbitkan senyum dan menarik rans dalam pelukannya.


" aku tidak menyangka akan dipanggil kakek.. selamat menantuku.." ucap Revandra dengan candaannya.


" terima kasih pa.." hanya itu yang terdengar juga.


" papa darren. maafkan aku yang lalai menjaga Zakia.. maafkan aku.." ucap rans setelah melepas pelukannya ia beralih pada Darren.


" jangan menyalahkan dirimu, semua sudah takdir. mungkin ini memang kehendak Allah agar Zakia tau siapa sebenarnya ibu kandungnya." balas Darren.


tatapan Rans menuju mayra yang berdiri disisi Nada. kemudian Rans beralih menatap Revandra dan darren bergantian.


jawaban anggukan sudah membuat Rans yakin jika bibi mayra adalah ibu kandung istrinya.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2