
bab 219
.
.
.
Rans membawa Zakia kesebuah kamar berterangkan lilin-lilin yang amat indah. meski tidak berhias bunga dan desain pengantin baru. tetap saja. nunsa penerangan yang remang-remang seolah mendukung malam pengantin pasangan yang baru menikah itu.
" apa lilin ini juga sudah disiapkan ??" tanya Zakia. yang baru saja diturunkan oleh Rans.
" tidak. jika ini aku baru memberitau kak deri malam ini.. dia yang menyiapkannnya." jawab Rans yang langsung memeluk Tubuh Zakia dari belakang.
merinding, hanya itu yang dirasakan Zakia. meski hubungan mereka sudah cukup lama, namun entah mengapa Zakia selalu merasa seperti tertarik magnet ketika Rans menyentuh tubuhnya. apa lagi saat ini Rans meletakkan dagunya dipundak Zakia denga manja.
Zakia hanya bisa memejamkan matanya kala hembusan nafas Rans terasa disekitar leher dan telinganya.
Rans hanya tersenyum mendapati reaksi Zakia yang amat tegang.
" bersihkan dirimu, aku tau kau sangat lelah. " bisik Rans. hingga membuat Zakia membuka matanya, hampir saja ia berfikir jika Rans akan meminta haknya.
Segera Rans memutar tubuh Zakia menghadap kearahnya.
"aku siapkan air hangat dulu ya ??" ucap Rans dengan senyum menghiasi wajahnya.
" aku bisa sendiri.. " balas Zakia secara spontan dan langsung mrlangkah menuju kamar mandi yang berada disudut kamar itu.
" tapi nanti gantinya bagaimana ??" tanya Zakia saat teringat ia tidak punya baji ganti disitu.
__ADS_1
" untuk apa baju ganti, toh nanti akhirnya akan aku buka lagi.." goda Rans.
kembali wajah Zakia berubah merah merona dengan godaan Rans barusan. Sembari menyembunyikan kedua pipinya yang memerah dengan senyum tertahan, Zakia berbalik dan melanjutkan serta mempercepat langkahnya menuju kamar mandi.
Rans hanya terkekeh melihat betapa menggemaskannya istri tercintanya itu.
dering ponsel Rans menandakan jika ada pesan singkat masuk. Rans meraih ponselnya dan membuka meneliti siapa malam-malam mengirimnya pesan.
'dasar pria mesum, kau bawa kemana istrimu !!"
Rans hanya tersenyum saat membaca pesan singkat dari sang kakak.
'rahasia, aku tidak mau malam pertamaku harus terganggu olehmu '
' *jangan kege er an, siapa juga yang mau mengganggumu ,!! kau tau dipesta semua orang menyalahkanku karna kau pergi begitu saja !!'
' huh.. susah bicara dengan pengantin baru !!'
' baiklah. jangan menggangguku aku mau melakukan ritual dulu..'
' ritual ?? apa kau akan membuka segelnya malam ini ??'
' tentu saja !! kakak bayangkan aku menahannya selama 5 tahun*.'
Abigal tertawa lepas kala membaca pesan adiknya yang terakhir.
' *dasar pria brengsek !! pelan-pelan saat membukanya, kau bisa menyakiti dia jika kau terlalu brutal !!'
'benarkah ?? lalu jika aku khilaf bagaimana ??'
__ADS_1
' berarti kau benar- benar pria brengsek didunia !!'
' dan sayangnya pria brengsek ini adalah adikmu 🤣🤣*'
Rans tertawa saat kakaknya membalas dengan emoji marah. asik berkirim pesan, hingga tidak menyadari jika Zakia sudah selesai membersihkan diri. dengan menggunakan setelan piyama tidur yang sudah disiapkan dikamar mandi, Zakia keluar dengan heran kala mendapati Rans tersenyum sendiri dengan ponsel ditangannya.
" apa yang kau lihat ?? kenapa serius sekali ??" tanya Zakia.
Rans terperajak dan langsung meletakkan ponselnya. ia menerbitkan senyum dan segera berdiri. meski tidak menggunakan baju seksi Zakia tetap terlihat menggoda dan cantik, sebab Zakia menggerai rambutnya yang yang basah karna dicuci.
" bukan apa-apa.. aku mandi dulu ya.." balas Rans." tunggi disini sebentar jangan tidur dulu" bisik Rans saat akan melangkah menuju kamar mandi.
rasa penasaran menggelitik hati Zakia. perlahan zakia meraih ponsel Rans hendak melihat apa yang dilihat suaminya itu.
saat mulai.membuka Zakia mendapati pesan terakhir sang kakak.
'aku yakin kau hanya kuat 2 ronde saja !!'
Zakia mulai menurunkan urutan pesan dari abigal itu.
mata zakia membulat dengan pipi bersemu merah.
"kenapa aku jadi takut begini !!" gumam zakia. yang segera meletakkan ponsel Rans.
.
.
.
__ADS_1